24 Penyebab Berat Badan Tidak Kunjung Turun dan Cara Mengatasinya

Terkadang beberapa jenis diet terdengar begitu mudah untuk dipraktekan, namun kenyataannya jauh berbeda. Dari mulai kue ulang tahun milik teman kantor, camilan sore hari, hingga sesi olahraga yang terlewatkan, begitu banyak rintangan yang akhirnya membuat Anda sulit menurunkan berat badan.

Tips Sukses Berjualan di Tokopedia

Berjualan online di Tokopedia sungguh menyenangkan, karena kemudahan dan keamanannya. Prosedur berjualannya juga tidak begitu rumit.

20 Alasan Kenapa Anda Tidak Kaya

Anda seorang perokok? Berhati-hatilah, karena rokok dan asapnya diketahui bisa menyebabkan berbagai macam penyakit yang beberapa diantaranya bahkan terbilang mematikan.

Tips Pintar Menggunakan Instagram

Para Instagamer atau IG-ers, sebutan bagi para pengguna Instagram, tentu berharap dapat memiliki banyak follower dan foto-fotonya sering masuk ke halaman Popular.

Apr 6, 2013

Penemuan Ilmuwan Asal Indonesia yang Mempengaruhi Dunia

Dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), Indonesia bisa dibilang masih ketinggalan bila dibandingkan negara-negara maju.
Namun para ilmuwan Indonesia tanpa kenal lelah berjuang terus dalam upaya menemukan sesuatu yang baru dan bermanfaat di bidang iptek, dengan harapan dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia internasional.

Seperti halnya yang terjadi di tahun 2012 lalu, salah satu ilmuwan Indonesia terlibat dalam penemuan yang disebut sebagai  salah satu lompatan terbesar dalam fisika partikel, yaitu penemuan tentang partikel yang "mirip" Higgs boson (partikel Tuhan).

Ilmuwan Indonesia tersebut yaitu Suharyo Sumowidagdo, ikut terlibat dalam pengoperasian dan pemeliharaan detektor muon pada eksperimen Compact Muon Solenoid (CMS), salah satu eksperimen CERN untuk membuktikan eksistensi Higgs Boson.

Suharyo Sumowidagdo adalah salah satu di antara sedikit fisikawan Indonesia yang menekuni fisika eksperimental. Lain dengan fisika teoritik, fisika ini mencari keberadaan suatu partikel yang sudah dirumuskan dalam suatu teori.

Sungguh membanggakan bukan?

Ternyata selain Suharyo Sumowidagdo, masih ada beberapa ilmuwan asal Indonesia yang telah menyumbangkan tenaga dan pikiran sehingga berhasil menemukan hal-hal baru yang bermanfaat bagi dunia iptek.

Berikut ini para ilmuwan Indonesia yang temuannya berhasil mempengaruhi dunia, khususnya bagi perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi

Simak artikelnya di bawah ini yang dikutip dari berbagai sumber:
Teori 23 kromosom tahun 1955:
Dr. Joe Hin Tjio, seorang ahli Cytogenetics asal Indonesia menemukan fakta bahwa kromosom manusia berjumlah 23 buah. Melalui penelitian di laboratorium Institute of Genetics of Sweden's University of Lund, temuannya berhasil mematahkan keyakinan para ahli genetika bahwa jumlah kromosom adalah 24 buah. Ia berhasil menghitung jumlah kromosom dengan tepat setelah menyempurnakan teknik pemisahan kromosom manusia pada preparat gelas yang dikembangkan Dr. T.C. Hsu di Texas University, AS.

Pondasi Cakar Ayam tahun 1961
Teknologi ini ditemukan oleh Prof. Dr. Ir. Sedijatmo ketika ia sebagai pejabat PLN diminta mendirikan 7 menara listrik tegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol, Jakarta. Pondasi yang dibuatnya ternyata mampu mengurangi hingga 75% tekanan pada permukaan tanah di bawahnya dibandingkan dengan pondasi biasa. Pondasi cakar ayam ini kemudian digunakan di Bandara Juanda, Surabaya yang memungkinkan landasan menahan beban hingga 2.000 ton atau seberat pesawat super jumbo jet. Selain di Indonesia teknologi yang sudah dipatenkan ini juga digunakan di 9 negara lain, seperti Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Belgia, Kanada, AS, Belanda.

Ketela Pemadam Api tahun 1979
Ketika sedang melakukan uji coba menggunakan cairan pelumas berbahan kulit ketela pohon di Queen Marry College-London University, Inggris, Randall Hartolaksono menemukan teknologi untuk memadamkan api secara efektif dan ramah lingkungan. Ketika itu, cairan buatannya tidak sengaja tumpah dan memadamkan api yang sedang menyala. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata diketahui bahwa cairan tersebut jika terkena panas akan mengeluarkan uap yang dapat menyerang api. Kini temuannya digunakan di berbagai perusahaan pertambangan di penjuru dunia sebagai solusi untuk mengatasi kebakaran

Pesawat CN-235 tahun 1983
Adalah pesawat dengan mesin turbo propeller hasil kerjasama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) dengan CASA asal Spanyol. Pesawat ini mampu mengangkut 2 pilot hingga 45 orang penumpang dengan kecepatan maksimal 509 km per jam dan jarak tempuh 796 km. Pesawat ini kemudian digunakan oleh berbagai maskapai penerbangan sipil dan militer di sejumlah negara di dunia

Kromatografi Tercepat tahun 1998
Di bawah bimbingan Profesor Toyohide Takeuchi di Universitas Gipu, Jepang, pada tahun 1998, Prof. Dr. Rahmiana Zein, yang saat itu sedang melakukan penelitian untuk disertasi doktor bidang kimia menemukan teknik kromatografi tercepat di dunia. Jika sebelum ini peneliti membutuhkan waktu antara 1.000 dan 100 menit untuk membedah senyawa kimia, teknik yang digunakan Rahmiana Zein mampu mendiagnosis senyawa kimia dalam waktu kurang dari 10 menit.

Teknik Pengeringan Sperma tahun 2000
Teknik pengeringan yang disebut sebagai evaporative drying serta penyimpanan sperma dalam ruangan bertemperatur kamar ditemukan oleh Mulyoto Pangestu, seorang mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil gelar Ph.D di Monash University, Australia. Uniknya, Mulyoto berhasil melakukannya menggunakan perlengkapan yang dapat ditemukan dengan mudah dan murah. Penemuannya ini dipatenkan di Australia dan menjadi milik Monash University. Akan tetapi, Mulyoto tetap tercatat sebagai penemunya.

Persamaan Helmholtz tahun 2005
Persamaan matematika ini berhasil dipecahkan oleh Yogi Ahmad Erlangga, dosen ITB asal Tasikmalaya. Ketika memecahkan rumus tsb, Yogi sedang menempuh program Ph.D di Delft University of Technology, Belanda. Persamaan Helmholtz yang berhasil dipecahkannya, membuat banyak perusahaan minyak dunia gembira. Pasalnya, dengan rumus temuan Yogi itu mereka dapat lebih cepat dalam menemukan sumber minyak di perut bumi. Rumusnya juga bisa diaplikasikan di industri radar, penerbangan, dan kapal selam.

Pemindan 4 Dimensi tahun 2006
Electrical Capacitance Volume Tomography ditemukan oleh Dr. Warsito Purwo Taruno dan dipatenkan secara internasional. ECVT merupakan teknologi yang menggunakan sensor medan listrik statis yang bisa menampilkan gambar 4 dimensi dari tingkah laku gas dan partikel di dalam reaktor tertutup. Teknologi ECVT ini diperkirakan dapat mengubah drastis perkembangan riset dan teknologi di berbagai bidang, mulai dari energi, proses kimia, kedokteran, hingga nano-teknologi.

Sistem 4G OFDM tahun 2010
Bersama koleganya, Khoirul Anwar, alumni ITB kelahiran Kediri ini merombak pakem efisiensi alat komunikasi. Ia mematenkan temuannya seputar sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Atas karyanya, Khoirul Anwar mendapat penghargaan pada 2010, dari Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC), Taiwan.
Demikian artikel tentang beberapa  Ilmuwan Indonesia Yang Mempengaruhi Dunia, semoga dapat memberikan inspirasi bagi kita untuk bersama-sama berusaha menjadikan Indonesia lebih baik di masa yang akan datang.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...