Apr 11, 2018

Ïnspirasi 10 Pelajaran Hidup Sederhana dari Orang Terkaya di Dunia

Sudah menjadi tabiat manusia, ia akan lebih konsumtif menghamburkan uang, manakala mulai mengeyam kehidupan yang mapan dan kemudahan ekonomi. Seolah-olah kekayaan kurang berarti banyak bila pemiliknya tidak mempergunakannya untuk keperluan yang lebih besar dan kemewahan. Misalnya dengan banyak memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang kurang penting baginya. Begitulah keadaan seseorang, ia lebih mudah beradaptasi dengan hidup enak ketimbang dengan hidup menderita.

Al Qur`ân telah menegaskan bahwa tipologi manusia, menghamburkan uang dan berfoya-foya saat berada dalam kondisi berada, menghindari gaya kesederhanaan dan keseimbangan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

"Dan jikalau Allah melapangkan rizki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Mahamengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.[asy-Syûra/42:27].

Lalu, bagaimana dengan perilaku orang-orang terkaya di dunia? Apakah mereka juga tipe orang yang suka menghambur-hamburkan uang?

Ternyata ada beberapa dari orang-orang terkaya di dunia yang justru banyak memberikan inspirasi tentang cara hidup yang sederhana dan rendah hati. Menjadi super kaya bukan berarti menjadi berlebihan, Moneysavers.

Mungkin banyak di antara kita yang terlanjur mengidentikkan hidup sederhana dengan kondisi miskin atau kurang uang. Tampilan sederhana, yang minimalis, dinilai kurang bergaya, bahkan dianggap tidak punya modal. Diakui atau tidak, masih banyak kalangan yang beranggapan bahwa uang yang melimpah ruah perlu ditunjukkan dalam bentuk penampilan yang serba wah.

Memang, hal itu bukan sebuah persoalan selama uang yang menjadi modal penampilan tersebut berasal dari hasil kerja keras yang halal. Bukan uang hasil korupsi apalagi hasil menipu orang.

Namun, tahukah kamu, orang-orang terkaya di dunia ini justru menampilkan gaya hidup yang sederhana? Di era media sosial di mana banyak orang seolah berlomba memamerkan segala hal, orang terkaya di dunia justru menjalankan gaya hidup yang tetap sederhana, hemat dan efisien.

Mereka memilih fokus pada apa hal-hal yang lebih penting dalam hidup, ketimbang menghabiskan waktu dan uang mengurusi penampilan dan hal-hal tersier lain. Bisa jadi, itulah rahasia mengapa mereka bisa mencapai kemakmuran hingga menjadi orang terkaya di dunia.


Inilah 10 pelajaran yang bisa kita pelajari dari gaya hidup sederhana orang-orang terkaya di dunia,  dari berbagai sumber:

1. Mereka hidup di bawah kemampuan

Warren Buffet punya uang lebih dari US$ 68,1 miliar atau sekitar Rp 919,35 triliun. Dengan uang sebanyak itu, Buffet sebenarnya mampu membeli rumah dengan harga fantastis di manapun yang dia inginkan. Tapi, kenyataannya, Buffet sudah cukup nyaman tinggal di rumah lama yang dia beli tahun 1958 seharga US$ 31.500 sampai saat ini.

Hal yang serupa ditunjukkan oleh Mark Zuckerberg yang memiliki kekayaan US$ 51,5 miliar. Kekayaan sebanyak itu memungkinkan pemilik Facebook ini membeli mobil mewah berharga jutaan bahkan miliaran dollar. Namun, Zuckerberg ternyata sudah cukup nyaman mengendarai mobil Volkswagen Black Acura TSX seharga US$ 30.000 sampai saat ini.

Ini jelas berkebalikan dengan rata-rata orang yang seringkali terjebak  hidup di atas kemampuan yang sebenarnya. Misalnya, hanya bergaji tak sampai Rp 10 juta namun menuruti gaya hidup membeli gadget dengan harga melampaui gajinya, sampai memilih berutang!

2. Mereka tidak mendewakan penampilan

Bila kamu perhatikan, orang-orang super kaya yang jenius itu justru tidak pernah terlalu peduli dengan penampilan luar mereka. Lihat saja penampilan Steve Jobs dengan T-shirt hitam kemana-mana. Juga Zuckerberg yang nyaman-nyaman saja dengan kaos oblong berwarna abu-abu dan celana jeans.

Mereka memilih strategi seefisien mungkin terutama untuk hal-hal yang kurang penting seperti “pakaian apa yang perlu dikenakan hari ini”. Dengan menghemat waktu dan energi memikirkan hal-hal kurang penting, orang-orang terkaya di dunia ini bisa memaksimalkan energi dan waktu mereka untuk memikirkan hal lebih penting seperti pengembangan bisnis. Selain itu, berpenampilan sederhana juga menghindarkan  mereka dari langkah pemborosan uang untuk penampilan.

Mengutip MoneyNing.com, Zuckerberg ditaksir hanya menghabiskan anggaran kurang dari US$ 700 untuk kebutuhan pakaian. Bandingkan dengan rata-rata uang yang dihabiskan orang Amerika Serikat untuk pakaian yang mencapai US$ 1.700 per tahun!

3. Mereka senang beramal

Para orang superkaya dunia senang beramal. Kamu pasti mengenal nama Bill Gates, pendiri dan pemilik Microsoft. Saat ini, Bill Gates tercatat sebagai orang paling kaya sedunia, sudah dikenal sebagai pribadi yang suka sekali beramal. Tahun 2017 ini, Bill Gates menyumbangkan sekitar US$ 4,6 juta untuk kegiatan kemanusiaan. Angka itu setara dengan 5% dari nilai kekayaan Bill Gates. Nilai donasi itu juga merupakan yang terbesar yang dikeluarkan oleh Gates dalam 17 tahun terakhir.

Bill Gates memberi pelajaran penting tentang menjadi kaya: mereka  yang benar-benar kaya adalah mereka yang senang memberi. Sejauh ini, Bill Gates mencatat kekayaan senilai US$ 90 miliar atau Rp 1.200-an triliun.

Bukan hanya Bill Gates yang senang beramal. Orang-orang terkaya di dunia lain seperti Buffet, George Soros, sampai Chuck Feeney, pendiri Duty Free Shops, juga dikenal sebagai pesohor kaya raya yang senang berbagi pada sesama.

4. Mereka senang membawa bekal makan siang

Kamu pasti sudah sering membaca betapa besar nilai penghematan hanya dari kebiasaan membawa bekal makan siang dari rumah? Membawa bekal makan siang dari rumah bukan cuma membantu kamu lebih hemat uang jajan, tapi juga bisa menghemat waktu kamu dari kebingungan mencari tempat makan yang tepat saat jam makan siang tiba. Sisi positif, kamu bisa lebih fokus memakai waktu tersebut untuk melakukan hal lain yang lebih penting.

Charlie Ergen, pemilik Dish Network, yang memiliki kekayaan bersih US$ 18,2 miliar, sampai hari ini masih rajin membawa bekal makan siang dari rumah berisi sandwich dan minuman ringan setiap berangkat ke kantor. Bukan cuma itu, Ergen juga berbagi kamar dengan kolega kerja ketika tengah berdinas ke luar kota.

Kamu bisa mengikuti jejak salah satu orang terkaya di dunia ini dengan memulai mengatur anggaran makan siang. Pelajari caranya di sini dan bersiaplah terkejut melihat nilai penghematan hanya dari sebuah bekal makan siang!

5. Mereka tidak manja

Banyak kalangan yang baru kaya sudah merasa berhak atas kenyamanan tingkat tinggi. Misalnya, membawa mobil pribadi kemana-mana walau terhadang macet yang sering tidak masuk akal. Kamu pasti kenal dengan brand mebel terkenal asal Skandinavia, IKEA?

Ingvar Kampard, pendiri IKEA, tercatat  memiliki kekayaan bersih US$ 39,3 miliar, sampai hari ini masih nyaman-nyaman saja memakai transportasi umum kemana-mana. Sebagai salah satu orang terkaya di dunia, Kampard tidak merasa harus mengubah gaya hidupnya menjadi serba wah.

Kampard masih senang bepergian menumpang pesawat kelas ekonomi dan makan siang di kafetaria bersama karyawan-karyawannya dan naik bus kemana-mana.

6. Mereka pendukung hidup hemat energi

Para orang super kaya selalu menyukai konsep hidup efisien dan hemat energi. Salah satu orang taipan terkenal asal India, Azem Premji yang memiliki Wipro Ltd dan kekayaan bersih US$ 16,6 miliar, rajin mengingatkan para karyawannya agar tidak lupa mematikan lampu setelah selesai dipakai. Premji juga asyik-asyik saja kemana-mana menumpangi pesawat kelas ekonomi dan menyetir mobil bekas.

Nah, mungkin saat ini kamu belum masuk dalam daftar orang terkaya di dunia. Namun, tidak ada salahnya memulai kebiasaan yang baik yang telah dijalankan oleh para kaum superkaya ini. Ketahui trik mudah menghemat biaya listrik dan nilai penghematan yang bisa kamu hasilkan.

7. Mereka selalu membayar lunas utang kartu kredit

Para super kaya jarang membawa uang tunai dalam jumlah besar. Mengutip Bussiness Insider, para orang super kaya lebih nyaman membawa uang tunai seperlunya sesuai dengan kebutuhan. Mereka juga pengguna kartu kredit yang cerdas dengan selalu membayar penuh tagihan kartu kredit supaya tidak perlu membayar bunga kart kredit yang mahal.

Para orang super kaya ini selalu menerapkan strategi yang jeli dalam mengelola uang mereka supaya penghasilan yang mereka peroleh bisa bermanfaat seoptimal mungkin.

8. Mereka rendah hati

Ada ungkapan, orang kaya baru biasanya yang lebih “ngotot” menunjukkan kekayaan mereka. Didukung oleh media sosial, para OKB ini tidak sungkan memamerkan segala hal yang mereka anggap sebagai penanda status sosial dan kekayaan yang mereka miliki. Nah, bagaimana dengan mereka yang memang sungguh-sungguh kaya alias kaya beneran? Kebanyakan orang yang super kaya, justru enggan jor joran memamerkan kekayaan mereka. Para taipan yang super kaya justru lebih sering bersikap rendah hati.

Contohlah pendiri Zara, Amancio Ortega yang tercatat sebagai orang terkaya nomer tiga di dunia dengan kekayaan US$ 82,3 miliar. Memiliki kekayaan berlimpah tidak mengubah gaya hidup Ortega menjadi super wah. Dia tidak segan bergabung dengan para karyawannya di kantor pusat Zara untuk makan siang di kafetaria. Penampilan Ortega juga sederhana dengan memakai blazer biru, kemeja putih dan celana abu-abu. Walau memiliki jet pribadi seharga US$ 45 juta, Ortega juga jarang memakai karena waktunya sudah habis untuk bekerja.

9. Mereka menyukai diskon

Para orang superkaya mengetahui cara berbelanja dengan cerdas degan menjadi seorang wise spender alias pebelanja bijak. Mereka tidak malas mencari cara lebih hemat untuk berbelanja dengan memanfaatkan diskon atau best deals yang menarik.

Bila bisa mendapatkan 2 dengan mengeluarkan Rp 1.000, mengapa  harus mengeluarkan Rp 2.000 untuk mendapat sejumlah yang sama? Itulah prinsip yang banyak diterapkan oleh para wise spender, tak peduli berapa nilai kekayaan mereka. Para pesohor Hollywood yang telah memiliki kekayaan melimpah seperti Lady Gaga, Hillary Swank, Carrie Underwood, pernah terbuka mengungkapkan kesenangan mereka memanfaatkan diskon dan berbagai best deals untuk mendukung belanja mereka supaya lebih hemat dan efisien.

Kamu bisa meniru prinsip mereka dengan menjadi pebelanja yang bijak. Memang, tidak semua diskon atau tawaran promo bisa membantu kamu berhemat. Namun, dengan sedikit usaha, kamu bisa membelanjakan uang untuk berbagai keperluan dengan cara lebih hemat. Simak caranya di sini.

10. Mereka tidak malas bangun pagi

Apa kesamaan antara CEO Apple Tim Cook, CEO Xerox Ursula Burns dan CEO Walt Disney Robert Allen Iger, juga CEO PepsiCo Indra Nooyi? Mereka tidak malas bangun pagi! Para eksekutif top di perusahaan-perusahaan kakap itu selalu bangun pagi paling siang jam 5 pagi dan langsung beraktivitas dengan produktif, mulai dari berolahraga atau membaca buku.

Benjamin Franklin, salah satu founding fathers Amerika Serikat pernah berucap: “Tidur lebih awal dan bangun pagi akan membantu seseorang sehat, makmur dan bijak.” Para kaum super kaya yang membangun kekayaan mereka dari kerja keras, jelaslah bukan orang pemalas yang tidak sanggup bangun pagi. Mereka bekerja keras dan selalu mendorong diri mereka untuk lebih produktif dan berkembang.

Itulah 10 pelajaran hidup sederhana yang bisa kita tiru dari para orang terkaya di dunia.
Bagaimana, apakah anda siap mempraktekkan langsung?
Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...