Jul 8, 2017

Mitos tentang Sperma dan Kesuburan Pria

Benarkah sperma dapat membuat kulit halus? Benarkah sperma encer pertanda mandul? Benarkah merokok bisa menyebabkan impoten?

Kurangnya pendidikan soal kesehatan reproduksi membuat masih banyak mitos soal kesehatan seksual di Indonesia, termasuk soal sperma. Padahal tidak semua kabar yang didengar tersebut benar dan sudah dibuktikan secara ilmiah.

Berikut ini mitos tentang sperma dan kesuburan pria, yang dirangkum dari situs detik dan merdeka:

Mitos tentang Sperma

1. Membuat kulit halus

Kandungan sperma yang terdiri dari beberapa zat seperti asam sitrat, asam amino, fruktosa, enzim dan air disebut-sebut membuatnya memiliki khasiat untuk mencerahkan kulit wanita. Benarkah?

"Kandungan-kandungan itu untuk menunjang kehidupan si spermanya. Dibilang sperma bisa menghaluskan kulit karena kandungan spermin-nya, saya memang pernah dengar tapi saya sendiri belum menemukan buktinya itu," dr Johannes Soedjono, M.Kes., SpAnd, spesialis andrologi Unit Kesehatan Reproduksi-Andrologi RS AL Dr Ramelan, Surabaya, beberapa waktu lalu.

2. Tentukan jenis kelamin

Sperma yang dihasilkan dari buah zakar sebelah kiri akan menghasilkan anak perempuan. Sebaliknya, sperma yang dihasilkan oleh buah zakar sebalah kanan akan membuat istri Anda hamil anak laki-laki.

Pakar mengatakan hal ini tidak bisa dibuktikan. Sebabnya saat bercinta dan ejakulasi, kita tidak akan tahu sperma yang berhasil mencapai sel telur berasal dari zakar yang mana.

3. Nanas bikin sperma enak

Mengonsumsi nanas sebelum bercinta disebut-sebut dapat membuat sperma terasa enak saat ditelan ketika melakukan seks oral.

Namun terapis seks dari New York, Dr Madeleine Castellanos menyebutkan bahwa hal ini hanyalah mitos belaka.

Konsumsi jus nanas atau buah nanas sesaat sebelum bercinta tidak akan mengubah rasa sperma.

4. Sperma encer tandanya mandul

Sudah sejak lama ada anggapan bahwa cairan sperma (semen) yang encer dan tidak kental disebut-sebut tidak sehat dan mandul. Namun hal ini sudah dibantah oleh penelitian.

Kekentalan air mani tak bisa dijadikan tolak ukur kesuburan seorang pria. Kesuburan dipengaruhi oleh sperma yang ada di air mani, dan tidak terlihat menggunakan mata telanjang.

Analisa laboratorium harus dilakukan untuk memastikan densitas (lebih dari 20.000/ml), motilitas (lebih dari 50 persen sel jantan masih gerak dalam 4 jam), sel jantan abnormal harus kurang dari 40 persen, dan volume cairan sperma lebih dari 2 ml tiap ejakulasi.


Mitos tentang Kesuburan Pria

Mitos #1
Mitos terbesar mengenai kesuburan adalah bahwa kemandulan hanyalah masalah pria.
Fakta: Ini tidak benar. Faktanya, sekitar 40 persen kasus kemandulan terjadi pada pria. Ketika pasangan tak kunjung memiliki anak, pada banyak kasus dokter hanya melakukan pemeriksaan pada wanita, namun tak ada yang memeriksa pria.

Mitos #2
Stres adalah penyebab terbesar ketidaksuburan
Fakta: Salah. Sebenarnya stres mempengaruhi gairah seksual seseorang, namun tidak mempengaruhi kualitas sperma atau kuantitasnya. Jadi, sebenarnya stres tidak menyebabkan kemandulan pada pria. Hanya saja ketika stres pria enggan melakukan hubungan seksual sehingga tak bisa memiliki anak.

Mitos #3
Mendinginkan testis akan meningkatkan kualitas sperma
Fakta: Ini adalah mitos yang salah. Mendinginkan testis bisa berbahaya dan tak akan memberikan pengaruh apapun pada sperma. Hal-hal yang bisa mempengaruhi kualitas sperma adalah mengenakan pakaian dalam yang terlalu ketat dan mengemudi terlalu lama. Kedua hal ini bisa meningkatkan temperatur di sekitar testis dan mempengaruhi kualitas sperma. Selain itu panas dan radiasi dari laptop dan alat elektronik lain juga tak baik untuk sperma.

Mitos #4
Hanya pria tua yang memiliki masalah ketidaksuburan
Fakta: Tidak, bahkan pria muda juga bisa memiliki masalah kesuburan. Berkurangnya kualitas dan kuantitas sperma bisa terjadi ketika pria mulai berusia 20 tahun.

Mitos #5
Apakah merokok dan alkohol menyebabkan kemandulan?
Fakta: Benar. Berhenti merokok dan minum alkohol akan menghindarkan pria dari masalah kesuburan. selain itu, alkohol dan rokok juga diketahui membuat sperma menjadi beracun.

Mitos #6
Suplemen tertentu tak bisa membantu masalah kesuburan
Fakta: Antioksidan seperti Vitamin C, vitamin E, zinc, dan selenium bisa membantu menyuburkan pria dan mempengaruhi kualitas sperma.

Mitos #7
Telepon genggam yang diletakkan di saku bisa menyebabkan radiasi dan mempengaruhi kualitas sperma
Fakta: Ini belum tentu benar, karena masih harus dibuktikan dengan penelitian yang lebih besar.

Mitos #8
Jika sudah memiliki anak, pria terhindar dari masalah kesuburan
Fakta: Meski telah memiliki anak, pria masih bisa mengalami masalah kesuburan. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon yang mempengaruhi pria dan berkurangnya jumlah sperma. Jadi tak ada garansi bahwa karena sudah memiliki anak, pria akan terus subur hingga seterusnya.

Mitos #9
Berat badan tak berhubungan dengan kesuburan
Fakta: Salah. Pria yang memiliki BMI 20 - 25 cenderung memiliki kualitas dan kuantitas sperma yang lebih baik. Sementara pria yang kelebihan berat badan dan kekurangan berat badan diketahui memiliki kualitas dan kuantitas sperma yang tak terlalu baik.

Mitos #10
Terlalu sering bersepeda mempengaruhi kuantitas sperma
Fakta: Tidak benar. Bersepeda tidak mempengaruhi jumlah sperma yang diproduksi pria. Meski begitu, biasanya bersepeda bisa menyebabkan masalah ereksi pada pria.

Mitos #11
Orang yang gemar bersepeda harus memilih tempat duduk yang baik jika tak ingin mandul
Fakta: Sebenarnya, bukti penelitian menunjukkan bahwa bersepeda terlalu sering tidak mempengaruhi jumlah sperma, namun mempengaruhi ereksi pria. Semua dudukan sepeda yang menyebabkan mati rasa bisa membuat masalah ereksi pada pria. Jadi tidak bergantung pada jenis tempat duduk.

Mitos #12
Melakukan seks setiap hari meningkatkan kesuburan
Fakta: Ini tidak benar. Faktanya, kemungkinan kesuburan pria justru menurun. Jika ingin segera memiliki anak, sebaiknya lakukan seks lebih sering ketika masa subur wanita, bukannya setiap hari.

Itulah beberapa mitos dan fakta di baliknya. Jika mengetahui mitos lainnya jangan mudah percaya. Cari dulu fakta-faktanya. 
Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment