Aug 1, 2017

Ciri Calon Penghuni Surga Berdasar Al Quran Surat Ali Imran dan Surat Qaf

Sebagai umat muslim, tentu kita berharap kelak di akhirat nanti, kita dimasukkan ke dalam surga, suatu tempat yang sangat indah, diliputi berbagai kenikmatan dan kebahagiaan yang belum pernah seseorang hamba Allah SWT melihat, mendengar, dan menikmatinya saat hidup di dunia.

Nah, bagaimana ciri-ciri penghuni surga? Dalam Al Quran setidaknya ada 2 surat yang menyebutkan ciri-ciri penghuni surga. Silakan simak penjelasan selengkapnya.

Surat Ali Imran

Quran surat Ali Imran merupakan surat ke tiga dalam Alquran yang memiliki 200 ayat. Surat ini termasuk golongan surat Madaniyah atau surat-surat yang turun di kota Madinah. Dalam surat tersebut menceritakan tentang keteladanan keluarga Ali Imran. Beliau adalah ayah dari Ibunda Siti Maryam yang sudah melahirkan Nabi Isa.

Di dalam surat tersebut juga disebutkan tentang ciri-ciri ahli surga.  Hal ini dijelaskan Allah SWT dalam ayat 16-17 pada ayat tersebut.  Berikut potongan ayat dalam surat Ali Imran yang menjelaskan tentang ciri penghuni surga.

“(Ahli syurga itu ialah) orang-orang yang berdoa, “Ya Allah Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka”. Yaitu orang-orang yang sabar, orang-orang yang benar, orang-orang yang thaat, orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah dan orang-orang yang memohon ampun di waktu  sahur”. (QS. Ali Imran: 16-17)

Dari ayat di atas diketahui ada delapan ciri-ciri manusia yang akan menjadi penghuni surga. Seperti apa cirinya:

1. Orang-orang yang beriman kepada Allah
Beriman kepada Allah SWT merupakan pondasi utama bagi seorang Muslim dan menjadi rukun iman yang pertama. Ternyata ini pula lah yang menjadi ciri seseorang yang nantinya dihadiahi surga. Namun perkara beriman tidak hanya sekedar percaya kepada Allah dan Rasul-Nya saja. Lebih dari itu, beriman harus diikuti dengan mempercayai dalam hati, mengucapkan dengan lisan, dan menjalankan dengan amal perbuatan.

2. Orang-orang yang senantiasa beristighfar
Dalam surat tersebut dikatakan oleh para ahli surga “Faghfirlanaa dzunuubanaa”, yang artinya maka ampunilah segala dosa kami. Ini menandakan bahwa orang yang senantiasa memohon ampunan kepada Allah merupakan salah satu ciri penghuni surga.

Seorang ahli surga selalu berpikir bahwa dirinya berlumuran dosa. Sehingga tiada waktu terlewat untuk memohon ampunan kepada Allah. Sehingga Allah mengampuni setiap dosa yang kita lakukan sehari-hari (dosa kecil). Karena sejatinya manusia memanglah menjadi gudangnya dosa.

“Tiap anak Adam itu berbuat salah dan sebaik-baik orang yang bersalah itu adalah orang yang bertaubat”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

“Demi Allah, sesungguhnya saya membaca istighfar (minta ampun) dan bertaubat kepada Allah tiap hari lebih dari tujuh puluh kali”. (HR Bukhari)

3. Orang-orang yang memohon dijauhkan dari api neraka
Penghuni surga juga mempunyai ciri selalu memohon agar Allah menjauhkannya dari siksa api neraka. Alquran sudah menjelaskan bagaimana ganasnya panas api neraka ini. Hal ini menjadi berita yang dipercayai oleh para ahli surga dan membuat mereka takut untuk akan ancaman neraka tersebut.

Tidak hanya sekedar berdoa saja, orang-orang yang memiliki karakter ahli syurga juga mengimbangi doa mereka dengan ikhtiar untuk benar-benar jauh dari api neraka. Mereka akan menjauhi segala perbuatan dosa yang akan menyeretnya ke neraka jahanam.

4. Orang-orang yang sabar
Ciri selanjutnya yang dijelaskan oleh surat Ali Imran ini adalah memiliki karakter yang sabar. Calon penghuni surga memahami bahwa kehidupan di dunia layaknya kisah di dalam film. Ada Allah SWT sebagai sutradara dan produser, sementara manusia layaknya artis yang memerankan setiap peran yang sudah ditetapkan.

Itu mengapa mereka bersabar dengan berbagai rintangan dan cobaan. Semua hal tersebut merupakan ujian kenaikan kelas yang diharapkan meninggikan derajat mereka disisi Allah. Mereka tetap lapang dada dan tidak mengeluh menghadapi kesulitan dan tantangan hidup. Tawakkal ‘alallah, pasrah kepada kehendak dan takdir Allah.

5. Orang-orang yang benar
Yaitu orang-orang yang benar aqidah dan imannya, benar ikrar dan lisannya, benar janji dan amalannya. Ahli syurga memiliki komitmen yang kokoh terhadap kebenaran (al haq). Orang-orang yang seluruh aspek dalam kehidupannya mengacu kepada kebenaran (Al Qur’an) dan orang-orang seperti ini disebut dengan Asshaadiqin.

6. Orang-orang yang taat
Kethaatan bukanlah hal yang dapat diperoleh dengan mudah. Gelar taat yang menempel pada diri manusia juga bukanlah gelar duniawi yang diperoleh dengan materi. Ketaatan adalah hasil dari sebuah proses pengimanan dan pengakuan akan adanya Allah dan eksistensinya dalam kehidupan manusia. Adanya pengakuan kepada Allah melahirkan sikap patuh dan taat atas segala perintah dan larangan Allah.

Dalam Alqur’an surat An Nur ayat 51 dijelaskan,  “Sesungguhnya jawaban orang-orang yang beriman bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasulnya agar berhukum di antara mereka ialah ucapan mereka ‘kami dengar dan kami thaat’ dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS An Nur : 51)

7. Orang-orang yang bersedekah di jalan Allah
Ciri lain penghuni surga yang dijelaskan dalam surat Ali Imran adalah mereka yang termasuk orang-orang yang bersedekah di jalan Allah. Mereka ini menyadari bahwa sedekah merupakan investasi kepada Allah tidak akan membuat mereka menjadi miskin. Sikap hidup seperti ini terbentuk karena adanya iman dan taqwa.

8. Orang-orang yang memohon ampun di waktu sahur
Ciri terakhir yang dijelaskan dalamm surat Ali Imran adalah mereka yang memohon ampun pada waktu sahur. Waktu sahur merupakan waktu sepertiga malam yang biasanya sangat utama dilakukan untuk salat Tahajud dan memiliki banyak keutamaan.

Pada waktu ini berdasarkan hadist Nabi dijelaskan bahwa Allah SWT turun  ke langit dunia memberikan rahmat dan ampunan kepada hamba-Hamba-Nya.  Nabi pun mencotohkan dengan melakukan berbagai ibadah kepada Allah pada waktu ini.

“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS Adz Dzariat : 17-18)

Surat Qaf

Empat ciri calon penghuni surga juga telah dijelaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya terdapat dalam Surat Qaf ayat 31-33. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tidak jauh dari mereka. Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat.” (QS. Qaf [50]: 31-33).

1. Awwab
Ciri pertama calon penghuni surga adalah orang memiliki sikap awwab yakni mereka yang kembali kepada Allah dari kemaksiatan. Selain itu, awwab juga diartikan sebagai pula kepada dzikrullah setelah melalaikannya.

Ubaid bin Umair juga menjelaskan bahwa awwab adalah mengingat dosa-dosanya terdahulu lalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah SWT. Sedangkan menurut Amam Mujahid, Awwab adalah orang yang mengenang kesalahannya saat ia sendirian dak kemudian ia memohon maghfirah kepada Allah.

Manusia memang menjadi gudang untuk berbuat kesalahan. Akan tetapi, masih ada kesempatan bagi mereka untuk memperbaiki kesalahan tersebut dan bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT. Hal ini bisa dilakukan dengan memperbanyak istighfar, dengan demikian makan ia akan bisa menemukan jalan keluar dari setiap masalah yang menimpanya. Allah SWT berfirman:

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Al-Imran [3]: 135).

2. Hafidz
Ciri kedua calon penghuni surga adalah mereka yang hafidz, yakni orang-orang yang memelihara aturan-aturan Allah SWT. Ibn Abbas mengatakan bahwa maksud dari memilihara semua peraturan Allah SWT adalah ia memilihara apa pun yang sudah diamanatkan oleh Allah kepadanya dan mengerjalan apa yang sudah diwajbkan atasnya.

Orang yang memiliki ciri hafidz ini akan senantiasa memilihara semua hak dan nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Mereka akan mampu menggunakan kekuatan dan kelebihan dalam hal kebaikan serta menghindari dirinya dari berbagai kemaksiatan yang dilarang oleh Allah SWT.

3. Khasyyah
Khasyyah menjadi ciri selanjutnya calon penghuni surga. Secara bahas khasyyah diartikan sebagai takut. Khasyyah adalah rasa takut seorang hamba yang disebabkan ilmu yang dimilikinya terhadap hal yang ditakuti.

Ketika seorang hamba memiliki rasa khasyyah yang besar, maka ia akan memiliki rasa cinta yang besar pula kepada Allah SWT. Dengan rasa cinta yang besar tersebut, maka ia akan melakukan semua amalan yang diperintahkan oleh Allah SWT.

Rasa khasyyah ini juga bisa meminimalisir hamba tersebut untuk berbuat maksiat. Hal ini dikarenakan orang yang memiliki sikap ini akan merasa bahwa Allah berada dimana-mana dan mengawasi setiap gerak-geriknya sehingga ia merasa takut untuk melakukan perbuatan dosa.

4. Hati yang Inabah
Ciri terakhir seorag hamba yang menjadi calon penghuni surga adalah mereka yang memiliki hati yang inabah. Ibn Abbas mengatakan maksud dari ciri ini ialah seorang hamba yang datang dengan hati yang kembali kepada Allah dari kemaksiatan. Pada hakikatnya inabah diartikan sebagai menghadapnya qalbu kepada Allah SWT.

Inabah menjadi inti dari ibadah yang agung. Allah SWT mensifati para Nabi dan hamba yang beriman dengan sifat inabah ini. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan sungguh, Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian dia bertobat.” (QS. Shad [38]: 34).

Menurut Ibn al-Qayyim, inabah adalah kembali menggapai ridha Allah disertai dengan taubat serta niatan yang ikhlas. Memiliki sifat inabah menjadi salah satu pintu untuk memperoleh hidayah dari Allah SWT.

Demikianlah informasi mengenai empat ciri calon penghuni surga. Semoga kita termasuk ke dalam golongan hamba yang memiliki keempat sifat tersebut. Agar Allah SWT membukakan pintu selebar-lebarnya bagi kita untuk menjadi penghuni surga yang kekal.

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment