Aug 25, 2017

Gejala, Penyebab dan Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi yang terjadi di bagian manapun dari saluran kemih yang terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra. Kejadian tersering adalah infeksi yang melibatkan saluran kemih bagian bawah; kandung kemih dan uretra.

Jangan abaikan setiap gejala yang menunjukkan adanya infeksi saluran kemih, meskipun terkadang gejalanya begitu ringan sehingga banyak yang tidak menyadari. Pengetahuan yang cukup mengenai gejala infeksi saluran kemih akan membuat kita lebih waspada dan bertindak cepat, supaya jangan sampai penyakit yang ringan berubah menjadi berat seperti infeksi ginjal.

Gejala Infeksi Saluran Kemih

Gejala-gejala infeksi pada saluran kemih bagian atas (ginjal dan ureter) akan berbeda dengan gejala infeksi saluran kemih bagian bawah (kandung kemih dan uretra). Seseorang bisa saja mengalami gejala keduanya yang menandakan bahwa infeksi sudah menyebar; saluran kemih bagian atas dan bawah sudah terkena infeksi.

Gejala Infeksi Saluran Kemih Bagian Bawah

  • Sindrom uretra: Sering buang air kecil atau dorongan ingin selalu buang air kecil , rasa nyeri tumpul yang konstan pada daerah kemaluan, nyeri saat buang air kecil (disuria). 
  • Air seni berawan atau bahkan ada darah dalam urin (hematuria). 
  • Air seni berbau tak sedap. 
  • Sakit punggung. 
  • Secara umum merasa tidak sehat. 

Gejala Infeksi Saluran Kemih Bagian Bawah

  • Demam dengan suhu tinggi lebih dari 38ยบ C. 
  • Menggigil tak terkendali. 
  • Rasa mual ingin muntah. Bahkan sampai muntah. 
  • Buang air besar encer (diare).

Penyebab Infeksi Saluran Kemih

1. Dehidrasi

Saat malas minum, produksi urine juga akan berkurang, hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih. Buang air kecil adalah cara terbaik untuk mengeluarkan bakteri dari saluran kemih. Bila buang air kecilnya jarang maka bakteri akan lebih lama mondok di saluran kemih dan menimbulkan masalah disana. Minum yang banyak juga dianjurkan untuk mereka yang telah terinfeksi saluran kemih agar bakteri yang ada di saluran kemih cepat cepat keluar dari dalam tubuh.

2. Menahan kencing

Bila keinginan buang air kecil telah muncul, segeralah ke kamar kecil. Jangan menahan kencing yang menyebabkan bakteri berlama lama berada di dalam saluran kemih. Dianjurkan untuk buang air kecil setiap 2 sampai 3 jam meskipun belum ada keinginan untuk buang air kecil. Dianjurkan pula untuk buang air kecil setelah berhubungan intim.

3. Cebok atau mengelap dari belakang ke depan

Setelah pup atau buang air besar, jangan cebok atau mengelap dari belakang ke depan. Kebiasaan ini menyebabkan bakteri yang ada pada saluran cerna pindah ke saluran kemih dan menyebabkan infeksi pada saluran kemih.

4. Mengenakan celana yang terlalu ketat

Celana yang terlalu ketat menyebabkan area anus mengalami iritasi sehingga bakteri yang ada disana bisa berpindah ke saluran kemih.

5. Memakai metode KB tertentu

Memakai metode KB diafragma akan menganggu pengosongan kandung kemih sehingga urine menjadi lebih lama berada di saluran kemih. Beberapa jenis spermisida juga menyebabkan perubahan pada pH vagina sehingga menyebabkan bakteri yang ada disana tumbuh lebih subur.

6. Salah memilih sabun mandi

Beberapa jenis sabun dapat mengiritasi area anus sehingga menyebabkan bakteri yang ada disana pindah ke saluran kemih. Pilihlah sabun yang sesuai dengan jenis kulit tanpa menimbulkan iritasi.

7. Terlalu banyak minum kopi, jus atau alkohol

Kopi, jus atau alkohol memaksa saluran kemih untuk mengeluarkan urine lebih sering (efek diuretik) sehingga menyebabkan terjadinya iritasi pada saluran kemih. Iritasi ini dimanfaatkan oleh bakteri untuk menginfeksi saluran kemih.

8. Memakai pakaian basah

Pakaian basah menyebabkan area kelamin menjadi lebih lembab sehingga menyuburkan pertumbuhan bakteri disana.

9. Tidak mencuci alat bantu seks

Jika memakai alat bantu seks yang tidak bersih dan mengandung bakteri maka bakteri yang ada pada alat ini bisa masuk ke dalam saluran kemih dan bisa menyebabkan infeksi.

Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih

Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko infeksi saluran kemih dengan cara:

  • Banyak minum cairan, terutama air putih. Minum air membantu mengencerkan urin dan memastikan bahwa Anda akan buang air kecil lebih sering sehingga bakteri akan diusir dari saluran kemih. 
  • Saat cebok, usap dari depan ke belakang. Melakukannya setelah buang air kecil dan setelah buang air besar membantu mencegah bakteri dari anus menyebar ke vagina dan uretra. 
  • Buang air kecil segera setelah ‘berhubungan’. 
  • Hindari produk feminin seperti douche dan bubuk, di daerah genital yang dapat mengiritasi uretra. 
  • Jangan suka menahan kencing.
Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment