Jul 30, 2017

Mengenal Asgardia, Negera Pertama di Luar Angkasa. Bagian 1

Berita mengenai Asgardia, semakin santer terdengar. Banyak media membahasnya. Berikut ini informasi terkini dan terlengkap mengenai Asgardia.

Asgardia, Negera Pertama di Luar Angkasa

Bila anda penggemar berbagai kisah fiksi ilmiah dan berharap ada pesawat luar angkasa yang menampung sebuah kelompok masyarakat, hal tersebut akan segera jadi kenyataan.

Sejak 2016 silam, gabungan para ilmuwan secara internasional mengumumkan bahwa akan ada sebuah 'Space Nation' atau negera di luar angkasa. Ini adalah sebuah negara independen yang diberi nama 'Asgardia,' dan akan diluncurkan tahun depan bersama diluncurkannya sebuah satelit yang akan jadi proyek awalnya.

Menurut ide dari penggagas Asgardia, negara itu diharapkan berada di ketinggian sekitar 161-321 kilometer dari permukaan Bumi atau hampir setara dengan ketinggian Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Konsep negara baru di antariksa ini memperkenankan siapa pun untuk mendaftar sebagai warga. Syaratnya cukup berusia di atas 18 tahun, tidak peduli jenis kelamin, kebangsaan, ras, agama dan kekayaan. Bahkan seorang mantan narapidana pun bisa mendaftar asal memiliki catatan data yang jelas.

Jika Anda membuka website tersebut, sampai hari ini, Sabtu (29/7), sudah ada 285.264 orang yang mendaftar menjadi warga negara Asgardia. Negara yang paling banyak mendaftarkan diri adalah Turki, dengan 42.315 orang yang daftar. Sementara Indonesia ada di peringkat 4 dengan 13.553 orang yang mendaftar jadi warga Asgardia.

Dilansir dari CNN, warga negara Asgardia ini berumur 18 hingga 35 tahun, dengan 83 persen laki-laki, 16 persen wanita, dan 1 persen "lainnya."

Asgardia digagas oleh tim ilmuwan yang dikepalai oleh Dr. Igor Ashurbeyli, yang juga merupakan founder daru Aerospace International Research Center. tak cuma itu, Dr. Igor juga dinobatkan jadi kepala negara Asgardia.


Namun tujuan utama dari Asgradia sebenarnya adalah membentuk "masyarakat damai," yang punya akses lebih mudah ke teknologi antariksa dan berbagai teknologi canggih lainnya. Selain itu, Asgardia juga ingin jadi sebuah proteksi dari para penduduk Bumi dari berbagai hal berbahaya yang berasal dari luar angkasa. Hal tersebut meliputi berbagai puing-puing luar angkasa, semburan ledakan matahari, tabrakan asteroid, serta berbagai hal berbahaya lainnya.

Berikut konsep singkat negara Asgardia yang dikutip dari situsnya.

Selamat datang di Asgardia, negara antariksa pertama - sebuah proyek global, pemersatu dan kemanusiaan.

Konsep proyek terdiri dari tiga bagian - filosofis, legal dan ilmiah/teknologi.
Filosofi proyek mulai memilih nama untuk negara baru ini—Asgardia. Dalam mitologi Norse kuno, Asgard adalah sebuah kota di langit, negara para Dewa. Ini adalah realisasi impian abadi manusia untuk meninggalkan tempat lahirnya di Bumi dan berkembang ke alam semesta.

Asgardia adalah negara yang sepenuhnya matang dan merdeka, dan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di masa depan—dengan semua atribut yang dimiliki status ini; pemerintah dan kedutaan, bendera, lagu kebangsaan dan lencana nasional, dan sebagainya.

Inti dari Asgardia adalah Peace in Space, dan pencegahan konflik bumi dipindahkan ke luar angkasa.

Asgardia juga unik dari aspek filosofis—untuk melayani seluruh umat manusia dan setiap orang, terlepas dari kesejahteraan pribadinya dan kemakmuran negara tempat mereka dilahirkan.

Filosofis Asgardia adalah untuk ”digitalise the Noosphere”, menciptakan cermin kemanusiaan di luar angkasa namun tanpa pembagian dunia ke dalam negara dan agama. Di Asgardia kita semua hanya Earthlings!

Aspek hukum Asgardia.

Saat ini, banyak masalah yang berkaitan dengan hukum ruang tidak terpecahkan dan mungkin tidak akan pernah terpecahkan di hutan gelap modern yang kompleks dan kontradiktif. Pertengkaran geopolitik memiliki pengaruh yang besar, dan sering berakar pada sejarah militer lama dan konflik negara yang tidak dapat dipecahkan di Bumi. Inilah saatnya menciptakan realitas peradilan baru di luar angkasa.

Sangat penting bahwa hukum ruang angkasa tidak menjadi hukum rimba. Saat ini, hanya 20 negara di Bumi yang memiliki sekitar 200 tempat keberadaan. Hukum ruang baru harus sama-sama melindungi kepentingan setiap manusia di Bumi.

Ini berarti melindungi individu dan negara (terutama negara berkembang) dari ancaman luar angkasa serta memberikan manfaat menggunakan ruang untuk menciptakan barang dan layanan baru, dan sumber daya keuangan.

Bila anda tertarik untuk bergabung, silakan kunjungi situsnya : Asgardia
Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment