Jul 30, 2017

Tips Memotret di Malam Hari dan Kondisi Cahaya Gelap

Anda menyukai fotografi? Pernahkan anda merasa kesulitan ketika sedang memotret di waktu malam atau pada saat kondisi cahaya minim?

Untuk mendapatkan gambar yang tajam pada kondisi minim cahaya terutama malam hari bukanlah hal yang mudah. Mengabadikan gemerlap lampu kota pada malam hari membutuhkan pengaturan exposure yang cermat, teknik yang tepat serta penggunaan aksesori yang pas.

Berikut ini adalah beberapa tips yang telah diamini oleh para fotografer untuk mendapatkan gambar yang tajam pada malam hari dan kondisi cahaya minim:

Tips memotret di malam hari dengan smartphone Android, seperti dilansir dari Make Tech Easier : 

1. Modus HDR

Anda dapat mengaktifkan modus High Dynamic Range (HDR). Modus ini menggabungkan tiga exposure sehingga sudut paling terang dan gelap bisa terlihat jelas. Kamu bisa menentukan jarak dan angle terbaik agar hasilnya tidak terlalu gelap.

Untuk mengaktifkannya, kamu tinggal tekan opsi "Mode", lalu klik "HDR". Di sebagian smartphone Android, modus HDR langsung tampil saat membuka kamera. Sayangnya, ukuran file foto HDR relatif lebih besar dibanding ukuran file foto biasa.

2. Self-Timer

Menggunakan self-timer saat malam atau bahkan siang hari merupakan ide yang bagus. Tidak hanya membantu menentukan angle terbaik, tapi juga dapat menghindari hasil foto yang blur.

Lebih baik Anda menggunakan waktu mundur 5 atau 10 detik. Waktu ini dinilai paling cocok untuk mencari posisi tanpa membuat Anda menunggu terlalu lama.

3. Modus Pro

Ketika menekan opsi "Mode" di kamera, kamu akan menemukan opsi "Pro". Di modus ini kamu bisa mengatur pencahayaan secara manual. Kalau kamu mengerti konsep dasar fotografi, pakailah modus ini untuk menghasilkan foto lebih baik saat malam hari.

4. Tingkatkan ISO

ISO adalah tingkat sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi ISO, semakin cerah pula hasil fotonya. Begitu juga sebaliknya. Jika smartphone memungkinkan untuk mengatur ISO, kamu bisa mengaturnya ke angka 400 untuk mendapat gambar yang lebih cerah tanpa bantuan flash.

Tapi jangan lupa, jika terlalu sedikit cahaya di sekitar objek, hasilnya foto terlihat berbintik dan pecah. Sebaliknya, jika terlalu banyak cahaya, hasilnya akan over-exposure.

Jika kamu sudah menaikkan ISO tapi masih terlihat buram, bisa jadi kamu masih mengaktifkan modus "Anti-Shake" dan HDR. Matikan kedua fitur ini dan foto akan terlihat normal.

5. Gunakan Cahaya di Sekitar

Jika kamu kesulitan mengambil foto saat malam, gunakan sumber cahaya yang ada seperti lampu jalan, lampu mobil, sepeda, atau apapun yang memungkinkan gambarmu terkena cahaya.

Tips Memotret di Kondisi Cahaya Gelap

Kebanyakan alasan orang-orang membeli kamera DSLR karena ingin kualitas fotonya meningkat terutama di kondisi cahaya yang gelap. Kamera DSLR memiliki sensor gambar yang jauh lebih besar dari kamera compact sehingga potensi mendapatkan hasil foto yang bagus jelas lebih besar.

Tapi jika tidak bisa menyetting dan mengunakannya dengan baik, maka hasil foto dengan kamera DSLR tidak akan maksimal juga. Di artikel ini saya akan berbagi beberapa tips saat memotret di kondisi cahaya yang cukup gelap, misalnya di dalam ruangan atau saat malam hari.

1. Gunakan ISO tinggi - Saat memotret di kondisi cahaya gelap dan dengan kamera dalam genggaman, sebaiknya mengunakan ISO tinggi sekitar ISO 800-6400 (tergantung tingkat cahaya yang ada).

ISO tinggi akan membuat kualitas foto menjadi kurang baik, tapi jika kondisi cahaya sangat gelap dan kita tidak memiliki alat bantu seperti tripod atau flash, maka satu-satunya cara supaya foto tidak gelap/tidak tajam adalah mengunakan ISO tinggi.


2. Mode Aperture Priority (A atau Av) - Mode kamera yang saya andalkan adalah mode A / Av. Mode ini cukup handal untuk berbagai kondisi, termasuk kondisi cahaya gelap.

Jika Anda cukup berpengalaman, mode Manual (M) juga cukup bagus. Mode A ini cukup praktis. Saat memotret di kondisi cahaya gelap, putar nilai bukaan ke angka yang kecil misalnya f/3.5 atau lebih kecil lagi.

Semakin kecil angkanya, semakin besar bukaan lensanya. Nilai bukaan ini tergantung lensa yang terpasang. Ada lensa yang bisa membuka sampai f/1.4 tapi kebanyakan lensa zoom maksimal bukaannya sekitar f/3.5, f/4 atau f/5.6.

Bukaan ibaratnya adalah jendela dalam ruangan. Semakin besar jendelanya, semakin terang ruangannya. Saat kondisi cahaya gelap, dibutuhkan bukaan yang besar.

3. Pakai lensa berbukaan besar - Menyambung dari tips di atas, lensa bukaan besar menguntungkan di kondisi cahaya gelap. Dengan lensa berbukaan besar, seperti 35mm f/1.8 atau 50mm f/1.8, kita dapat memasukkan banyak cahaya ke dalam kamera.

Saat menggunakan bukaan yang sangat besar, ISO tidak perlu terlalu tinggi, ISO 400-1600 biasanya sudah cukup. Efek lain dari bukaan besar yaitu latar belakang yang tidak fokus akan terlihat blur, sementara subjek yang difokus akan tajam. Ideal untuk portrait orang/model.

4. Continuous drive - Memotret berturut-turut dapat membantu dalam kondisi cahaya gelap. Tujuannya adalah untuk mendapatkan satu foto yang tajam. Cara mengaktifkan foto berturut-turut adalah di menu drive mode.

Pilih simbol kotak-kotak berlapis, lalu saat mengambil foto. Tahanlah tombol shutter/jepret dan kamera akan mengambil foto berturut-turut. Pilihlah foto yang terbaik dari beberapa foto yang telah dibuat.

5. Perhatikan arah cahaya yang jatuh ke subjek foto - Amati jatuhnya cahaya ke subjek. Misalnya saat memotret orang, amati apakah cahaya yang jatuh ke wajah cukup merata? atau wajahnya tertutup bayangan?

Jika memungkinkan, komunikasikan kepada subjek tersebut untuk menoleh ke arah cahaya.

6. Tunggu momen yang tepat - Jika subjek tidak bisa diatur, maka tunggulah saat yang tepat untuk memotret. Saat fashion show misalnya, ada waktu 1-2 detik saat subjek berpose dan diam. Saat itu adalah saat yang tepat untuk memotret.

7. Mantapkan genggaman - Saat memotret di kondisi cahaya yang sangat gelap, biasanya shutter speed menjadi cukup lambat. Saat tersebut, kita harus mantapkan genggaman kamera dan latihan pernafasan yang baik.

Tahan nafas dan hembuskan nafas perlahan saat menekan tombol shutter dengan lembut. Mantapkan posisi tubuh dan jangan sampai kamera bergetar saat kita menekan tombol shutter.

8. Efek gerakan - Kita bisa membuat efek orang yang bergerak dengan memasukkan elemen motion blur. Caranya yaitu mengunakan shutter speed yang agak lambat kemudian sedikit panning (menggerakkan kamera) sehingga subjek foto dan latar belakang sedikit blur. Efek gerakan ini kadang berhasil, kadang gagal karena terlalu blur/goyang.

9. Gunakan tripod - Tripod ideal untuk pemotretan subjek yang tidak bergerak di malam hari, contohnya seperti foto pemandangan alam, kota, langit atau di dalam ruangan. Dengan mengunakan tripod, kita tidak kuatir shutter speed lambat menyebabkan foto blur.

Kita juga bisa mengunakan ISO terkecil (100/200) untuk mendapatkan hasil foto dengan kualitas yang maksimal. Tripod tidak akan membantu saat memotret subjek yang bergerak misalnya foto manusia atau satwa.

10. Gunakan flash/lampu kilat - Jika cahaya yang menyinari subjek tidak bagus (gelap, merata, warnanya tidak cocok). Maka solusinya adalah dengan mengunakan flash. Di kamera DSLR biasanya sudah ada lampu kilat yang terpasang (Built-in flash).

Flash ini bisa membantu menerangi subjek, tetapi biasanya hasilnya keras dan menghilangkan dimensi subjek. Saya menyarankan mengunakan flash eksternal (speedlight). Jika memotret di dalam ruangan, arahkan flash ke atas langit-langit sehingga dapat cahaya akan dipantulkan kembali ke subjek.

Hasilnya adalah cahaya yang lebih lembut dan merata, dimensi subjek juga terlihat lebih nyata dan alami. Pastikan langit-langit tidak terlalu tinggi atau memiliki warna yang tidak cocok, karena cahaya yang dipantulkan akan memiliki warna sesuai dengan warna langit-langit.

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment