.... CLICK 1X ....
loading...

Panduan Lengkap Memelihara Burung Murai Batu Hingga Siap Lomba

loading...
Burung Murai Batu merupakan salah satu burung berkicau cerdas terbaik (dari keluarga Turdidae) yang sangat banyak penggemarnya. Merawat burung Murai Batu sangat mudah dan menyenangkan.

Jenis-jenis burung Murai Batu dan asal burung Murai Batu yang banyak dikenal di Indonesia adalah Burung Murai Batu Medan, Burung Murai Batu Aceh, Burung Murai Batu Lampung, Burung Murai Batu Lahat, Burung Murai Batu Jambi dan Burung Murai Batu Kalimantan (Borneo). Suara burung Murai Batu sangat merdu dan bervariasi. BurungMurai Batu adalah salah satu burung penyanyi terbaik di dunia.

Burung murai dikenal sebagai burung yang cantik. Burung yang memiliki ekor panjang ini mempunyai suara kicauan yang merdu. Oleh karena itu, banyak penggemar burung menyukainya. Apalagi kalau burung ini sudah gacor. Harga jualnya bisa melambung tinggi.

Burung Murai batu Lampung


Burung Murai Batu Irian


Namun, perawatan burung murai termasuk tidak mudah. Tidak jarang yang mengeluh burung murai yang dipeliharanya gampang jatuh sakit. Nah, bagi Anda yang ingin merawat burung murai dapat mengikuti tips berikut ini.

1. Melakukan pengembunan burung.
Istilah lainnya adalah mengangin-anginkan burung pada pagi hari. Sebelum dimandikan, burung ini diangin-anginkan dengan cara diletakkan di luar rumah. Tujuannya agar burung dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Anda dapat melakukan proses ini sekitar 30 menit.

2. Memandikan burung.

Murai Mandi – tipsburung.com
Setelah diangin-anginkan, Anda dapat memandikan burung dengan cara disemprot atau dimandikan dalam kurungan. Burung murai yang bersih akan “kebal” terhadap penyakit.

3. Menjaga kebersihan sangkar.

Membersikan kotoran burung – udikhangeblog.wordpress.com
Burung sehat bergantung dari kebersihan tempatnya. Oleh karena itu, Anda harus rutin membersihkan sangkar burung dengan cara menyingkirkan kotoran burung dan mengganti air minum burung setiap hari.

4. Memberikan makan tepat waktu.

Vitamin Burung Murai Batu AMS Gold – bukalapak.com
Setelah dimandikan, waktunya burung untuk diberi ‘sarapan’. Anda dapat memberikan jangkrik sebagai pakannya. Berikan porsi makan yang sesuai, misalnya sebanyak lima ekor jangkrik.

Dalam memberikan jangkrik ini ada trik tersendiri. Sebaiknya Anda tidak langsung memberikannya dengan tangan. Namun sebaiknya, Anda letakkan di tempat makanan burung. Fungsinya, agar burung bergerak sehingga tidak manja.


Pemberian makan burung ini dapat dilakukan pada pagi dan sore hari. Sementara untuk pemberian kroto cukup dilakukan seminggu sekali. Anda dapat juga memberikan variasi makanan lainnya, seperti cacing. Jangan lupa memberikan multivitamin sebanyak dua kali dalam seminggu agar burung menjadi sehat dan kuat.

5. Menjemur burung
Proses merawat burung murai berikutnya adalah dengan menjemurnya. Lakukan proses penjemuran ini sekitar satu jam. Penting juga diketahui agar saat dijemur, burung murai tidak melihat burung murai lainnya.

6. Burung diangin-anginkan kembali.
Suara Murai Batu
Suara Murai Batu – Budidayakenari.com
Setelah dijemur, burung murai ini perlu kembali diangin-anginkan sekitar 10 menit saja.

7. Pemasteran burung.
Waktu terbaik untuk memasterkan burung adalah sekitar pukul 10 pagi hingga 4 sore. Sebab di waktu tersebut, burung murai lebih mudah untuk menangkap suara master burung. Anda dapat melakukan pemasteran ini kira-kira dalam 15 menit.

8. Mengamati karakter burung
Setiap burung murai sejatinya memiliki karakter tersendiri. Sekalipun sama-sama berjenis burung murai, namun selera maupun porsi makan yang dibutuhkan bisa berbeda. Untuk itu, Anda perlu mengamati karakter burung murai yang Anda rawat. Dengan demikian, Anda dapat memberikan ‘takaran’ porsi makanan yang sesuai dengan karakter burung tersebut.

9. Membuat lingkungan burung seperti di habitat asli.

Burung murai bisa lebih cepat gacor jika berada di lingkungan seperti habitat aslinya. Anda bisa meletakkan ranting di sangkar serta sering menggantung sangkar di pohon. Ini dapat membantu burung murai agar kerasan dan cepat gacor.

Bila perlu Anda bisa mnembawa burung tersebut ke taman atau tempat yang banyak terdapat pepohonan. Suasana ini yang dibutuhkan burung murai agar tidak gampang stres.

Burung sehat bergantung dari kebersihan tempatnya. Oleh karena itu, Anda harus rutin membersihkan sangkar burung dengan cara menyingkirkan kotoran burung dan mengganti air minum burung setiap hari.

KARAKTER DASAR BURUNG MURAI BATU
Mudah beradaptasi, burung Murai Batu sangat mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.

Petarung yang gampang naik darah. Apabila mendengar suara burung Murai Batu lain atau melihat burung sejenis, maka semangat tempurnya langsung berkobar.

Birahi yang cenderung mudah naik. Burung ini sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Stelan EF (Extra Fooding) yang over, penjemuran yang berlebih atau melihat burung Murai Batu betina, dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.

Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia

PEMILIHAN BAHAN BURUNG MURAI BATU YANG BAIK
(CIRI-CIRI BURUNG MURAI BATU YANG BAIK DARI KATURANGGAN)

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Murai Batu.

Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Murai Batu jantan dapat dilihat warna bulu hitam yang tegas mengkilap dan kontras serta memiliki ekor yang lebih panjang daripada burung Murai Batu betina.

Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.

Kepala berbentuk kotak, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.

Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.

Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut  sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.

Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.

Panjang ekor yang serasi dengan postur badan. Pilihlah bentuk ekor yang sedikit lentur.

MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG MURAI BATU

Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Murai Batu. Voer harus selalu tersedia didalam cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.

EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik buat burung Murai Batu  yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberian EF tersebut.

PERAWATAN DAN STELAN HARIAN BURUNG MURAI BATU
Perawatan harian untuk burung Murai Batu relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.

Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Murai Batu:
                 
Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
                 
Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer dan Air Minum.
                 
Berikan Jangkrik 4 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
                   
Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
                 
Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
                 
Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
                   
Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
                   
Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
                 
Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.
PENTING
               
Kroto segar diberikan 1 sendok makan maksimal 2x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
                 
Pemberian Cacing diberikan 1 ekor 1x seminggu. contoh setiap hari Selasa pagi.
               
Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
               
Berikan Multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.

PENANGANAN APABILA BURUNG MURAI BATU OVER BIRAHI
               
Salah satu ciri-ciri burung Murai Batu yang terlalu birahi (over birahi) antara lain: agresif, bulu mengkorok, nglowo (sayap turun) dan mematuk ornamen sangkar.
                   
Pangkas porsi Jangkrik menjadi 3 pagi dan 2 sore. 
       
Lakukan pengembunan (jam 05.30-06.00).
                 
Berikan Cacing 2 ekor 2x seminggu.
                   
Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore.
                 
Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja.                   
Waktu pengumbaran dibuat lebih sering dan lebih lama.

PENANGANAN APABILA BURUNG MURAI BATU KONDISINYA DROP
                 
Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore.
                 
Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu.
                   
Berikan Kelabang 2 ekor seminggu sekali.
                 
Mandi dibuat 2 hari sekali saja.                 
Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Murai Batu lain dahulu.
                 
Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari.

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG MURAI BATU UNTUK LOMBA

Perawatan lomba untuk burung Murai Batu sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan hariannya. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung Murai Batu agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil.

Kunci keberhasilan perawatan lomba untuk burung Murai Batu yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Murai Batu:
                 
H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 5 ekor pagi dan 4 ekor sore.
                 
H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
                 
1 Jam sebelum di gantang lomba, burung di mandikan dan berikan Jangkrik 3-5 ekor dan Ulat Hongkong 6-15 ekor.
                 
Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 2 ekor lagi.

PENTING
                 
Sebaiknya, mulai H-6 burung diisolasi. Jangan sampai melihat dan mendengar suara burung Murai Batu lain.
                 
Lakukan mandi malam (jam 19.00-20.00) pada H-1.

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG MURAI BATU PASCA LOMBA

Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Pasca Lomba untuk burung Murai Batu:
                   
Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
                 
Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
                 
Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG MURAI BATU MABUNG / RONTOK
Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung Murai Batupada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung Murai Batu menjadi rusak.

Pada masa mabung, metabolisme tubuh burung Murai Batu meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung Murai Batu butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal.

Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.

Berikut ini Pola Perawatan Masa Mabung untuk burung Murai Batu:
               
Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
                 
Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari.
                 
Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan  untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 5 ekor pagi dan 5 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi, Cacing 2 ekor 3x seminggu dan Ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
                 
Berikan Multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
                   
Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.

SUARA MASTER YANG BAIK UNTUK BURUNG MURAI BATU

Irama lagu yang dimiliki burung Murai Batu memegang peranan yang sangat penting di dalam penilaian lomba burung Murai Batu. Karena kembali kepada filosofi burung berkicau, daya tarik utama dari burung berkicau adalah kemampuan berkicaunya (irama lagu).

Memilih suara-suara master untuk burung Murai Batu janganlah terfokus hanya memilih suara-suara master yang kedengarannya unik dan bagus.

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan;
                   
Kesesuaian irama lagu dan frekuensi antara suara master dengan burung andalan kita. Ketidaksesuaiansuara master dengan burung akan menyebabkan lagu yang fals dan tidak enak didengar.
                   
Mengikuti Trend Lagu yang ada. Misalnya tonjolan dan tembakan yang sedang digandrungi pada saat ini adalah tonjolan dengan speed rapat divariasikan dengan irama lagu yang ngeroll.
                 
Variasi irama lagu yang mewah. Yang dimaksud irama lagu yang mewah disini bukanlah suara tonjolan yang keras, tetapi kita harus bisa memilih suara-suara master yang memiliki variasi speed yang selaras dan irama lagu yang memiliki cengkok dan mengalun.
Sangat banyak metode dan cara-cara yang dapat dilakukan di dalam proses pemasteran burung berkicau. Dan juga banyak sekali berkembang mitos-mitos yang keliru dalam prakteknya dilapangan.

Salah satu mitos aneh yang berkembang, yaitu burung yang akan di master harus melihat burung masternya, agar burung yang di master dapat menirukan gaya bunyi dan cara membuka mulut burung master tersebut. Mitos lainnya yaitu proses pemasteran burung berkicau harus menunggu burung dalam keadaan ganti bulu atau mabung.

Sebenarnya; Pemasteran dapat kita lakukan tidak harus menunggu burung berkicau dalam keadaan mabung atau berganti bulu. Burung berkicau dalam keadaan normal, bahkan dalam keadaan top form pun juga dapat dilakukan pemasteran.

Ada Mitos yang mengatakan pemasteran burung harus menunggu masa burung mabung. Alasannya karena; Pada saat mabung, burung berkicau cenderung untuk banyak diam dan sangat jarang sekali berkicau. Burung yang banyak diam pada masa mabung tersebut, cenderung untuk lebih banyak menggunakan waktunya untuk menyimak dan mengolah suara-suara yang ada disekelilingnya. Apabila suara yang didengarnya sesuai dengan tipikal karakter suaranya, maka akan direkam dan ditirukan.

Kunci keberhasilan dalam memaster burung Murai Batu adalah memaster burung dengan suara-suara master (burung master) yang cocok dan sesuai dengan karakter dasar lagu burung yang akan di master (burung maskot).

Satu lagi yang terpenting, jangan lupa untuk selalu memperdengarkan suara-suara master tersebut secara berkala(Feedback) kepada burung Murai Batu tersebut. Supaya irama lagu yang sudah ada tidak hilang dan menjadi rusak.
Related Posts
Share:

No comments:

Post a Comment

loading...

Random Posts