24 Penyebab Berat Badan Tidak Kunjung Turun dan Cara Mengatasinya

Terkadang beberapa jenis diet terdengar begitu mudah untuk dipraktekan, namun kenyataannya jauh berbeda. Dari mulai kue ulang tahun milik teman kantor, camilan sore hari, hingga sesi olahraga yang terlewatkan, begitu banyak rintangan yang akhirnya membuat Anda sulit menurunkan berat badan.

Tips Sukses Berjualan di Tokopedia

Berjualan online di Tokopedia sungguh menyenangkan, karena kemudahan dan keamanannya. Prosedur berjualannya juga tidak begitu rumit.

20 Alasan Kenapa Anda Tidak Kaya

Anda seorang perokok? Berhati-hatilah, karena rokok dan asapnya diketahui bisa menyebabkan berbagai macam penyakit yang beberapa diantaranya bahkan terbilang mematikan.

Tips Pintar Menggunakan Instagram

Para Instagamer atau IG-ers, sebutan bagi para pengguna Instagram, tentu berharap dapat memiliki banyak follower dan foto-fotonya sering masuk ke halaman Popular.

May 29, 2015

50 Perguruan Tinggi Nasional Terbaik

Pada tahun 2006, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan Nasional  telah merilis daftar 50 besar perguruan tinggi (PT) unggulan di Indonesia. Sebanyak 28 PT negeri (PTN) dan 22 PT swasta (PTS) tercatat di dalamnya.
Berikut ini daftar 50 promising indonesia universities (urut abjad) yang bisa jadi referensi dalam memilih PT/PTS :

1. Ahmad Dahlan University : www.uad.ac.id

2. Airlangga University : www.unair.ac.id

3. Atma Jaya Catholic University Jakarta : www.atmajaya.ac.id

4. Atma Jaya University Yogyakarta : www.uajy.ac.id

5. Bandung Polytechnic for Manufacturing : www.polman-bandung.ac.id

6. Bandung State Polytechnic : www.polban.ac.id

7. Bina Nusantara University : www.binus.ac.id

8. Bogor Agricultural University : www.ipb.ac.id

9. Bunda Mulia University : www.bundamulia.ac.id

10. Diponegoro University : www.undip.ac.id

11. Gadjah Mada University : www.ugm.ac.id

12. Indonesian Institute of the Arts, Jogja : www.isi.ac.id

13. Indonesian Institute of the Arts , Denpasar : www.isi-dps.ac.id

14. Indonesian Institute of the Arts , Surakarta : www.stsi-ska.ac.id

15. Institut Teknologi Bandung : www.itb.ac.id

16. Institute Teknologi Sepuluh November : www.its.ac.id

17. Jakarta Institute of the Arts, The : www.ikj.ac.id

18. Jember University : www.unej.ac.id

19. Jenderal Soedirman University : www.unsoed.ac.id

20. Maranatha Christian University : www.maranatha.edu

21. Merdeka University - Malang : www.unmer.ac.id

22. Muhammadiyah University of Malang : www.umm.ac.id

23. Muhammadiyah University of Surakarta : www.ums.ac.id

24. Padang State Polytechnic : www.polinpdg.ac.id

25. Padang State University : www.unp.ac.id

26. Padjadjaran University : www.unpad.ac.id

27. Palangkaraya University : www.upr.ac.id

28. Pancasila University : www.univpancasila.ac.id

29. Parahyangan Catholic University : www.unpar.ac.id

30. Pasundan University : www.unpar.ac.id

31. Pelita Harapan University : www.uph.ac.id

32. Sanata Dharma University : www.usd.ac.id

33. Satya Wacana Christian University : www.uksw.edu

34. Sebelas Maret University : www.uns.ac.id

35. Soegijopranata Catholic University : www.unika.ac.id

36. Sriwijaya University : www.unsri.ac.id

37. State University of Malang : www.malang.ac.id

38. State University of Medan : www.unimed.ac.id

39. Supra School of Bussiness and Computer Science : www.supra.ac.id

40. Tadulako University : www.untad.ac.id

41. Telkom School of Engineering : www.stttelkom.ac.id

42. Udayana University : www.unud.ac.id

43. University of 17 Agustus 1945, The : www.untag-sb.ac.id

44. University of Bengkulu : www.unib.ac.id

45. University of Indonesia : www.ui.ac.id

46. University of Mataram : www.unram.ac.id

47. University of Surabaya : www.ubaya.ac.id

48. Widyagama University of Malang : www.widyagama.ac.id

49. Widya Mandala Catholic University Surabaya : www.wima.ac.id

50. Yogyakarta State University : www.uny.ac.id

Tips Mendapatkan Beasiswa

Bagaimana tips mendapatan beasiswa?

1: Biasanya Anda baru dapat mengajukan permohonan beasiswa jika Anda telah diterima di kampus/universitas tujuan Anda kuliah.
Mungkin ini terdengar aneh, tetapi untuk langkah awal mungkin Anda perlu membayar biaya pendidikan (dan mungkin perjalanan) tanpa sokongan beasiswa. Mungkin Anda memerlukan pinjaman. Selanjutnya, setelah pengajuan beasiswa Anda diterima, Anda bisa membayar pinjaman tersebut dan biaya-biaya ekstra yang Anda keluarkan.

2: Beasiswa tidak akan meng-cover seluruh kebutuhan Anda
Sekali lagi, Anda tidak bisa belajar gratis. Kata orang Jawa Timur, “Jer Basuki Mawa Bea”(tidak ada kesuksesan tanpa biaya/usaha). Jika Anda cukup beruntung mendapatkan beasiswa penuh yang langka, Anda masih harus mencari uang untuk biaya perjalanan, makan, buku, telepon, dan refreshing.

3: Cari dari luar Universitas
Anda bisa mendapatkan daftar beasiswa dari di internet, termasuk beasiswa yang diberikan oleh swasta (seperti Beasiswa Fulbright), atau badan-badan pemerintah negara tujuan (seperti Monbusho – Jepang, British Council – Inggris, Erasmus Mundu – Uni Eropa, KIST – Korea, dll), atau dari pemerintah Indonesia (seperti Beasiswa Depkominfo). Periksalah dengan seksama apakah Anda memenuhi syarat – banyak program beasiswa yang member batasan tentang kewarganegaraan, program studi, dan usia.

4: Setiap beasiswa (walaupun kecil) itu membantu
Bahkan jika itu hanya hibah/beasiswa kecil yang menyediakan biaya untuk buku-buku kuliah Anda, ada baiknya meluangkan waktu untuk mengirim aplikasi permohonan beasiswa. Jadi saat Anda sudah sampai di kampus impian, Anda tak perlu lagi memikirkan biaya buku-buku.

5: Daftar beasiswa sebanyak yang Anda bisa
Ya, itu butuh waktu. Tapi kita membicarakan uang gratis! Jadi buat daftar semua beasiswa yang bisa Anda ajukan. Cek ulang apakah Anda sudah memiliki semua dokumen yang dibutuhkan, dan minta pendapat orang lain tentang esai atau surat lamaran yang telah Anda buat. Mengetahui pendapat orang tentang esai kita adalah hal yang baik.

6: Yakinlah
Jika pemberi beasiswa meminta esai atau keterangan yang menjelaskan mengapa Anda layak mendapat beasiswa, jangan malu-malu. Tulis semua prestasi yang menurut Anda relevan – bukan hanya prestasi akademik tetapi juga kerja-kerja sosial, pengalaman kerja, dan penghargaan.

7: Hindari penipuan beasiswa
Tidak ada yang namanya ‘jaminan dapat beasiswa’. Anda tidak perlu membayar biaya pengajuan beasiswa. Sayangnya, ada oknum-oknum yang meminta Anda untuk membayar dimuka lalu menghilang tanpa memberikan beasiswa kepada Anda.

8: Sediakan waktu yang cukup
Anda harus berpikir tentang keuangan Anda setidaknya 18 bulan sebelum Anda memulai program studi Anda. Tapi begitu Anda telah diterima di kampus/universitas, Anda mungkin hanya memiliki sedikit waktu untuk mengajukan beasiswa lain. Jadi jangan lewatkan tenggat waktu/deadline Anda, tetap menjaga komunikasi dengan konsultan StudyLink Anda dan dengan kantor internasional universitas.

9: Simpan semua dokumen
Anda memerlukan dokumen-dokumen tersebut agar Anda mendapatkan visa, dan itu termasuk dokumen penawaran/perjanjian beasiswa.

10: Siapkan rencana cadangan
Jangan putus asa jika semua aplikasi Anda ditolak. Ada cara lain untuk membiayai pendidikan Anda. Pinjaman mahasiswa, bantuan dari teman dan keluarga Anda, dan sponsor perusahaan patut Anda lirik juga sebagai jalan alternatif.

Persiapan Sekolah Ke Luar Negeri

Bagaimana persiapan untuk sekolah ke luar negeri? Berikut ini :

A. Persiapan

Hal persiapan yang harus anda perhatikan adalah :

1. Tips Memilih Perguruan Tinggi

Untuk memilih universitas yang baik, anda harus ekstra hati – hati karena akan menjadi bumerang dan akhirnya tidak diterima karena persyaratan yang dilalui sangat banyak dan tinggi. Selain itu faktor biaya, biaya hidup dan kemungkinan untuk lulus harus diperhatikan lebih lanjut karena kita harus bisa mengukur kemampuan yang dimiliki. Saya dapat memberikan tips memilih universitas luar negeri yang baik dengan cara :

- Lewat Kalender Universtas

Informasi ini telah disediakan dalam bentuk buku dan dapat di peroleh dari admin di universitas yang bersangkutan seperti dari “Admission Office”. Otherwise, anda dapat memperoleh lewat internet dengan mencari alumni dari universitas yang anda tuju dan meminta saran.

- Dari Referensi Profesor

Hubungilah profesor dari universitas yang bersangkutan. Sudah sewajarnya bilamana ada profesor mencari mahasiswa untuk membantu risetnya. Dan biasanya, profesor merupakan salah satu orang yang ikut andil dalam menentukan diterima atau tidak calon mahasiswa. Lagi – lagi, dari pihak admission office akan menanyakan perihal kesediaan profesor dengan masalah penelitian. So … bila kita telah menghubungi profesor dari universitas yang bersangkutan akan lebih mudah diterima.

- Lain-Lain

Melalui jalur sumber informasi yang lain seperti internet, majalah, buku, dan sumber informasi yang bisa membantu anda ketika menentukan pilihan universitas Kita juga dapat mengambil informasi dari sumber lain mengenai perguruan tinggi yang ingin dituju, seperti melalui Internet, majalah, buku, dan informasi-informasi dari sumber lain ini dapat membantu Anda dalam menentukan pilihan universitas yang anda tuju.

2. Tips Cara Memilih Universitas untuk S2 dan S3

Banyak sekali pilihan untuk kuliah S2 di luar negeri dan rata – rata tidak membutuhkan banyak fasilitas untuk riset yang berlebihan karena biasanya kuliah S2 cukup singkat. Setelah kuliah S2 biasanya merupakan langkah selanjutnya untuk memilih ke S3. Di saat Kuliah S2 anda bisa melihat kualitas S3 di tempat kuliah S2 anda ataupun di tempat lain. Karena kuliah S2 merupakan tempat ajang menunjukkan prestasi anda agar di rekomendasikan kuliah S3 oleh profesor di tempat lain. Dan yang terpenting, anda harus berencana juga untuk langkah kehidupan anda seperti halnya kapankah anda harus menikah, anak dan sebagainya. Sebab ini akan mempengaruhi kehidupan pribadi anda.

3. Tips Mencari Beasiswa

Carilah info mengenai beasiswa lewat universitas ataupun tempat lain bahkan lewat internet. Karena beasiswa yang biasa disebut scholarship akan dapat diperoleh dari universitas anda kuliah. Ada juga nilai point tambahan untuk ukuran prestasi mahasiswa. Rata – rata untuk mendapatkan tambahan dana, anda dapat bekerja dan di kampus telah mengijinkan dengan catatan jangan melanggar syarat yang diberikan yang dapat membahayakan status mahasiswa anda. Selain itu, anda mendapatkan support dari bantuan dana dari perusahaan.

4. Tips Hidup Di Luar Negeri

Selain kesibukan belajar di universitas, saran saya sebaiknya anda harus mempelajari budaya setempat dan bergaul dengan lingkungan anda. Pilihlah yang menurut anda baik dan tentu saja mendukung sebagai sarana belajar anda.Point ini jangan dianggap terlalu besar tetapi tidak juga dianggap terlalu remeh. Karena lingkungan sangat mempengaruhi langkah2 anda untuk belajar seperti cara berkomunikasi.

5. Tips Memilih Tempat Tinggal Di Luar Negeri

Cara yang paling efektif adalah bertanya kepada mahasiswa lain yang sudah lama bersekolah di universitas tersebut. Ada juga mencari informasi di student center, pengumuman di papan bahkan informasi yang tersebar di kampus anda.

- Asrama

Tempat tinggal yang paling dekat dengan kampus adalah asrama. Tetapi, biayanya sangatlah mahal, selain itu fasilitas dibuat sangat terbatas utuk menampung mahasiswa yang banyak.

- Apartemen

Rata – rata mahasiswa tinggal di apartemen yang letaknya tidak jauh dari kampus. Karena apartemen sangat disukai dengan kebebasan dan flesibelitas penggunaannya.Kesulitan yang didapat adalah mencari teman yang cocok untuk hidup bersama. Selain itu biaya di apartemen lebih murah daripada di asrama kampus.

- Basement di rumah

Ada beberapa tempat rumah atau kost yang disediakan untuk disewakan. Rata – rata memiliki beberapa kamar yang disewakan kepada mahasiswa dan fasilitasnya terbatas seperti kamar mandi, dapur dan kamar tidur. Biaya murah tetapi kebebasan nya terbatas.

6. Pergaulan sehari – hari

Perbedaan budaya dan pengetahuan sehari – hari seringkali menjadi kendala dalam pergaulan. Saya sarankan anda harus bergaul dengan warga setempat untuk mempelajari budaya agar anda mengerti baik dan buruk.

Tips Mendapatkan Beasiswa dari Dalam Negeri

Para orang tua pasti bertanya – tanya untuk mencari informasi sekolah di luar negeri. Untuk mendapatkan beasiswa banyak cara yang bisa dilakukan. Dikutip dari anneahira, berikut ini beberapa tips mendapatkan beasiswa dalam negeri.

Mencari Informasi Lewat Sekolah

Ini disarankan bagi Anda yang baru saja lulus sekolah. Usahakan mencari info di sekolah masing-masing tentang informasi beasiswa tersebut.

Memang, biasanya tak hanya satu beasiswa yang ditawarkan. Tetapi biasanya banyak yang menawarkannya. Untuk itu pilihlah yang sesuai dengan hati kecil Anda. Perhatikan syarat-syarat yang ada.

Pilih beasiswa yang paling sesuai dengan kriteria yang Anda miliki. Sebab, jika Anda benar-benar unggul dalam kriteria persyaratan tersebut maka peluang mendapatkan beasiswa menjadi lebih besar.

Mencari Lewat Internet

Sekarang ini jamannya internet. Anda bisa mencari beragam informasi tentang beasiswa dalam negeri ke berbagai situs internet. Carilah melalui situs pencarian semisal google dan yahoo.

Perhatikan persyaratannya dengan seksama. Jangan menunda waktu memasukan aplikasi pendaftaran permintaan beasiswa Anda melalui situs tersebut. Pastikan semua dokumen telah terkirim. Jadi, tak akan timbul kerugian dibelakang misalnya Anda tidak jadi mendapatkan beasiswa karena ada satu dokumen yang tak terkirim.

Mengandalkan Jaringan Kakak Kelas

Layaknya di sekolah, Anda pasti punya kakak kelas. Mereka yang lebih dulu masuk ke perguruan tinggi. Kalau bisa kontak mereka. Minta bantuan untuk mendapatkan informasi seputar informasi beasiswa dalam negeri.

Dengan mengandalkan jaringan alumni ini, diharapkan Anda akan memperoleh gambaran jelas mengenai beasiswa tersebut. Demikian pula kiat mempermudah urusan dalam mendapatkan beasiswa tersebut.

Memanfaatkan Jejaring Sosial

Situs jejaring sosial yang begitu marak akhir-akhir ini adalah facebook dan twitter. Lewat media ini Anda bisa bertanya kepada orang-orang yang berteman pada Anda di situs tersebut.

Atau mulailah dengan update status menanyakan beragam informasi mengenai beasiswa. Dengan begitu Anda berkesempatan mendapatkan masukan yang berharga dari teman-teman tersebut yang kemudian menjadi dasar memilih kira-kira beasiswa mana yang akan didaftar.

Menulis Surat Pembaca di Koran

Cara yang juga cukup ampuh, yaitu menulis surat pembaca di koran. Bayangkan ribuan dan jutaan orang akan membaca tulisan Anda. Cobalah untuk menulis bahwa Anda benar-benar ingin mendapatkan beasiswa untuk biaya melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

Dari situ Anda meminta informasi pada pihak-pihak yang membuka lowongan penerimaan beasiswa. Jangan lupa cantumkan informasi lengkap Anda terutama nomer telepon dan email agar mudah dihubungi.

Kiat Mendapatkan Beasiswa

“Masalah informasi merupakan kendala terbesar saya untuk mendapatkan beasiswa. Saya yang bekerja di Papua, baru bisa membaca koran setelah satu minggu terbit. Jadi, persaingan belum dimulai, saya sudah harus menghadapi kendala dulu,” kata Togap Siagian (29), penerima beasiswa Fulbright 2000 dan pendiri kelompok kores- pondensi surat elektronik internet khusus beasiswa (http://groups.yahoo.com/group/beasiswa).

Sejak pertama didirikan, 21 Maret 2000, Siagian memang sendirian mengelola mailing list itu. Dia menjadi moderator surat-surat yang masuk, baik berisi pertanyaan, informasi mengenai beasiswa di seluruh dunia, dan kiat memenangkannya.

“Orang Indonesia punya potensi memenangkan beasiswa, namun mereka menghadapi banyak kendala yang sebenarnya bisa diatasi dengan mudah. Karena tidak bisa mengatasi kendala itu, mereka kalah. Mailing list ini bertujuan membantu memberi informasi untuk siapa saja yang ingin mendapatkan kesempatan sekolah dengan beasiswa. Semacam wadah saling berbagi informasi dan pengalaman,” kata Siagian.

Sekarang, Siagian yang masih bekerja di Papua, sudah dibantu delapan moderator yang tersebar di Bandung, Yogyakarta, Jakarta, Inggris, Jepang, Belanda, dan Amerika. Mereka menyortir, menjawab, menghapus surat elektronik yang tidak penting, dan memperingatkan pengirim surat yang tidak menjelaskan maksudnya dengan jelas. “Banyak peserta minta informasi tentang beasiswa untuk pendidikan master. Peserta ini tidak menjelaskan jenis pendidikan dan di mana. Kadang-kadang hal seperti ini menjengkelkan juga,” aku Siagian.

Para milister (peserta mailing list) semakin hari semakin bertam- bah. Saat ini, jumlah peserta mencapai ribuan orang yang tersebar di seluruh dunia. Untuk menjadi anggotanya, cukup mengirim surat kosong ke alamat beasiswa-subscribe@yahoogroups.com. Yayasan pemberi beasiswa pun agaknya telah percaya dengan mereka, sehingga sering memberi informasi mengenai program beasiswa dari lembaga mereka.

Selain dari mailing list beasiswa dan website infobeasiswa, informasi beasiswa juga bisa didapat dengan tiga cara. Pertama, mendaftar ke badan pemberi beasiswa. Misalnya Yayasan Sampoerna, Aminef untuk beasiswa Fulbright, dan British Council untuk Chevening Award.

Kedua, peminat bisa langsung mendaftar ke universitas yang diinginkan. Peminat bisa berkores- pondensi langsung dengan profesor di universitas itu dan minta surat rekomendasi.

Ketiga, melalui penelitian. Biasanya jika seorang profesor atau universitas ingin melakukan penelitian besar, mereka membutuhkan asisten. Asisten ini akan dibayar, dan uangnya bisa dipakai biaya studi dan biaya hidup. Biasanya, mereka akan mendapatkan biaya studi lebih murah karena mereka bekerja untuk universitas. Lagi pula, proyek penelitian seperti ini akan memakan waktu minimal lima tahun, waktu yang cukup panjang untuk studi.

Dari ketiga cara mendapatkan beasiswa itu, hal terpenting yang harus dipegang peminat beasiswa adalah memenuhi syarat yang diminta. Jika memang diperlukan nilai TOEFL/IELTS (standar nilai kemampuan berbahasa Inggris), pastikan memilikinya. Begitu juga bila diperlukan syarat kecakapan matematik seperti GMAT, dan lainnya.

Menurut Pangesti Wiedarti, dosen Fakultas Bahasa dan Seni di Universitas Negeri Yogyakarta yang juga penerima beasiswa doktor di bidang linguistik Universiy of Sydney, sebaiknya peminat beasiswa mencari beasiswa tidak di satu universitas saja. “Carilah di beberapa universitas agar mendapatkan beasiswa yang benar-benar cocok,” ujar Pangesti.

Sidrotun Na’im, penerima beasiswa Australian Development Scholarship (ADS) 2003 me- ngatakan, peminat beasiswa dari Indonesia bagian timur memiliki peluang lebih besar daripada peminat Indonesia bagian barat. Sepertiga dari jatah beasiswa ADS yang ada diberikan untuk Indonesia timur. “Jika dilihat dari potensi dan kondisi Indonesia timur, peminat Indonesia timur memiliki peluang lebih besar,” kata Sidrotun.

Salathiel Gideon, penerima beasiswa S2 dari Yayasan Sampoerna mengatakan, dirinya menerapkan empat langkah strategis untuk memenangkan beasiswa itu.

Pertama, ketika memutuskan mendaftar beasiswa, dia membuat perencanaan. Apa saja yang harus dia lakukan untuk beasiswa tersebut. “Saya menentukan program apa yang akan saya ambil, lalu saya catat apa saja yang dibutuhkan jika saya mengambil program tersebut. Saya juga belajar membuat surat rekomendasi dan mempersiapkan diri untuk tes wawancara,” kata Gideon.

Kedua, Gideon melakukan tahap-tahap yang telah dia tentukannya dalam rencana. Dia mengakses situs Yayasan Sampoerna dan mencari tahu apa saja yang diminta. “Saya benar-benar mempersiapkan diri untuk menghadapi tes tulis. Saya cari buku-buku yang bisa menjadi nara sumber. Kemudian, saya berdiskusi dengan pemberi rekomendasi. Selain itu, saya juga berkonsultasi dengan teman-teman yang pernah mendapatkan beasiswa,” kata Gideon.

Ketiga, mengecek apa yang telah dia lakukan. Gideon berulang kali melihat apa yang telah dia pelajari dan mencoba mengerjakan tes yang ada. Dia juga mengecek adakah persyaratan yang belum dia penuhi.

Keempat, mengecek ulang. Jika memang apa yang telah dia lakukan masih dirasakan kurang, Gideon tidak ragu-ragu mengulang. Begitu juga dengan surat rekomendasi. Jika, surat rekomendasi itu dirasa tidak membantu, lebih baik mencari rekomendasi lain. “Saya pertimbangkan benar, apakah surat rekomendasi itu sungguh-sungguh mengevaluasi diri saya dengan adil. Jika tidak, lebih baik saya cari rekomendasi lain,” tegas Gideon. (ARN) Diambil dari harian Kompas.

Strategi Mencari Beasiswa di Jepang

Danardono Dwi Antono
Mahasiswa Program Doktor di Tokyo University

Lulus SMA, mendapat kesempatan studi ke luar negeri dengan beasiswa yang cukup merupakan impian sejak kecil. Apalagi dengan beasiswa itu kami tidak hanya dapat hidup layak dan mandiri di luar negeri, tapi juga bisa mempunyai kesempatan untuk jalan-jalan, mencicipi teknologi baru dan menambah wawasan lain. Selain juga karena bisa segera hidup mandiri di luar negeri tanpa bergantung pada bantuan keuangan dari orang tua menumbuhkan suatu kebanggaan di hati. Bahkan sebaliknya, banyak dari kami menyisihkan sebagian dari beasiswa, untuk membantu orang tua dan kakak/adik, memberi kesempatan berbakti kepada orang tua, dan berbagi kebahagian dengan anggota keluarga lain.

Menggapai mimpi

Dari kecil, salah satu impian saya adalah sekolah ke luar negeri. Sekolah di negara yang turun salju saat musim dingin tiba, begitulah angan-angan saya dulu. Beruntung sekali saya memiliki orang tua yang walau tidak mampu untuk menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri, namun selalu memompakan semangat dan motivasi untuk belajar yang giat dan menyarankan untuk selalu mencari informasi beasiswa ke luar negeri karena itulah jalan satu-satunya agar saya bisa sekolah di luar negeri. Saat itu biaya kuliah belum semahal sekarang, toh kuliah di PTS misalnya tampaknya memberatkan bagi keluarga kami. Terinsipirasi kisah hidup orang tua yang selalu menceritakan bahwa dulunya dia sudah bisa bekerja sejak lulus SMA, saya pun berniat untuk bisa mandiri sejak lulus SMA. Saat itu lah, saya berpikir singkat mendapat beasiswa full untuk kuliah di luar negeri adalah jalan singkat merealisasi niat dan impian saya tersebut.

Saya percaya bahwa mimpi tidak akan datang sendiri namun harus diperjuangkan. Usaha untuk meraihnya perlu diniati dan disungguhi. Masuk SMA, saya mulai buka mata pasang telinga. Rajin bertanya-tanya ke guru-guru di SMA, mencari-cari info di surat kabar dimana saat itu internet belum ada. Tentunya akan sangat berguna jika kita mencari informasi beasiswa mulai dari 2 tahun sebelum lulus SMA. Minimal kita tahu keberadaan program beasiswa itu yang pada saatnya setelah lulus SMA kita tahu kepada siapa kita harus mencari tahu informasi beasiswa tersebut. Tinggal di Jakarta, saat kelas 3 SMA, saya bahkan kadang datang atau menelpon ke Kedutaan Besar / Pusat Kebudayaan Asing untuk sekedar bertanya apakah ada beasiswa yang tersedia untuk lulusan SMA. Dengan adanya internet, mencari informasi beasiswa untuk pelajar SMA sekarang terutama yang tinggal di luar Jakarta tampaknya sudah tidak sesulit dulu.

Satu hal yang saya sayangkan, bahwa angan-angan untuk kuliah di luar negeri tidak mendominasi di hati-hati teman-teman SMA saya saat itu. Beberapa di antaranya bahkan sudah enggan saat saya ajak untuk mencari informasi beasiswa. Belakangan hari, saat saya ikut seleksi suatu beasiswa, saya juga tidak merasa bahwa finalis-finalis yang ada saat itu benar-benar sungguh-sungguh ingin bisa kuliah di luar negeri. Namun sebaliknya saya juga salut dengan alumni-alumni dari sebuah SMA yang sangat bersemangat bersama-sama mencari informasi-informasi tawaran-tawaran beasiswa yang ada.

Mendapat beasiswa

Lulus SMA, saya mendapat beasiswa full dari Mitsui Bussan, sebuah perusahaan Jepang, untuk studi Bahasa Jepang dan kuliah S1 di Jepang. Yang saya maksud dengan beasiswa penuh adalah beasiswa yang terdiri dari gaji bulanan (monthly allowance) dan biaya kuliah, karena ada beasiswa lain yang hanya memberikan gaji bulanan saja. Dalam sistem seleksinya, Mitsui Bussan bekerja sama dengan Dikdasmen dan eksklusif untuk SMA yang ditunjuk Dikdasmen. Hal ini dilakukan untuk penghematan biaya pelaksanaan, karena hanya 2-3 pelajar yang akan terpilih untuk menjadi penerima beasiswa ini.

Walau sayangnya program beasiswa Mitsui Bussan berhenti mulai tahun ini, namun di sini saya tuliskan tahap-tahap penyeleksian yang mungkin berguna untuk kesempatan lain. Materi seleksi pertama adalah ujian tulis Matematika dan Bahasa Inggris. Dari seleksi pertama terpilih sekitar 12-16 orang yang berhak ikut ujian kedua berupa tes kesehatan, psikologi, maupun wawancara. Persiapan untuk wawancara begitu penting, karena ini lah yang paling menentukan. Nilai terbaik menjadi tidak berarti kalau anda dianggap sebagai orang yang tidak komunikatif dan emosional.

Kondisi sepuluh tahun lalu mungkin berbeda dengan sekarang. Namun saat itu tawaran beasiswa ke luar negeri yang tersedia untuk lulusan SMA adalah ke Jepang untuk banyak bidang, dan Belanda untuk bidang ekonomi. Belakangan ada tawaran beasiswa dari Singapura, namun tidak beasiswa full dan informasinya tidak tersebar luas. Beasiswa ke Jepang sendiri terutama dari Monbukagakusho melalui Kedutaan Besar menyediakan beberapa jenis beasiswa untuk lulusan SMA dan untuk lulusan S1. (Lebih lengkapnya lihat http://www.id.emb-japan.go.jp/scholarship.html) untuk jelasnya. Dua hal yang perlu saya tekankan di sini, pertama adalah sangat sulitnya untuk lulus Program S-1 untuk kedokteran umum dan kedokteran gigi sehingga dianjurkan untuk memilih jurusan lain bagi yang berminat dengan kedua jurusan itu. Kedua adalah, saya pribadi tetap menganjurkan untuk mengambil program D-3 walau di Indonesia sudah diterima di PTN-PTN ternama, karena setelah lulus D-3 kesempatan untuk mendapatkan degree bisa diperoleh dengan melanjutkan kuliah selama 2 tahun ke Universitas (langsung tingkat 3). Apalagi kalau mengingat begitu mahalnya biaya kuliah di Indonesia. Sebagai referensi, uang masuk di universitas negeri di Jepang, sekitar 300.000 yen, sementara uang kuliah satu semester 270.000 yen. Dibanding kuliah di luar negeri lain, Amerika maupun Australia, biaya pendidikan di Jepang termasuk murah. Belum lagi ditambah dengan adanya kemungkinan mendapat keringanan uang sekolah di universitas negeri tertentu. Penulis sendiri mendapat kemudahan bebas uang kuliah 100% selama lebih dari 3 tahun.

Untuk beasiswa program Pasca-Sarjanaa selain beasiswa Monbukagakusho jenis G-to-G untuk pegawai negeri sipil dan jenis U-to-U untuk umum, juga ada beasiswa Panasonic untuk program Master http://www.panasonic.co.id/panasonic_scolarship/index.asp.

Beberapa hal yang mungkin menjadi pikiran saat mencari beasiswa untuk kuliah di luar negeri adalah pertama apakah adanya perjanjian seperti ikatan kerja setelah selesai program beasiswa. Beasiswa yang saya sebut di atas, tidak ada yang memiliki ikatan kerja. Untuk beasiswa lain, kalaupun ada perjanjian tertentu, tentunya penerima beasiswa yang sudah lulus SMA maupun orang tuanya sudah cukup dewasa untuk mengerti arti dan tanggung jawab sebuah akad/perjanjian dengan menyatakan kesanggupannya menerima beasiswa tersebut. Catatan lain adalah tentang jurusan- jurusan di universitas di Jepang, yang tentunya belum tentu sama dengan apa yang ada di Indonesia, juga dengan tingkat kesulitan masing-masing jurusan. Di kampus saya, untuk undergraduate course, Jurusan Fisika di Fakultas Science adalah jurusan yang banyak diminati, dan tempat berkumpulnya mahasiswa pandai yang berminat di bidang Science maupun Engineering. Bisa kita bandingkan dengan jurusan Fisika di fakultas MIPA di universitas-universitas di Indonesia yang kurang diminati. Lulusan Fakultas Science tentunya juga dapat masuk ke bidang-bidang Engineering saat mencari kerja, dan juga sebaliknya. Sehingga kekhawatiran bahwa lulusan Science sulit mencari kerja tentunya tidak terbukti. Apalagi untuk negara seperti Jepang, dimana setiap perusahaan biasanya mempunyai unit Research and Development yang tentunya membutuhkan lulusan dari berbagai jurusan. Terakhir dan terutama mungkin, kekhawatiran untuk memilih Jepang sebagai tempat studi memang beralasan. Tentunya karena kesulitan bahasa Jepang yang menggunakan kanji itu sendiri. Namun untuk masing-masing program beasiswa terutama untuk beasiswa Monbukagakusho, biasanya juga mencakup studi bahasa Jepang yang cukup untuk dapat mengikuti kuliah di universitas.

Tinggal di Jepang

Saya belum pernah tinggal di luar negeri selain Jepang, namun dengan kemampuan berbahasa Jepang yang saya miliki, saya merasakan kehidupan di Jepang begitu menyenangkan. Kekurangan dengan tinggal di Jepang adalah tentunya berkurangnya kesempatan menggunakan bahasa Inggris. Biaya hidup mungkin memang tinggi, tapi selama mendapat beasiswa yang cukup rasanya itu bisa diakomodasi, termasuk di dalamnya uang kuliah yang relatif murah kalau dibanding dengan di negara-negara seperti Amerika, Inggris atau Australia. Kesempatan untuk bekerja paruh waktu pun terbuka lebar. Kalau melihat perjuangan teman-teman dari Cina maupun Korea misalnya, mereka rata-rata tidak mendapatkan beasiswa juga tidak semua datang dari keluarga kaya, toh mereka bisa survive tinggal di Tokyo misalnya. Tidak lain dan tidak bukan, karena mereka berjuang keras untuk itu dengan kerja paruh waktunya bahkan sampai mengorbankan waktu tidurnya. Semangat seperti itu yang mungkin masih kurang di antara kita bangsa Indonesia.

Beasiswa pertama saya habis seiring dengan lulusnya saya dari program S1. Untuk melanjutkan studi tentunya saya membutuhkan beasiswa lain. Mencari beasiswa lain tidak mudah namun tetap kemungkinan itu selalu ada. Walau tergantung universitasnya, namun tawaran beasiswa untuk mahasiswa asing yang berbagai jenis macam dan besarnya tetap ada. Walau sulit tentunya kemungkinan mendapat beasiswa selalu terbuka. Di universitas saya, kebetulan tawaran beasiswa banyak sekali, hanya saja karena di kampus saya banyak sekali mahasiswa asing sehingga biasanya ada seleksi untuk tiap-tiap beasiswa yang memerlukan rekomendasi dari universitas. Sebaliknya di universitas lain, walau tawaran beasiswa sedikit, namun karena jumlah mahasiswa asingnya sedikit, kesempatan mendapatkan beasiswa menjadi besar. Hanya siswa yang lulus seleksi yang akan direkomendasikan universitas untuk bisa mendaftar beasiswa tersebut. Selain melalui jalur kampus, ada juga jenis beasiswa yang bisa diakses oleh setiap mahasiswa asing tanpa melalui kampus, alias daftar langsung. Tentunya untuk memperoleh beasiswa jenis ini pun ada seleksinya. Untuk beasiswa dengan cara mendaftar langsung seperti ini, peran “menjual diri” dalam bahasa Jepang sangat signifikan dalam menulis formulir dan saat seleksi wawancaranya. Beasiswa-beasiswa yang saya sebutkan ini biasanya datang dari perusahaan-perusahaan, dan hampir semua tidak menyaratkan perjanjian khusus setelah program beasiswa berakhir. Selain itu ada beasiswa yang diberikan dari universitas.

Sebagai pengalaman pribadi, saya mendapat beasiswa Epson selama 2 tahun setelah lulus seleksi di kampus dan direkomendasikan universitas. Setelah direkomendasikan universitas, biasanya kemungkinan mendapat beasiswa tersebut menjadi sekitar 90%. Selain itu saya juga sedang mendapat beasiswa Tokyu melalui jalur daftar langsung. Sebagai gambaran saat saya mendaftar beasiswa Tokyu itu perbandingan jumlah siswa yang lulus seleksi dan yang mendaftar adalah 18/950. Program beasiswa lain biasanya hanya menyediakan 10 tempat untuk penerima beasiswa baru setiap tahunnya. Besar beasiswa tiap-tiap program berbeda begitu pula dengan waktu penerimaan beasiswa, ada yang satu tahun ada pula yang dua-tiga tahun.

Penyebaran informasi

Banyak teman-teman yang mengeluhkan tidak menyebarnya informasi-informasi beasiswa terutama untuk lulusan SMA di daerah-daerah menyebabkan penerima beasiswa terutama di masa lalu terpusat untuk pelajar-pelajar di kota besar. Beruntunglah pelajar yang sekolahnya menyediakan informasi-informasi tersebut, namun jelas tidak semua sekolah seperti itu. Berkat internet, penyebaran informasi beasiswa di Indonesia menjadi lebih baik dibanding 10 tahun lalu, yang hanya bisa dibaca melalui pengumuman di surat kabar tertentu seperti Kompas misalnya. Salah satu cara lain, adalah kontribusi penerima beasiswa untuk menyebarkan informasi tersebut ke almamaternya. Cara ini lah yang saya tempuh selama ini sebagai kontribusi saya kepada almamater, mengingat saya juga mendapat beasiswa pertama kali melalui SMA saya itu. Namun sayangnya tidak banyak yang melakukan cara tradisional seperti ini dengan berbagai alasan. Cara lain untuk memperoleh banyak informasi mengenai beasiswa di luar negeri terutama untuk pasca sarjana, adalah melalui mailing list (milist) beasiswa@yahoogroups.com yang memiliki member sampai ribuan banyaknya. Saya yang juga member di mailing list sangat salut terutama kepada moderator-moderator milist ini yang banyak mengshare berbagai informasi beasiswa di situ.

Membaca tulisan-tulisan yang muncul di milist itu, terasa bahwa semangat untuk sekolah di luar negeri bagi banyak orang Indonesia meningkat yang mungkin perlu disimak bagi kita semua yang sudah sukses mendapat beasiswa dan studi di luar negeri agar semangat kita semua untuk belajar keras tidak luntur saat sudah tiba dan belajar di luar negeri walaupun menemui berbagai kesulitan dalam hidup di negara asing. Karena memang hidup di negara asing tidak mudah.

Catatan terakhir saya berikan kepada pencari beasiswa yang berminat sekolah di Jepang. Yaitu jangan biarkan sikap ‘ingin selalu disuapi’ dalam mencari informasi. Dengan adanya internet, informasi-informasi untuk kehidupan di Jepang misalnya tentunya semakin mudah dicari, misalnya melalui situs berikut http://www2.jasso.go.jp/index_e.html atau pengumuman tawaran beasiswa http://www.dikti.org/beasiswa/. Membaca pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di milist PPI-Jepang pun membuat saya perlu menekankan agar pencari beasiswa lebih aktif dan mampu mendefinisikan studi dan minat riset yang diinginkan. Karena kadang ada permohonan bantuan untuk mencarikan contact Professor di bidang TI untuk bisa mendaftar beasiswa Monbukagakusho untuk paska-sarjana misalnya tanpa penjelasan lebih detil tentang bidang riset yang diminati, atau bahkan identitas pribadinya. Orang lain pun tentunya akan sulit dan malas membantu kalau tidak melihat kesungguhan pencari informasi. Yang terbaik adalah usahakan mencari informasi sendiri melalui internet atau kalau tinggal di Jakarta dan sekitarnya, bisa berkunjung ke Pusat Kebudayaan Jepang misalnya untuk dapat bertanya lebih lanjut untuk studi ke Jepang dan prosedur-prosedurnya. Lalu setelah usaha untuk mencari contact Professor dilakukan namun tidak membuahkan hasil, barulah mencoba bertanya. Namun tentunya jangan terlalu mengharapkan akan datangnya jawaban dengan cepat. Karena tentunya orang lain yang berbeda bidang keahliannya, tidak mampu memberikan saran, belum lagi karena kesibukan orang yang ditanya.

Penutup

Biaya sekolah yang semakin tinggi dari tingkat Taman Kanak-kanak sampai perguruan tinggi di Indonesia akhir-akhir terasa begitu memprihatinkan. Bagi penulis hal itu menjadi ironis dengan kenyataan bahwa dengan tinggal di Tokyo yang tahun ini kembali terpilih sebagai kota yang termahal di dunia ternyata mengantarkan untuk tidak sekedar lulus S1, namun juga S2 dan sekarang studi S3 tanpa biaya dari orang tua. Semoga anak-anak Indonesia mendapat haknya untuk bisa menikmati pendidikan dengan biaya yang terjangkau.

Sumber: Buletin Inovasi PPI Jepang

How to Apply Scholarship

Scholarship Tips :

Education is invesment. Expensive of expense of education can be overcome with looking for source of fund like from scholarship. To submit the application of scholarship there are some tips which must be known:

* Do your research. Take the time to look for various scholarships and their requirements and deadlines. Ask your friends, guidance counselor, and local community foundation for information on scholarships. Look at scholarship websites like www.fastweb.com. Make sure that you qualify for the scholarship before spending your time filling out the paperwork! Apply only if you are eligible, and check that you are able to complete the requirements before the deadline.
* Start early. Give yourself plenty of time to fill out the application, ask for the necessary letters of recommendation and transcripts, and submit it in on time!
* Follow the directions. Don’t go to all the work if you’re not going to do it right and make sure you print legibly and that you have answered the questions asked. Do not leave information incomplete.
* Review the application. Edit your essay. Read it out loud to yourself. Have a friend or family member look over it for mistakes.
* Be honest and let the application show your true self. Your own stories and thoughts are great because they are your own, and they help your application stand out from the rest! Many applicant reviewers are looking for students who are more than their resume they want to help real people who are interested in furthering theireducation.
* Don’t be afraid to ask for help. Use your resources ask for help and do your research. You can quickly become a “pro” at filling out applications but it takes practice and patience to do it right. The time and energy will pay off if you receive a scholarship!
* Make a copy of the application for your file. Also, keep a written record of the scholarships for which you have applied.
* Follow deadlines! Late applications are not considered.

Source : http://www.infobeasiswa.net/archives/2007/02/07/tips-for-students-on-how-to-apply-scholarship/

Killer Tips for Scholarship Applicants

Scholarship Tips :Preparing a well-written scholarship application is often a difficult process. This post includes ten essential tips for perfecting your scholarship application. The tips included here will help you meet the deadlines, please the scholarship sponsor, perfect your essay and more!

1. Identify and Meet the sponsor’s goals. Who wins scholarships? The student who best meets the sponsor’s formal and informal requirements. Therefore, to win a scholarship, you need to meet a sponsor’s goals. As simple as this may seem, many students simply meet the sponsors bare requirements and hope for the best. Do not do this! Read through all the scholarship information watching for details and clues about what the sponsor’s formal and informal requirements. By meeting the sponsor’s goals you increase you chance of winning exponentially!
2. Participate in extracurricular activities. Surprisingly, most scholarship committees do not simply choose the student with the highest grade point average (GPA) or SAT score. Instead, most scholarships are equally interested in a students extracurricular activities. Is he involved in his community? Does he have an after-school job? Did he start his own business? What hobbies does he have? The scholarship coordinators are interested in giving the award to the person they consider the most well-rounded student. Grades are important, but they are only half the story. Therefore, it is to your advantage to participate in extracurricular activites. Join 4-H. Volunteer at your local library. Start a business. Find a hobby. All these activities will help make you stand out to scholarship sponsors.
3. Watch the deadline like a hawk. We will never know how much scholarship money is lost simply because the applicant missed the deadline. When students are applying to many scholarships at once it is easy to confuse the deadlines and send the applications on the wrong date. To avoid this danger, students should keep a calendar either on paper or online. On you calendar, write the name of each scholarship in red on its deadline, and in black one week before the deadline. Try to get scholarship applications in before the black (early) deadline but make sure that you get it in before the red (final) deadline.
4. Proofread your application one more time. How can you increase your chance of winning in under 5 minutes? By proofreading your application. Most scholarship committees do not even consider scholarship applications that have major blunders. Did you get your address right? Did you get the scholarship name right? What about the coordinator’s name? Once you have verified the information on the application, read through you essay once more. Are their any major spelling errors? What about grammar errors? Is the header of the essay formatted correctly? Simply spending a little more time can vastly increase your chance of winning.
5. Search, Search, SEARCH! Persistence is the key to getting a scholarship. Finding good scholarships is often a difficult job. I know for myself, when I have spent two hours looking through scholarships without finding one for me, I feel like giving up. Don’t. You can stop for the day if you get too tired, but keep on looking the next day. Think of it this way. The harder a time you have finding a scholarship; the less competition you will have! So, keep on looking and eventually you should get a scholarship.
6. Organize your surroundings and your time. Keeping organized is one of the most important habits all college students should develop. It helps with study time. It helps with scholarships. When your surroundings are organized, is easy to concentrate on your application. On the other hand, when your surroundings are disordered, it is easy to get distracted or loose important papers. Organizing your time is equally important. When your time is well-scheduled, you can reduce “dead time” and meet your deadlines. However, when your time is not ordered, it is easy to miss important deadlines or schedule two things for the same time. Keep organized!
7. Watch for scholarship scams. Sadly, there are many scam artists who try to make money off gullible students. College scholars loose millions of dollars every year to these scholarship scams! That is the bad news. Now, here is the good news – most scholarship scams are easily recognizable … if you know the signs. The cardinal rule of scholarship scams is: “If it takes money to get money, it is probably a scam.” After all, aren’t scholarship sponsors supposed to be giving you money? Strictly following this rule will help you escape most scams, but some scams are not so easily caught. Certain scholarship scams do not ask for money. Instead, they request personal information, so they can commit identity theft or other crimes! For more information on avoiding scholarship scams read my post on the “23 Warning Signs of Scholarship Scams“.
8. Write an Accomplishments Resume. Often when writing scholarships, it is difficult to remember some important piece of information. The date that you started work at a certain job. Or what your boss said about your work. Looking for this information can break your concentration, lower your writing quality, and decrease your chance of winning the scholarship. Before you start applying for scholarships, write an accomplishment resume. On this resume include all the important information such as dates, a summary of your work, and recommendations. I have written my accomplishments resume online using LinkedIn. Because of the way LinkedIn works, it is easy to organize all the information and gather recommendations. By the way, if you do join LinkedIn, you are welcome to connect with me :) .
9. Use concrete examples in essays. If the scholarship requires that you write an essay (and most do), don’t simply use abstract information – use concrete examples. For example, instead of writing an abstract essay about volunteering in college, write about your experiences while volunteering. This is an excellent time to use your accomplishments resume. Scholarship sponsors want to hear about you and your experiences, not about some abstract topic.
10. Double check the eligibility requirements. Does the scholarship require demonstrated need? What about full-time enrollment? Or a minimum GPA? Double checking the eligibility requirements will save you time spent in writing unnecessary scholarship applications.

Armed with these ten must-have tips, you should be able to make your scholarship application and essay more noticeable to the scholarship evaluation committee. What are your favorite for scholarship applications tips?

Warning Signs of Scholarship Scams

Scholarship Tips :

Scholarship scams

Scholarship scams are much to common on the internet. Many students applying for scholarships get ripped off every year by fake scholarships. Using these twenty-three tips, however, attentive scholars should be able to avoid losing money.

1. No Telephone Number – One common characteristic of scholarship scams is the lack of phone numbers. While they may have a email, scams rarely include a phone number – it is much too easily traced.
2. No Proof of Past Winners – If there is not record of anyone having ever won the scholarship, the “scholarship” may be a scam. However, this is not always the case. New scholarships, obviously, have not had prior winners. Therefore, do not ignore a scholarship based on this alone, but if you see other warning signs in addition to this – be cautious.
3. Claim of Influence with Sponsors – This trick is often used by scholarship search scams. No scholarship search has ever been know to have influence with scholarship sponsors. If, in some strange circumstance, they really do have influence, then most likely the scholarship they have influence with is another scam run by one of their friends. Avoid scholarship searches that claim influence with sponsors.
4. Application Fees – Some scholarship scams make money by charging an “application fee”. Never participate in a scholarship that charges a fee to apply. Most of these scams charge $10 – $20, but some charge as low as $2 or as high as $5,000. They might try to convince you that they charge so that they only get serious applicants. Do not believe them. Stay away from any scholarships that require money to get money.
5. Notification by Phone – True scholarships normally notify the winners by mail. If, therefore, you get a call telling you that you have “won” a scholarship, be very careful. Ask them for their name and number and tell them that you will call back. Next, visit the scholarship’s official website and contact the sponsors. Ask them to verify that the name and phone number of the person who called you are those of one of their representatives. If the caller was legitimate, call them back. Using this method should stop scammers from getting your personal information.
6. Exceptional Endorsement Claims – Beware of false endorsement claims. If a scholarship claims to be sponsored by the Better Business Bureau or some specific college or university, investigate their claims. Call the organization and ask if they really did endorse the scholarship fund. If a scholarship claims to be sponsored by a government group, be even more wary. The US Department of Education, US Chamber of Commerce, and the federal government do not endorse any private organizations.
7. Abusive Treatment – If the supposed scholarship sponsor becomes angry or abusive when you ask questions, the scholarship is probably a scam. Be very wary.
8. “First Come, First Served” – In order to get people to apply quickly and without time to consider, some scholarship scams say that the scholarships are given on a rolling basis. Few, if any, legitimate scholarships give preference to the first applicants. Take time to investigate all questionable scholarships before applying.
9. “Guaranteed to Win” – This normally applies to scholarship searches. If a payed scholarship search guarantees that you will win, start looking for the fine print. Either, one, the company is a scam, or two there is a whole lot of fine print. Two scholarship searches that I recommend are Fast Web (My favorite) and College Board.
10. A Florida or California Address - For some reason, Florida and California addresses are seen by the public as more legitimate. Therefore, many scholarship scams use Florida or California addresses. Of course, some scholarship scams have other addresses, and some true scholarships do have Florida or California addresses.
11. Newly-formed Companies – True scholarships have normally been around for many years. If a company is new, it could easily be a scam. Therefore, you should ask all “new” companies for references.
12. Requests for Personal Financial Information – Some scholarship scams try to get personal information from applicants. If they get certain information from you such as your name, your date-of-birth, and your credit card, bank account , or social security number, the scholarship scammers can commit identity theft. Therefore, if anyone asks for personal financial information, hang up immediately.
13. Fake Federal Agencies – Just because an organization has an official sounding name or a Washington, D.C. address does not mean that it is a government agency. Many scholarship scams try to look like federal organizations in order to gain their victim’s trust. Beware!
14. “We Apply For You” – The trick in this is obvious. How can a company fill out a scholarship application for you? They cannot write your essay; they cannot gather your letters of recommendation; they cannot even fill out your name and address unless you have given that information to them! Always avoid websites that promise to apply for scholarships for you.
15. You “Win” a Scholarship that You Never Entered –  Some scholarship scams will contact random college students and tell the that they “won” a scholarship. Often, the scammer will then tell the student that he must pay a fee or give his credit card number before the prize money can be sent. If you are told that you “won” a scholarship that you do not remember entering, research that scholarship before giving any information. If you are told that you must pay money to get you scholarship, hang up.
16. Mistakes in Grammar and Speling Spelling  – Surprisingly, many scholarship scams have multiple misspellings and grammar errors on their websites. For example, they may misspell the word “scholarship” as “scholorship”. If any scholarship application form or website includes errors in English usage, investigate that scholarship; it may be a scam.
17. Unsolicited Opportunities – Scholarship sponsors will not normally contact you unless you have first contacted them. If someone does call from a “scholarship” that you never contacted, beware. I could easily be a scam.
18. “50% of Applicants Win!” – If a scholarship professes unusually high success rates, then either all the world’s best students applied for it or the scholarship is a scam. Avoid all scholarships of this type.
19. Mail Drop Box Address – If a scholarship fund lists a P.O. Box or residential address as its location, the scholarship is probably a fake. Most legitimate scholarships have business addresses. To recognize disguised drop box addresses, use the mail drop search form.
20. Other Fees – Some fake scholarships charge a fee. They try to convince you that you must pay tax, postage, or some other fee before you can get you student grant. Never pay one of these companies. Legitimate scholarships will deduct any necessary fees from the scholarship amount.
21. “Everyone is Eligible” – All scholarship sponsors are looking for the candidate who best matches their criteria. Some sponsors are looking for the best academic students. Others are looking for minorities. Still other scholarships are available to excellent athletes. None, however, are given to students for just breathing. Watch out for scholarships that claim everyone is eligible; most likely, they want all students to be “eligible” to loose money.
22. Masquerading as a Non-profit – Many scams try to establish trust by pretending to be non-profits. Just because the company’s name has the word “fund” or “foundation” in it, does not mean that it is a true non-profit organization. It could be a for-profit business…or a scam!
23. “$6.6 Billion Went Unclaimed Last Year” – Many scholarship search scams use this method. They will try to tell you that some huge amount of money went unclaimed last year. This is not true. No scholarship searches has ever proven this claim. No scholarship search has ever shown the list of unclaimed scholarships.

Have you ever been ripped off by fake scholarships? What tips would you give beginning students?

Makes a Highly Successful Scholarship Winner

Scholarship Tips :

Review the following habits of scholarship winners for tips on how you can make your scholarship quest successful.

* Successful students always remember the five P’s – Prior preparation prevents poor performance. Prepare for the scholarship search early. Do not wait until your senior year.

* Successful students do not rely on their parents to do all the work.

* Successful students vigorously avoid mistakes on their essays and applications. They always spell-check, proofread, and allow one other person to proofread their applications and essay for errors.

* Successful students do not ignore scholarships that may be local or those for small amounts. Scholarship amounts, even as small as $50, can add up.

* Successful students do not rely on only one source such as the Internet for their scholarship search. They use many resources. Many scholarships on the Internet or in the free scholarship searches that you find on the World Wide Web are nationally known and are harder to win due to greater competition.
Local and regional scholarships are not found as easily through an Internet search, although they may be easier to win because the applicant pool is smaller. You have to use a combination of resources to find as many scholarships to apply for as possible.

* Successful students market themselves well. In their applications, they highlight positive aspects about their lives, especially community involvement.

* Successful students do not apply to one or two scholarships and wait for the best. They apply for all scholarships they are eligible to win. They keep applying until the total they have won exceeds what they need to pay for the college they want to attend or until they graduate with a degree.

* Successful students are organized. They keep track of deadlines and materials required to complete an application.

* Successful students are well rounded. They participate in extracurricular and community activities. They write about these activities in scholarship and college essays in a descriptive manner. They try to benefit others as well as themselves with the extracurricular and community activities in which they are involved.

* Successful students understand that SAT scores and grades alone do not win most scholarships. Scholarship programs look at many factors such as community activities, leadership, presentation of your application package, special or unusual talents or skills, etc.

* Successful students do not look for the easy way out. It is harder for them to believe in a scholarship scam that promises to do all the work for them. They understand that those things for which we work hardest often bring the greatest rewards. Hard work in the scholarship process as a high school student could result in an easy college life without work later, or a loan-free life after college.

Avoid These Most Common Mistakes Made on College and Scholarship Applications

1. Not following directions
2. Not paying attention to the deadline and missing it
3. Not typing your application or sending in a sloppy application
4. Forgetting to spell check and to proofread after you spell check
5. Not including information such as a transcript or recommendation
6. Not answering the essay question or another question asked.

Source : http://www.scholarshipworkshop.com/tips.html

Scholarship Tips


There is no magic formula for applying for and receiving a scholarship. But these tips can start you on the right foot.

* Be organized. Stay on top of deadlines, gather all pertinent documents, and make copies of everything you submit. It is a good idea to send your applications by certified mail to ensure receipt.
* Be honest. Don't exaggerate your grades, memberships, skills, or qualifications. It is better to focus on the scholarships for which you might be eligible.
* Follow instructions carefully. Some scholarships require you to write an essay; others may want letters of recommendation. Send in what is requested and proofread everything. Typos and missing materials can cost you a scholarship.
* Proofread your application: Review everything. Typos are a sure way not to be considered for a scholarship. Consider asking a parent, teacher, or friend to read your application.
* Keep copies of everything you send: If your application is misplaced, having copies will make it easier to resend your information quickly.
* Send your application packet by registered mail: Many sources offering scholarships will not confirm
receipt of your application. Consider sending your application via USPS registered mail so you know your
materials arrived safely.

Beware of Scholarship Scams

Scholarship Scams

Be alert for services that solicit money in exchange for guaranteed scholarships. Watch out for pitches that boast:

* "You're a finalist!" or "You've won!" a contest or scholarship you never entered. Be wary, especially if they ask you for a credit card or bank account number to hold your "winnings." Don't believe it. You must apply for scholarships first to receive them.
* "First come, first served." While you do need to get your application in before the scholarship deadlines, the “first come, first served” rule does not apply to scholarships.
* "Millions of dollars go unclaimed." Legitimate scholarship awards are predetermined. Sponsors work very hard to find the most qualified applicant.
* "It's guaranteed!" Scholarship searches can guarantee search "results". They can’t guarantee you the scholarship money.
* "We'll do the work for you, for a fee." The fee may be nominal and the offer may come from someone sounding official. So make sure you do your research before paying anyone to do a search for you.

If the offer sounds too good to be true, it probably is. 

Source : http://www.collegeanswer.com/paying/content/pay_scholarship_scams.jsp#top

Applying for a Scholarship

Scholarship Tips :

[This article was submitted by Ankita Singh, an International Student, to help students in applying for admissions and scholarships in USA. Ankita have B.Tech. degree from Indian Institute of Technology, Delhi, India and recently completed MS in Environmental Engineering from University of Pittsburgh, USA.]

In today’s world employers receive about 200-500 applications for each scholarship opening. They just received a bunch of dates and numbers and little personal information of candidates. Therefore is it very difficult to judge a potential candidate without having interview and personal discussion. But calling for interview is expansive and it’s not possible to call every candidate for the Interview. Therefore it is very important that your scholarship application should stand out exceptionally in the crowd and get selected for the next stage. Scholarship-Positions.com is trying to provide helpful tips about how to apply for scholarships.

Watch out for scholarship scams: Each year many students and parents are defrauded by scholarship scams. Never pay for a scholarship search. There is never a good reason to pay for a scholarship search. The information you will need is available for free.

Get full scholarship information: Each scholarship has its own application procedure. It is important to read the materials carefully and to understand what information is requested. Make sure you get as much information about the scholarship as possible. Write, call or e-mail the provider of the scholarship to ensure you have full details of application procedures and what will be expected of the successful applicant. If the scholarship entails a particular project, find out the full objectives and intended methodology of the project. If the scholarship is being funded by a private enterprise, gather as much information as you can about the company, its philosophy and its goals. You can never have too much information. Carefully typed applications make the best impression.

Eligibility: Apply only for those scholarships for which you are eligible. It is highly doubtful that you will be awarded if you are not eligible for a scholarship. Check thoroughly to ensure that you are actually eligible for the scholarship before you embark on the application process. It is pointless to submit an application, no matter how perfect it may be, for a scholarship for which you are ineligible. Check for any gender, age, nationality, indigenous or other special group restrictions on applications and only apply if you definitely match the eligibility criteria. If in doubt, check first.

Things to consider for your before applying for scholarship:

People who will judge your application don’t know you. They will just get a bunch of dates and numbers and little personal information. Even grades might be difficult to judge for them if they don’t know how they compare to those of other students in your local education system. Therefore, try to make as much of the more “personal” information as possible including your academic transcripts (but quality, not quantity!).

Take your time to write about “research experience” and “scientific interests”. Provide adequate reasoning as to why you want to do a study particular course and state your motivation in your own words. Marketing yourself is the key for a successful application.

But don’t overdo it! It is interesting to see applications from potential Nobel-prize candidates wishing to start a Masters/PhD thesis, but not even big leaders will buy this. After all, people don’t expect you to know everything before you have even started your PhD. What most group leaders are looking for are smart and open young people who show some enthusiasm for science and research or any other area you are applying for scholarships.

If you are applying from a country whose diverse educational system might not be very familiar to group leaders (e.g. China, India, Africa etc.), we encourage you to support you candidature with scores of internationally valid exams (GRE for aptitude and TOEFL/IELTS for English). However, this is NOT mandatory every where.

Prepare a resume/CV: Some scholarship applications will ask for your resume or CV. If you worked previously, list your experiences, but don’t sweat it if you don’t have much (or any!) work experience-many students don’t. Use your resume/CV to point out any awards and honors you’ve received, community service you’ve been involved with, and activities you’ve participated in.

Activities and Honors: List all relevant activities and honors, but be selective. If you have more activities than can fit in the space provided do not include the ones that are not significant; the two days you spent last spring on a community clean-up day, for instance.

Read the criteria for selection carefully to understand what the reviewers are looking for. For instance, the Presidential Scholarship looks for applicants who can show “leadership experience with [an] outstanding extracurricular record,” so include your volunteer and community service activities, emphasizing those in which you took a leadership role.

Most importantly, your activities should represent your varied talents and passions outside the class room. The reviewers are trying to get a sense of who you are and what you believe in. Make sure your activities reflect that.

Carefully choose your referees. Make sure the referee knows you well enough (e.g. from undergraduate work in his lab, multiple lectures, seminars, etc.) to give an opinion about you and write something on your behalf. This may be better than trying to get a letter from a “big fish” who might have seen your face but doesn’t know much about you and thus doesn’t need to have an interest in providing you with a good reference.

The ideal letter of recommendation: Your letters of recommendations should come from teachers or academic advisors who are familiar not only with your academic abilities, but with your personal interests and background and how those relate to your ability to carry out the program of study you wish to pursue. If the teacher or academic advisor is familiar with your extracurricular activities and leadership abilities, s/he should also incorporate that into the letter.

The letters should address the qualifications sought. Recommenders should address only those elements of your application on which they can comment confidently.

How to ask for a letter of recommendation: Start early. Discuss your plans with your recommenders now, before the application is even available. Let them know what you would like to study and why you want to apply for the scholarship. These discussions can help you clarify your goals and plans as well.

As soon as you have the application forms (applications for Incoming Freshmen Scholarships are available at your high school counselor’s office, the Office of Recruitment Services and the Scholarship Office around early October), schedule a meeting with your recommender. Give your recommender a written description of the scholarship and a copy of your personal statement and proposed academic program. You may also want to provide a copy of your transcript and an autobiography or resume highlighting activities and honors. You should also give your recommenders appropriately addressed envelopes with postage, if necessary. Be sure to also give them plenty of time to write the letter, do not wait until the last minute.
You may also want to remind the recommender that it should include your full name with middle initial. You would be surprised on how many include only the first name of the student within the body of the letter.

The Personal Statement: The Statement of Purpose (often called “letter of intent” or “application essay” by various educational institutions) is one of the most important components of your application process. This document provides the admissions committee with information that allows them to become more acquainted with who you are; what you want to study at graduate school and why; experiences you have in the field; and what you plan on doing with the degree once you have mastered it. A statement of Purpose also serves as a writing sample and interview.

The following section is an excerpt from the Yale University Undergraduate career Services’ publication entitled Applying for Fellowships.

“The personal statement presents an opportunity for you to speak about yourself. Your essay should show that you have ideas and opinions, are able to think logically, and can express yourself clearly, with economy and elegance.

Clear writing is the result of clear thinking. The first and most important task is to decide what you want to say. This is a short essay. You must be highly selective. Consider carefully what you wish to impress upon the reader. Remember the nature of your audience. It is composed of people who are probably as intelligent as you are, well educated, and vastly experienced in this work. Do not try to fool or second guess your reader; you will seem silly if you do. Do not write in a cute, coy, or gimmicky style: selection committees have heard it all already. Do show that you have thought deeply and broadly about what you have learned in your academic career and what you hope to learn next.

When you have written a first draft, start the work of refining, simplifying, and polishing. Do you say exactly what you mean? Is any section, sentence, or word superfluous, ambiguous, or awkward?
Are your verbs strong and active? Have you removed unneeded qualifiers? Are you sure that each accomplishment and interest you mention supports one of your main ideas? Do not apologize. Do not misrepresent yourself. You are writing as an adult who wishes to join the community of scholars and other professionals. You must write as a peer and potential member of such a community.

Correctness and style are vital. Neatness counts. Check and check again your spelling, the agreement of verbs and persons, syntax. Your thoroughness demonstrates that you have learned and mastered this art and that your future teachers and colleagues will not be troubled with sloppy thinking or writing.
Ask several individuals whose judgment you respect to read and criticize a draft of your essay. Possible reviewers include faculty members, writing tutors, and friends who can assess how well your essay represents you.”

Transcripts: If the application requires a transcript from all the schools you have attended, request this information as soon as possible. Whether you e-mail, fax, or call in your requests, mail a letter as a backup. Some schools charge a nominal fee for official transcripts. After a few weeks have passed, call the schools to ensure that the transcripts have been sent to the proper address. If by chance you have to hand-deliver a transcript, do not tamper with the seal – this may render the transcript invalid.

Proofread Your Application Carefully: Use your computer’s spelling and grammar check features. Let someone else (parent, teacher, or friend) read and evaluate your application, another set of eyes always helps.

20 Most Selective Colleges and Universities in the United States

(By Allen Grove, About.com Guide)

Here you'll find the 20 most selective colleges and universities in the U.S. :

20. Olin College (Franklin W. Olin College of Engineering)
* Acceptance Rate: 18% (2009 data)
* Location: Needham, Massachusetts
* Enrollment: 308
* School Type: Private Engineering College

19. University of Pennsylvania
* Acceptance Rate: 18% (2009 data)
* Location: West Philadelphia
* Enrollment: 24,107 (11,851 undergraduates)
* School Type: Private Comprehensive University (Ivy League)

18. United States Air Force Academy (USAFA)
* Acceptance Rate: 17% (2009 data)
* Location: Colorado Springs, Colorado
* Enrollment: 4,537
* School Type: Undergraduate Military Academy

17. Swarthmore College
* Acceptance Rate: 17% (2009 data)
* Location: Outside of Philadelphia
* Enrollment: 1,490
* School Type: Private Liberal Arts and Sciences College

16. Amherst College
* Acceptance Rate: 16% (2009 data)
* Location: Western Massachusetts (Five-College Area)
* Enrollment: 1,697
* School Type: Private Liberal Arts and Sciences College

15. Claremont McKenna College
* Acceptance Rate: 16% (2009 data)
* Location: Claremont, California
* Enrollment: 1,212
* School Type: Private Liberal Arts and Sciences College

14. Pomona College
* Acceptance Rate: 16% (2009 data)
* Location: Claremont, California
* Enrollment: 1,532
* School Type: Private Liberal Arts and Sciences College

13. Caltech (California Institute of Technology)
* Acceptance Rate: 15% (2009 data)
* Location: Pasadena, California
* Enrollment: 2,126 (921 undergraduates)
* School Type: Small Private University with Engineering Focus

11. Dartmouth College
* Acceptance Rate: 13% (2009 data)
* Location: Hanover, New Hampshire
* Enrollment: 5,848 (4,147 undergraduates)
* School Type: Private Comprehensive University (Ivy League)

10. Brown University
* Acceptance Rate: 11% (2009 data)
* Location: Providence Rhode Island
* Enrollment: 8,318 (6,095 undergraduates)
* School Type: Private Comprehensive University (Ivy League)

9. MIT (Massachusetts Institute of Technology)
* Acceptance Rate: 11% (2009 data)
* Location: Cambridge, Massachusetts
* Enrollment: 10,299 (4,153 undergraduates)
* School Type: Private University with Engineering Focus

8. Columbia University
* Acceptance Rate: 11% (2008 data)
* Location: New York, New York
* Enrollment: 23,196 (7,495 undergraduates)
* School Type: Private Comprehensive University (Ivy League)

7. Annapolis (United States Naval Academy)
* Acceptance Rate: 10% (2009 data)
* Location: Annapolis, Maryland
* Enrollment: 4,488
* School Type: Undergraduate Military Academy

6. Princeton University
* Acceptance Rate: 10% (2009 data)
* Location: Princeton, New Jersey
* Enrollment: 7,330 (4,878 undergraduates)
* School Type: Private Comprehensive University (Ivy League)

5. College of the Ozarks
* Acceptance Rate: 9% (2009 data)
* Location: Point Lookout, Missouri
* Enrollment: 1,334
* School Type: Small Liberal Arts and Sciences Christian Work College

4. Yale University
* Acceptance Rate: 9% (2008 data)
* Location: New Haven, Connecticut
* Enrollment: 10,192 (5,277 undergraduates)
* School Type: Private Comprehensive University (Ivy League)

3. Stanford University
* Acceptance Rate: 8% (2009 data)
* Location: Stanford, California
* Enrollment: 17,833 (6,532 undergraduates)
* School Type: Private Comprehensive University

2. Cooper Union
* Acceptance Rate: 7% (2009 data)
* Location: New York, New York
* Enrollment: 972 (920 undergraduates)
* School Type: Small College with Engineering and Art Focus

1. Harvard University
* Acceptance Rate: 7% (2009 data)
* Location: Cambridge, Massachusetts
* Enrollment: 26,496 (10,156 undergraduates)
* School Type: Private Comprehensive University (Ivy League)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...