Apr 3, 2018

15 Cara Lengkap dan Jitu Mengatasi Haters yang Mengganggu di Media Sosial

Media sosial memiliki banyak dampak, salah satunya adalah dampak negatif berupa fenomena haters. Haters adalah perilaku orang yang tidak segan menyerang orang yang dibencinya dengan kata-kata kotor, melecehkan, hingga menghina.

Bayangkan saat kamu sedang berekspresi dengan nyaman di sebuah platform media sosial, lalu tiba-tiba ada hater (pembenci) yang menulis kata-kata yang membuat risih di kolom komentar. Hal itu tentu akan mengganggu.

Berikut ini 15 Cara Lengkap dan Jitu Mengatasi Haters yang Mengganggu di Media Sosial:

1. Buat Konten Berkualitas

Untuk meminimalkan haters di media sosial, langkah pertama yang dapat kamu lakukan adalah mulai buat konten yang berkualitas.

Layaknya citra diri di dunia nyata, unggahan di media sosial akan menggambarkan kepribadian kamu yang sebenarnya.

Jangan ragu untuk memuat konten yang bermanfaat dan memberi nilai positif terutama untuk para follower di akun media sosial kamu. Yang perlu diingat adalah jangan sesekali memuat konten yang membenci bahkan menjatuhkan orang lain.

2. Jangan Umbar Masalah Pribadi

Setiap orang pasti memiliki masalah pribadi yang mungkin berhubungan dengan teman, pasangan maupun keluarga. Kamu pun sebetulnya tidak perlu mengumbar masalah pribadi dan menuliskan unek-unek di media sosial.

Belum tentu semua orang bakal menerima unek-unek yang kamu tulis tersebut. Solusi terbaik adalah cari teman terdekat atau keluarga yang bisa kamu jadikan tempat untuk mencurahkan perasaan.

3. Aktifkan Fitur Turn Off Commenting

Semakin ramainya media sosial di kalangan anak-anak muda dan remaja memotivasi para pengembang juga menambahkan fitur melawan para hater. Salah satunya adalah fitur Turn Off Commenting yang dimiliki Instagram.

Caranya sebelum unggah foto/video, kamu cek pilihan Advanced Settings kemudian aktifkan toggle Turn Off Commenting.

Setelah itu, secara otomatis kamu tak akan mendapatkan komentar apa pun pada unggahan tersebut. Untuk mematikannya, tekan ikon tiga titik pada posting dan pilih Turn On Commenting.

4. Jadikan Motivasi

Para hater itu sudah pasti ada. Jika kamu sudah bisa berpikir positif, segala hal, baik kritik maupun cemoohan yang mereka katakan bisa jadi motivasi buat kamu loh. Ubahlah perspektif kamu dan jangan lupa introspeksi apa saja kesalahan yang pernah kamu buat.

Kamu pun perlu menahan emosi untuk tidak membalas haters dengan posting atau perkataan yang negatif. Ingatlah untuk terus berkarya dan bermanfaat bagi orang banyak.

5. Haters Gonna Hate

Pasti kamu sering mendengar istilah Haters Gonna Hate. Tidak ada salahnya jika para pembenci selalu membenci apa saja yang kamu lakukan. Jangan buang waktu untuk meladeninya. Tinggalkan saja dan anggap saja ocehan pembenci sebagai angin lalu.

Secara tidak sadar, cemoohan, dan perkataan hater akan membuat kamu makin terkenal. Cobalah fokus dengan apresiasi dan kritikan yang membangun. Jadikan pembelajaran bagi dirimu untuk terus berkarya.

Dan inilah cara menghadapi haters, dalam bahasan kali ini dalam hal pencemaran nama baik, yaitu:

1. Kenali pelakunya

Haters yang melakukan perbuatan pidana pencemaran nama baik terhadap kita, baik perorangan ataupun kelompok haruslah kita kenali, maksudnya apakah memang akun sebenarnya atau orang yang akan difitnahnya, karena bisa jadi dia bermaksud mencelekakan orang tertentu.

2. Tanggapi dengan sopan

Untuk mengetahui dengan tepat maka sepatutnya berikan tanggapan yang masih dalam norma kesopanan, sehingga mungkin dapat menarik simpati pelaku haters untuk tidak melanjutkan perbuatannya sekaligus dapat lebih dalam mengenali pelaku

3. Ajak dialog

Lakukan dialog kepada pelaku hater, sehingga dalam menggali informasi lebih tepat dan lebih banyak bukti yang kita kumpulkan

4. Peringatkan pelaku

Dalam dialog tersebut, akan tepat sekali apabila kita memperingatkan si hater untuk tidak lebih jauh melakukan perbuatannya

5. Maafkan bila anda berbesar hati

Apabila ternyata atas peringatan tersebut si hater berhenti dan meminta maaf, maka lebih tepat bila memaafkannya sebagai bentuk kebesaran hati atas kekhilafan pelaku.

6. Dokumentasikan

Seluruh tahapan yang telah dilakukan diatas tetap wajib kita dokumentasikan, sebab inilah yang akan kita jadikan alat bukti seperti di screenshot percakapan/dialog yang dilakukan.

7. Fahami dahulu aturan hukumnya

Karena haters yang melalui media sosial maka peraturan hukum yang mengaturnya adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik, tercantum dalam pasal 27 ayat (3) dan pasal 45 ayat (3).

UU informasi dan transaksi elektronik
UU nomor 19 tahun 2016

Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE, berbunyi : “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”

Pasal 45 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE, berbunyi : “Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)”.

8. Siapkan dana

Jelas dalam menghadapi hater akan mengeluarkan dana, tergantung pada kebutuhan dan langkah yang akan diambil selanjutnya. Karena dalam membuat bukti sendiri kita akan mencetak tulisan tersebut dan memfotocopynya yang berarti mengeluarkan dana operasional

9. Hubungi Advokat/penasihat hukum anda

Segera menghubungi Advokat/penasihat hukum, karena akan Akan lebih mudah, tepat dan terarah untuk langkah selanjutnya

10. Buat aduan polisi

Berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 50/PUU-VI/2008 dan Nomor 2/PUU-VII/2009, tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik dalam bidang Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik bukan semata-mata sebagai tindak pidana umum, melainkan sebagai delik aduan. Penegasan mengenai delik aduan dimaksudkan agar selaras dengan asas kepastian hukum dan rasa keadilan masyarakat.

Artinya baik tanpa didampingi Advokat/penasihat hukum, yakni pergi sendiri anda menurut hukum wajib memberikan aduan karena perbuatan hater dalam pencemaran nama baik adalah bentuk delik aduan, bukan tindak pidana umum

Dari cara diatas maka  setidaknya anda lebih siap dan tidak membuat anda sia-sia menghadapi serangan dari haters, setiap langkah yang tepat dapat meminimalisir kerugian dan kekecewaan atas kegagalan pribadi kita, karena apabila ternyata kurang bukti maka semua usaha dan upaya yang telah dilakukan akan tidak bermanfaat. 
Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...