.... CLICK 1X ....
loading...

Apa itu Crosshijaber, Pria Berhijab Bercadar dan Transvestisme

loading...
Crosshijaber jadi fenomena yang meresahkan di Indonesia. Fenomena crosshijaber ditemukan di media sosial, di mana sekelompok pria menggunakan hijab syar'i lengkap dengan cadar. Dari postingan sejumlah crosshijaber di media sosial ditemukan bahwa mereka berani masuk ke dalam masjid hingga toilet wanita.

Menurut psikolog Angesty Putri, fenomena crosshijaber ini mengejutkan karena tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Ada berbagai penyebab yang membuat crosshijaber ini tiba-tiba muncul ke permukaan, bisa karena gangguan seksual, sebuah bentuk ekspresi atau hanya ingin terkenal.


Crosshijaber bahkan memiliki komunitasnya di Facebook dan Instagram, bahkan ada hashtag-nya sendiri. Dari tangkapan layar Insta story, terpampang wajah pria yang mengenakan pakaian gamis, hijab panjang dan ada yang memakai cadar.

Diungkapkan bahwa laki-laki yang tampil dengan hijab syar'i ini bahkan berani masuk ke tempat yang semestinya hanya dimasuki wanita, seperti toilet. Mereka bahkan tidak ragu berada di masjid. Istilah crosshijaber sendiri diambil dari kata crossdressing yakni aksi mengenakan pakaian yang tidak sesuai dengan jenis kelamin bawaan dari lahir.


Fakta-fakta Crosshijaber

1. Arti Crosshijaber

Crosshijaber adalah pria yang mengenakan hijab style seperti wanita. Istilah ini berasal dari crossdressing yang mana pria mengenakan gaun wanita dan tampil dengan make up.

2. Sejarah

Penyimpangan perilaku berpakaian seperti crosshijaber telah dikenal sejak abad ke-5 SM. Hal ini dilakukan oleh Raja Asyur Sardanapulus yang menghabiskan waktunya di istana mengenakan pakaian wanita.

3. Banyak Akun di Instagram

Komunitas crosshijaber banyak ditemui di Facebook dan Instagram. Hanya saja, saat ini sejumlah akun sudah dikunci sehingga tidak ada foto profil cross hijab tersebut.

4. Dalam Agama

Menurut Ketua PBNU, KH Abdul Manan Gani dalam ajaran Islam, seorang pria tidak boleh menggunakan hijab. Penampilan crosshijaber pun menyimpang dari ajaran ilmu fikih.

Di dalam ilmu psikologi ada istilah namanya disfungsi atau gangguan seksual, di mana seseorang mengalami ketertarikan memakai benda-benda dari lawan jenis atau kita sebutnya transvestisme.

Transvestisme

Transvestisme terdiri dari transvestisme peran ganda dan fethisistik. Transvestisme peran ganda adalah seorang yang mengenakan pakaian lawan jenisnya sebagai bagian dari eksistensi dirinya untuk menikati sejenak pengalaman sebagai anggota lawan jenisnya.Transvestisme fethisistik adalah seorang yang mengenakan pakaian dari lawan jenis dengan tujuan pokok untuk mencapai kepuasan seksual.

Transvestisme dalam masyarakat kita dikenal dengan istilah banci atau waria. Sarlito Wirawan mendefinisikan jenis perversi ini sebagai pemakaian pakaian wanitaoleh seorang pria untuk mendapatkan gairah seksual. Hirchfeld adalah tokoh pertama yang menggambarkan penyimpangan seksual ini.

Dia menganggapnya sebagai perbedaan sebab adanya keterbalikan. Ia gunakan istilah transvestisme untuk menggambarkan satu gejala adanya keinginan kuat dari seorang pria untuk berpakaian dengan pakaian lawan jenisnya. Penderita transvestisme biasanya dari luar tampak normal dan gairah untuk melakukan hubungan seks dengan lawan jenis nya tidak dapat diperkirakan.

Beberapa dari mereka menikah dan memiliki anak, tetapi ketika mereka melakukan nya, rahasia mereka biasanyadiketahui oleh pasangan nya. Meskipun penderita perversi tersebut tidak melakukan hubungan sesama jenis atau homoseksual. Mereka sering berkeinginan merasakan kehamilan dan menjadi ibu, sesuatu yang hanya dialami oleh perempuan.

Kenneth Walker menjelaskan bahwa ada 2 sebab yang menjadi latar belakang munculnya transvestisme, yakni keseimbangan kelenjar endokrin yang cacat dan adanya psikogenik atau ketidakseimbangan gen.

Selain dua sebab tersebut, barangkali pula disebabkan oleh kebiasaan masa kecil atau masa kanak kanak yang dibiarkan oleh kedua orang tua nya. Misalnya, seorang anak laki laki mencoba-coba memakai pakaian perempuan yang oleh orang tua nya dibiarkan, dengan alasan ‘kebebasan berkreasi’ atau ‘kelumrahan seorang anak bermain’.

Kebiasaan yang dianggap nya spele tersebut jika berlanjut dan terus-menerus dibiarkan, akan dapat mempengaruhi psikis anak. Atau, bisa jadi akan membangkitkan potensi feminism yang ada didalam dirinya, yang sebenarnya secara kuantitas minim, tetapi karena dibiarkan, akan menggantikan kualitas maskulin nya.

Untuk kalangan artis, baru saja Sam Smith nekat menghadiri acara penghargaan dengan tampilan androgininya. Pada awal bulan September lalu, pelantun "Dancing with a Stranger" tersebut dengan berani menggunakan sepatu hak tinggi kala tampil di acara GQ Men of the Year Awards 2019.


Kala itu, mantan kekasih Brandon Flynn tersebut mengaku bangga karena berani tampil dengan menunjukkan identitasnya di depan umum. Melalui akun Instagram miliknya, Sam juga mengaku tak ragu lagi untuk terang-terang menunjukkan orientasi seksualnya sebagai seorang LGBTQ.

Di sisi lain, selama ini Sam Smith sendiri memang dikenal kerap menunjukkan ketertarikannya pada hal-hal berbau feminin. Bahkan pelantun "How Do You Sleep?" ini juga sangat mahir mengenakan berbagai atribut ala wanita. Ia juga sering menunjukkan dukungannya pada komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Queer (LGBTQ).

Bukan cuma itu, belum lama ini Sam juga secara gamblang tak mau melabeli dirinya sendiri sebagai seorang pria atau pun wanita. Lewat postingan di akun Instagram pribadinya, musisi berusia 27 tahun ini akhirnya mengumumkan bahwa ia tak mau lagi disebut sebagai seorang pria atau wanita dari segi gender.

Sam menegaskan bahwa ia berada dalam kelompok non-binary: bukan pria maupun wanita. Kini ia pun tak mau dipanggil dengan kata ganti "He/Him" (untuk pria) maupun "She/Her" (untuk wanita). Sam mengklaim kalau ia lebih suka disebut dengan panggilan "They/Them".


Related Posts
Share:

No comments:

Post a Comment

loading...

Random Posts