Jan 19, 2011

Cara Mendidik Anak Bersopan Santun

Cara Mendidik Anak Bersopan Santun
Bila si kecil mulai bertingkah, hati siapa yang tidak kesal dibuatnya?

Saat sedang kumat, anak mungkin menunjukkan perilaku atau kata-kata kasar, bersikap membangkang, atau merengek sebagai upaya memaksa Anda memenuhi keinginannya. Sebagai orang tua, sudah menjadi kewajiban Anda untuk mendidik anak agar mengenal sopan santun.

Ann Douglas, penulis 'The Mother of All Parenting Books,' menawarkan sejumlah strategi praktis untuk menghadapi berbagai masalah tingkah laku yang kerap dihadapi para orang tua berikut ini:

Kasar
Ketika Anda menyuruh si kecil tidur siang, ia memutar kedua bola matanya atau menyilangkan tangan di depan dada sambil menghentakkan kaki karena kesal. Sebagai bocah, buah hati barangkali masih belum dapat membedakan apa yang pantas dan tidak pantas dilakukan atau diucapkan. Tapi, kebiasaan buruknya juga tak boleh dibiarkan begitu saja.

Ada dua masalah yang sekaligus Anda hadapi, yakni bahasa tubuh serta bahasa verbal. Jelaskan pada anak bahwa kadang bahasa tubuh berbicara lebih lantang dibandingkan kata-kata. Ketika dia melakukan melakukan gerakan di atas, hal itu menunjukkan perasaan tidak senangnya.

Sementara itu, jika anak mulai sering melontarkan kata-kata kasar, batasi waktu menonton televisi serta tentukan acara yang boleh ditontonnya secara selektif. Jelaskan pada si kecil kata-kata yang tidak pantas untuk diucapkan, yang mungkin didengarnya saat menyaksikan acara di televisi.

Membangkang
Anda tidak bisa menyuruh anak melakukan sesuatu tanpa mendengarnya mengumpat. Jangan menolerir kebiasaan tidak hormat tersebut. Anda tentu tak ingin melihatnya tumbuh sebagai anak yang kurang ajar terhadap orang dewasa di sekelilingnya.

Agar buah hati menghargai dan menghormati Anda sebagai orang tua, pastikan bahwa Anda pun menunjukkan sikap yang sama terhadapnya.

Tidak mendengar
Apa pun yang Anda ucapkan kepada anak, kata-kata itu seolah masuk kuping kanan dan keluar lewat kuping kirinya. Sebelum menyampaikan informasi atau instruksi penting, pastikan anak memberikan perhatian penuh kepada Anda.

Itu artinya, Anda mungkin harus berdiri menghalangi pandangan buah hati dari televisi atau konsol video game yang sedang dimainkannya. Bahkan, jika bisa matikan saja sekalian perangkat elektronik tersebut sebelum berbicara. Anda mungkin juga ingin meminta anak mengulangi kembali instruksi yang baru diberikan, untuk memastikan pesan Anda ditangkap secara jelas dan benar.

Merengek
Anak-anak sering menggunakan rengekan sebagai senjata andalan untuk mendapatkan keinginan mereka. Para orang tua pun sering menyerah dan mengabulkan apa pun permintaan putra-putri mereka, asal rengekan tersebut berhenti.

Jangan mudah termakan gertakan si kecil. Jika kali lain ia merengek untuk memaksakan kemauannya, jangan menyerah. Meski pun Anda sebetulnya berniat membelikan anak es krim sebelum ia merengek, misalnya, batalkan niat tersebut ketika ia mulai merengek. Pastikan anak mengetahui akibat dari aksi kecilnya, agar lain kali tidak mengulangi perbuatannya.
Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment