Jul 8, 2017

Gejala Asam Lambung Tinggi dan Obatnya

Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung menuju esofagus. Esofagus yang juga dikenal sebagai kerongkongan adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dan lambung. Penyakit asam lambung merupakan masalah kesehatan yang cukup umum terjadi di masyarakat.

Banyak yang memiliki kadar asam lambung tinggi dalam organ pencernaannya, namun banyak diantaranya yang tidak menyadari akan hal itu. Hal ini terjadi lantaran belum pahamnya mengenai apa saja gejala yang muncul akibat tingginya asam lambung, apalagi melakukan upaya pengobatan yang tepat.

Lambung termasuk organ dalam saluran pencernaan yang memiliki fungsi untuk menghancurkan makanan agar menjadi lebih kecil dan lunak sehingga dapat dengan mudah diserap oleh tubuh. Dalam melakukan fungsi pencernaanya tersebut lambung memiliki kandungan zat asam di dalamnya yang disebut dengan asam lambung. Akan tetapi asam lambung yang tinggi justru dapat menimbulkan masalah yang berdampak buruk pada kesehatan. Asam lambung merupakan zat asam yang termasuk golongan asam kuat yaitu asam hidroklorat (HCl).

Pada keadaan lambung yang normal terdapat mekanisme yang menjaga pengeluaran asam lambung yang berlebihan agar jumlah asam lambung tetap normal. Namun pada keadaan dimana terjadi ketidakseimbangan antara mekanisme penghambat dan mekanisme pengeluaran akan menyebabkan asam lambung tinggi, yang lama-kelamaan dapat menimbulkan penyakit maag, maag kronis, bahkan dapat menyebabkan tukak lambung.

Seseorang yang mengalami peningkatan asam di dalam lambungnya  akan merasakan beberapa hal yang merupakan gejala asam lambung tinggi. Gejala-gejala tersebut antara lain:
  • Refluks asam lambung atau regurgitasi. Asam di dalam perut akan kembali ke kerongkongan dan juga mulut sehingga muncul rasa asam dan pahit.
  • Sensasi terbakar di dada atau nyeri ulu hati. Kondisi ini dirasakan pada tulang dada. Rasa nyeri akan terasa lebih kuat setelah makan dan saat membungkuk.
  • Kesulitan menelan.
  • Merasa seakan-akan ada benjolan di kerongkongan saat menelan.
  • Laringitis: peradangan pada laring atau pita suara yang menyebabkan tenggorokan sakit dan suara menjadi parau.
  • Batuk kering tanpa henti, terutama di malam hari.
  • Sakit dada.
  • Mengi
  • Gigi menjadi rusak.
  • Bau napas tidak sedap.
  • Peningkatan jumlah air liur secara tiba-tiba.
Penyebab dari terjadinya penyakit asam lambung adalah karena :

Obesitas
Kelebihan berat badan atau mengalami obesitas akan menyebabkan tekanan tinggi didalam perut mereka daripada mereka yang mempunyai berat badan ideal. Dan tekanan yang tinggi ini yang diduga menjadi penyebab dari otot LES melemah.

Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak terlalu banyak
Untuk jenis makanan yang mengandung lemak biasanya membutuhkan waktu pencernaan yang lebih lama didalam perut Anda, sehingga asam lambung yang dihasilkan menjadi lebih banyak daripada baisanya dan resiko untuk kembali naik menuju ke esofagus juga lebih tinggi.

Mengonsumsi kopi, cokelat, alkohol, dan merokok
Semua unsur-unsur diatas merupakan penyebab dari otot LES menjadi rileks sehingga asam lambung akan kembali naik menuju ke esofagus.

Kondisi hamil
mereka yang sedang hamil biasanya akan mengalami bentuk perubahan hormon. Dan pada akhirnya hal ini akan membuat LES menjadi semakin lemah. Dan akan meningkatkan tekanan di perut Anda.

Hernia hiatus
Untuk kondisi seperti ini biasanya akan terjadi disaat sebagian dari lambung terdorong sampai menuju melewati diafragma. Dan LES akan semakin melemah untuk para penderita penyakit hernia hiatus.

Stress
Penyebab asam lambung naik akibat stress juga bisa membuat LES semakin melemah.
Untuk menurunkan asam lambung tinggi dapat dilakukan tanpa menggunakan obat-obatan yaitu dengan menghilangkan penyebab yang dapat meningkatkan asam lambung atau dengan menggunakan obat-obatan.

Beberapa jenis obat yang akan digunakan dokter untuk menurunkan asam lambung tinggi, yaitu:
  • Antasida: merupakan obat asam lambung tinggi yang paling banyak digunakan. Obat ini berfungsi menetralkan asam di dalam lambung. Obat dalam bentuk tablet harus dikunyah sebelum ditelan agar dapat berfungsi dengan baik. 
  • Antagonis Reseptor H2: obat ini berfungsi mengurangi pengeluaran asam lambung dengan cara menghambat kerja histamin, karena histamin diperlukan pada pengeluaran asam lambung. 
  • Penghambat Pompa Proton: obat ini berfungsi mengontrol pengeluaran asam lambung dengan menghambat ion (H+). Karena konsentrasi ion (H+) dalam HCl yang tinggi di dalam lambung akan menyebabkan asam lambung tinggi. 
  • Antibiotika: diberikan pada asam lambung tinggi yang disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori, Untuk membasmi kuman dan mencapai penyembuhan menyeluruh digunakan kombinasi 2 jenis antibiotik.
Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment