Follow me!

Jul 21, 2012

Surga dan Neraka Menurut Dajjal

Nabi Muhammad SAW telah memperingatkan kepada kaum muslim mengenai akan munculnya Dajjal. Artikel ini mengutip tulisan Ustadz Ihsan Tanjung yang menurut saya sangat layak untuk disebar luaskan, yaitu mengenai surga dan neraka yang akan di bawa Dajjal di akhir jaman nanti dan kita sebagai kaum muslim harus mewaspadainya.

Ketika fitnah Al-Masih Ad-Dajjal keluar ke tengah ummat manusia di Akhir Zaman ia akan
membawa surga dan nerakanya sendiri. Surganya adalah neraka sedangkan nerakanya adalah surga. Nabi Muhammad (SAW) memberitahu kita agar selamat menghadapi neraka Ad-Dajjal, maka seorang muslim mesti menghafal dan membaca sepuluh ayat pertama surah Al-Kahfi.

“Di antara fitnah-fitnah (Ad-Dajjal) adalah, bahwa bersamanya ada surga dan neraka. Padahal sesungguhnya nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka. Barangsiapa mendapatkan cobaan dengan nerakanya, hendaklah ia berlindung kepada Allah dan hendaklah ia membaca ayat-ayat di awal surah Al Kahfi. (HR Ibnu Majah – Shahih)


Nabi Muhammad (SAW) bersabda:

"Barangsiapa menghafal sepuluh ayat dari awal surat Al-Kahfi, maka ia akan terpelihara dari (kejahatan) Ad-Dajjal." (HR Muslim – Shahih)

Nabi Muhammad صلىاللهعليهوسلم berpesan;


“Di antara fitnah-fitnah (Ad-Dajjal) adalah, bahwa bersamanya ada surga dan neraka. Padahal sesungguhnya nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka.”

Berarti Ad-Dajjal sanggup membolak-balik realita. Apa yang sesungguhnya bakal mengantarkan seseorang menuju neraka malah terlihat seperti surga. Sedangkan apa-apa yang bisa mengantarkan seseorang ke surga malah dibuat seperti neraka. Apa yang benar dibuat terlihat salah. Apa yang salah dibuat menjadi seperti benar.

Jangankan sesudah Dajjal keluar ke tengah-tengah manusia, sedangkan saat sekarang saja dimana Dajjal belum keluar sudah banyak manusia yang berhasil tertipu melihat realitas. Benar-benar terasa bahwa dunia modern dikelola oleh para pendukung dan penyambut Dajjal. Mereka berusaha membangun opini umum yang terbalik-balik. Dunia modern telah membentuk diri menjadi sebuah Sistem Dajjal menanti dan menyambut keluarnya Dajjal untuk segera dinobatkan menjadi pemimpin globalnya. Inilah hakikat the New World Order (Tatanan Dunia Baru) alias Novus Ordo Seclorum. Ia merupakan sebuah Sistem Dajjal!

Mereka berusaha memperlihatkan bagaimana para selebritis yang gemar bermaksiat menjadi figur-figur idaman yang dielu-elukan oleh masyarakat. Berbagai tayangan di televisi dan media lainnya berlomba menggosipkan kehidupan pribadi para artis dan selebritis sehingga mereka dikagumi.


Padahal apa yang diberitakan tentang mereka pada hakikatnya adalah kehidupan yang sungguh tidak bernilai bahkan penuh kerusakan moral dan perilaku. Tidak ada nilai keteladanan yang bisa dibanggakan dari kehidupan para selebritis ahli maksiat itu. Kehidupan diwarnai gonta-ganti pacar. Kawin-cerai lalu kawin-cerai lagi. Berpakaian mengumbar aurat ke sana kemari. Keterlibatan mengkonsumsi narkoba. Kehidupan malam dunia gemerlap. Tetapi semua itu diopinikan sebagai kehidupan modern yang keren dan penuh kebahagiaan.

Nabi Muhammad صلىاللهعليهوسلم bersabda:

“Hampir saja orang hina putra orang hina mengalahkan dunia.” (HR Ahmad – Shahih)

Hadits di atas menerangkan bahwa sudah dekat waktunya dimana yang meraih kesuksesan di dunia adalah orang hina putra orang hina. Itulah mereka para selebritis dan para artis yang diopinikan oleh media-massa dunia modern sebagai orang-orang yang bergelimang dengan kesenangan dan kemewahan dunia.

Mereka berusaha menyebarluaskan nilai-nilai LG (lesbian dan gay) ke tengah masyarakat luas. Nilai-nilai sexual menyimpang tersebut digambarkan sebagai perkara biasa dan lumrah. Malah mereka membangun opini di tengah masyarakat luas bahwa menjadi lesbi atau gay adalah sebuah pilihan hidup yang sah-sah saja. Alasan mereka adalah HAM (hak asasi manusia). Hendaknya setiap orang diberikan kebebasan untuk mencintai siapa saja dan jenis kelamin apa saja yang dia sukai.

Jika seorang lelaki menyukai lawan jenisnya yaitu perempuan, maka seorang lelaki hendaknya diperbolehkan juga menyukai sesama lelaki dan bahkan menikahinya. Demikian pula seorang perempuan. Bila perempuan suka dengan dengan lawan jenisnya yaitu lelaki, maka hendaknya ia dimaklumi dan diberi kebebasan juga untuk menyukai sesama jenis kelamin perempuan bahkan menikahinya.

Padahal Islam memberikan ketentuan yang sangat tegas dalam persoalan ini. Nabi Muhammad (SAW) bersabda:

"Siapa yang kalian dapati sedang melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah; pelaku dan pasangannya." (HR Abu Dawud – Shahih)

Mereka berusaha menggambarkan bahwa suatu transaksi yang melibatkan praktek riba adalah hal biasa. Bahkan itulah salah satu bentuk normal berjual-beli. Sehingga banyak orang memandang ringan menerima atau memberi bunga di dalam suatu transaksi. Padahal jelas-tegas Allah SWT berfirman:

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS Al-Baqarah 275)

Mereka ingin menggambarkan bahwa mengikuti suara rakyat sama dengan mengikuti suara Tuhan. Padahal sudah jelas sangat berbeda antara tunduk dan mengakui kedaulatan rakyat dengan tunduk dan mengakui kedaulatan Allah SWT...! Bila tunduk dan mengakui kedaulatan rakyat maka berakibat harus siap mentaati hukum dan aturan produk manusia. Sedangkan tunduk dan mengakui kedaulatan Allah SWT berakibat hanya mau mentaati hukum dan aturan Allah SWT semata dan menolak untuk mentaati hukum produk manusia. Sehingga Allah SWT berfirman:

“... dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah (yaitu hukum Allah), dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al-Maidah 49-50)

Semua contoh kasus di atas merupakan realitas yang dibolak-balik oleh para pengelola dan pendukung Tatanan Dunia Baru alias Sistem Dajjal. Mereka kemudian berusaha meyakinkan bahwa inilah surga yang mereka tawarkan kepada manusia. Menjadi artis dan selebritis yang hidupnya bergelimang maksiat.

Menjadi lesbi atau gay yang merdeka sepenuhnya untuk mencintai dan berhubungan intim dengan sesama jenis kelamin. Menikmati riba sebagai jalan pintas untuk sukses dalam bidang keuangan, bisnis dan ekonomi. Menjadi seorang penganjur bahkan pejuang demokrasi yang dengan ringannya mencampakkan keadilan hukum Allah SWT seraya berkhayal akan hadirnya keadilan hukum (jahiliyah) produk manusia..!

Semua itu merupakan surga dunia yang mereka tawarkan kepada umat manusia. Surga dunia yang bila diikuti berarti memastikan diri bakal masuk ke dalam neraka akhirat..! Jika kita tinggalkan itu semua justeru berarti kita memilih surga akhirat walau terasa seolah memasuki neraka dunia.

Hidup bebas maksiat, menikah secara normal, bebas riba dan hanya menjunjung tinggi kedaualatan Allah SWT bukan selainnya, maka itu semua justeru memastikan seseorang sedang menempuh perjalanan menuju surga akhirat, yaitu surga Allah SWT dan meninggalkan surga Dajjal dan Sistem Dajjal. Itulah jalan untuk memastikan bebasnya seseorang dari neraka Allah SWT walau harus kehilangan peluang menikmati surga Dajjal, bahkan harus bersabar di dalam neraka Dajjal.

Pilihan ada pada setiap individu. Silahkan anda pilih, tidak ada paksaan di dalam beragama. Sungguh telah jelas jalan yang lurus dari jalan yang bengkok. Masing-masing orang harus berdiri sendiri-sendiri di hadapan Allah SWT di Hari Pengadilan kelak mempertanggungjawabkan pilihan hidupnya sewaktu di dunia.

“Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Rabb-mu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.” (QS Al-Kahfi 29)

Related Posts

0 comments:

Post a Comment