Nov 11, 2010

Film Action Dorong Remaja jadi Agresif

Film Action Dorong Remaja jadi Agresif
Menonton berbagai tayangan yang memperlihatkan aksi kekerasan seperti halnya pada film, program televisi, ataupun video games berpotensi membentuk pribadi remaja putra yang agresif.

Kesimpulan itu didapatkan setelah diadakan penelitian terhadap 22 remaja putra berusia 14-17 tahun yang telah diperlihatkan tayangan video aksi kekerasan sementara mesin pemindai memantau aktivitas otak mereka.

Hasilnya cukup mengejutkan, semakin lama mereka menonton tayangan itu, mereka lama-kelamaan menjadi terbiasa dan cuek saat melihat adegan kekerasan.

Ketua penelitian Dr Jordan Grafman dari Institut Kesehatan Nasional Bethesda, Maryland, Amerika Serikat, mengatakan, "Kami menemukan bahwa para remaja putra yang terpapar tayangan kekerasan dalam jangka panjang, aktivasi di daerah otak yang terkait dengan reaktivitas emosi menurun. Hal itu dapat terlihat dari data yang diambil memlaui MRI dan respons dari konduktansi kulit."

Ia memaparkan penemuan ini terbilang penting karena tayangan kekerasan menghambat reaksi emosional dari waktu ke waktu sehingga tingkat emosi seorang remaja normal lama-kelamaan akan terkikis. Untuk itu, dikhawatirkan remaja akan semakin kebal dan cuek terhadap kekerasan dan bahkan dapat menerimanya sebagai sesuatu yang biasa. Mereka pun cenderung akan bersifat lebih agresif karena tingkat emosi mampu mengerem agresivitas semakin berkurang.

Penelitian yang mengombinasikan kumpulan data perilaku, aktivitas otak, dan konduktansi kulit ini merupakan studi yang paling komprehensif dalam hal analisis mengenai kaitan antara agresivitas dan kekerasan yang diakibatkan media. Hasil studi ini pun telah dipublikasikan pada jurnal Social Cognitive and Affective Neuroscience edisi Oktober 2010.

Ada baiknya kita selalu memantau apa yang ditonton putra kita di televisi ataupun pada komputernya agar mereka tak menjadi pribadi yang cuek dan agresif.
Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment