Mar 30, 2018

13 Situasi dan Budaya Buruk di Kantor yang Perlu Diwaspadai

Bagaimana situasi di tempat anda bekerja? Apakah anda merasa nyaman dengan pekerjaan dan lingkungan kerja anda? Apakah sudah tercipta situasi yang kondusif di tempat kerja anda?

Jika anda tidak senang dengan lingkungan di kantor anda, ketidakpuasan itu dapat terbawa ke dalam kehidupan pribadi, merusak segalanya, mulai dari harga diri, hingga persahabatan. Yang membuat tidak nyaman dan betah itu juga bisa berdampak pada kesehatan, yakni stres kerja meningkat, yang kemudian berujung pada munculnya rasa lelah, letih, dan juga depresi.

Jika hal di atas terjadi berkali-kali dalam rentang waktu berdekatan, maka sudah saatnya mengambil jeda waktu sesaat untuk mengevaluasi. Apakah situasinya dapat diperbaiki, atau memutuskan sudah saatnya melanjutkan karier di tempat lain.

Kita paham, bahwa gaji tinggi bukanlah satu-satunya alasan yang membuat seseorang betah di tempat kerjanya. Yang juga tidak kalah penting adalah budaya kerja yang baik, demi menunjang lingkungan kerja yang juga sehat.

Jika budaya kerja di kantor buruk, tentu semangat kerja dan produktivitas bisa jadi menurun. Oleh karena itu kamu patut mewaspadai jika lingkungan kerja anda memiliki beberapa ciri berikut:

1. Karyawan yang saling menggosipkan

Biasanya di kantor ada saja orang yang senang membicarakan orang lain. Tetapi jika hampir seluruh karyawan di kantormu sering membicarakan dan menjelekkan satu sama lain, mungkin ada yang salah dengan budaya di kantormu. Kantor yang dipenuhi gosip berarti kekurangan rasa tenggang rasa, baik antar sesama karyawan maupun dengan atasan.

2. Banyak yang keluar-masuk dengan cepat

Merekrut karyawan dan mempertahankannya merupakan salah satu hal yang tricky bagi sebuah perusahaan. Perusahaan dengan budaya kerja yang baik pasti membuat karyawannya bertahan. Namun sebaliknya, jika terlalu banyak yang keluar masuk dalam waktu singkat, budaya kantormu patut dipertanyakan.

3. Hanya jual “kekerenan”

Kantor dengan desain interior yang keren memang menjadi penarik tersendiri bagi para calon karyawan. Tetapi jika hanya itu yang “dijual” oleh perusahaan kamu dan bukannya produk atau jasa yang berkualitas, kamu harus berhati-hati.

4. Karyawan yang saling menyalahkan

Tak hanya karyawan yang saling menjelekkan satu sama lain, karyawan yang sering saling menyalahkan akan membuat suasana bekerja menjadi tidak nyaman. Sesama karyawan, apalagi jika berada di satu divisi, harus bekerja selayaknya tim yang memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan perusahaan. Jika justru saling menyalahkan, budaya tersebut bisa merusak dinamika pekerjaan.

5. Semua orang tidak punya kehidupan di luar kantor

Jika sekali-sekali lembur saat ada deadline tentunya tidak masalah, tetapi jika semua orang bekerja tanpa henti hingga larut dan hampir setiap hari, budaya kantormu patut dipertanyakan.

Hal ini bisa berarti perusahaan tidak dapat mendelegasikan tugas dengan baik, terlalu banyak memberikan pekerjaan di luar kapasitas karyawan, atau tidak cukup baik melatih karyawan untuk bekerja secara efektif dan efisien.

6. Karyawan takut mengutarakan pendapatnya

Pada era demokrasi seperti sekarang, sudah tidak jamannya lagi atasan yang otoriter. Karyawan harus dapat mengemukakan pendapatnya bahkan kepada bosnya demi perkembangan perusahaan. Tetapi jika karyawan pun takut mengutarakan pendapat, itu patut dipertanyakan.

7. Tidak ada peluang peningkatan kompetensi karyawan

Bekerja di sebuah perusahaan tidak hanya untuk mendapatkan gaji, tetapi juga untuk meningkatkan kompetensi, apalagi bagi kamu yang baru mulai masuk ke dunia kerja. Jika kantormu sepertinya tidak memberikan peluang untuk meningkatkan kemampuanmu dan mengembangkan diri, sepertinya kamu perlu berpikir ulang untuk tetap setia pada kantormu.


8. Komunikasi yang Buruk

Apakah pernah merasa seperti selalu ketinggalan lingkaran informasi penting? Kurangnya komunikasi menunjukkan bahwa suatu tempat kerja menyimpan 'racun' yang berbahaya.

Hal ini berisiko membuat Anda mustahil meraih penghargaan atas pencapaian di tempat kerja, dan jikapun ada reaksi terhadapnya, sifatnya cenderung tidak membangun.

Anda mungkin melakukan pekerjaan dua, tiga, atau empat orang, namun tidak biasa bagi atasan atau rekan kerja Anda untuk mendapatkan penghargaan atas pencapaian Anda.

Jika Anda pernah beberapa kali berdiskusi dengan manajemen atau SDM, tentang kurangnya pengakuan dan kurangnya peluang untuk bertumbuh (seperti promosi, kenaikan gaji, dan tugas yang menantang), dan tidak melihat ada perubahan, mungkin sudah waktunya untuk pergi.


9. Setiap Orang Memiliki Sebuah Sikap Buruk

Jika datang ke kantor dan merasa orang-orang di sekitar meja kerja membuat diri menderita, maka seseorang bisa jadi terperangkap dalam lingkungan yang tidak bersahabat.

Di kantor jenis ini, tidak ada antusiasme; tidak ada yang datang dengan senyuman di wajah dan mengatakan "Saya suka bekerja di sini."

10. Selalu Ada Drama di Kantor

Gelar sarjana tak menjamin seseorang mudah mendapatkan pekerjaan. Kira-kira apa ya penyebabnya dan bagaimana solusinya?
Jika tipe kolega, atau bahkan Anda, penuh rasa curiga, maka bersiaplah untuk merasa seperti di sekolah menengah.

Akan ada banyak drama yang terjadi, mulai dari perasaan di dalam diri tentang kemungkinan dibicarakan orang lain, hingga risiko saling serang secara terbuka.

Selalu ada desas-desus atau gosip yang beredar di kantor, juga termasuk kesalahpahaman, sikap pilih kasih, serta pertikaian (terbuka maupun dingin) dengan kolega dan atasan.

11. Bentuk Kepemimpinan yang Buruk

Gelar sarjana tak menjamin seseorang mudah mendapatkan pekerjaan. Kira-kira apa ya penyebabnya dan bagaimana solusinya?
Seringkali sebuah rapat, atau koordinasi tim tidak mencapai titik temu, dan malah membung-buang waktu yang seharusnya bisa dipakai untuk hal-hal lebih bermanfaat.

Tempat kerja yang 'beracun' penuh dengan kebingungan, tenggat waktu yang sewenang-wenang, kurangnya fokus, dan ketidaknyamanan.

Jika kebijakan atau peraturan baru terus ditambahkan, atau jika manajemen tidak pernah ada untuk membantu memecahkan masalah, ini adalah gejala masalah yang lebih besar dan berasal dari kepemimpinan buruk.

12. Pemimpin Tirani

Pemimpin seperti ini selalu berusaha mengendalikan setiap gerak karyawannya, dan seolah selalu memiliki cara untuk menyerang dengan berbagai temuan kesalahan.

Lebih dari itu, sosok bos tipe ini juga biasanya tidak mau mendengarkan orang lain dan merasa seolah-olah cara mereka selalu benar.

Bos Anda suka memegang kekuasaannya, dan menunjukkan kepada orang lain bahwa mereka yang bertanggung jawab.

Jika Anda merasa seolah-olah bos mengharapkan Anda untuk bekerja meski tengah terbaring di ranjang rumah sakit, maka sudah jelas bahwa ia adalah seorang tirani dan sangat 'beracun'.

13. Muncul Gangguan Kesehatan yang Aneh

Ada sebagian orang yang merasa 'panas dingin' saat hendak berangkat ke tempat kerja, dan hal tersebut sama sekali tidak diketahui penyebabnya.

Perhatikan gejala-gejala fisik apa pun yang Anda alami, seperti sulit tidur di malam hari, merasa selalu waspada, telapak tangan berkeringat, detak jantung yang cepat. Ini adalah tanda bahaya mengancam tubuh Anda.
Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...