Nov 9, 2010

Etika Perempuan di Dunia Kerja Lelaki

Etika Perempuan di Dunia Kerja Lelaki
Perempuan yang bekerja di lapangan pekerjaan yang biasanya dihuni oleh lelaki saat ini makin banyak. Misal, perempuan yang bekerja sebagai konstruktor bangunan, pilot, programmer, insinyur, dan lainnya. Tak mudah untuk bisa bertahan di dunia yang butuh ketangguhan ekstra bagi wanita yang sifat dasarnya adalah lemah lembut. Apa yang harus menjadi modal bagi para perempuan untuk bertahan di tempat semacam ini?

Bersikap profesional
Anda tak ingin, kan, dinilai sebagai orang yang aneh? Jadi, cobalah untuk bersikap profesional. Tanggalkan atribut terlalu girlie layaknya anak SMA dengan berbagai aksesoris, barang-barang, termasuk sikap yang kekanak-kanakan. Agar Anda dinilai serius, Anda harus bersikap profesional dan anggun. Mungkin di film-film komedi, saat wanita girlie ceroboh yang berusaha bertahan di dunia profesi yang dipenuhi pria bisa saja berhasil dan selamat karena sikapnya yang sangat ceria. Namun, di kehidupan nyata, saat keadaan genting, Anda tak bisa bermanja-manja.

Dilarang menggosip
Ya, sudah menjadi stereotip, bahwa wanita suka menggosip. Wanita suka bergunjing. Namun, saat karier Anda sedang dipertaruhkan, sebaiknya menjauh dari gosip kantor. Saat pria membicarakan masalah pribadi rekan kantor, hal itu disebut bicara atau ngobrol, tetapi ketika wanita yang berbuat seperti itu, disebut gosip. Jadi, lebih baik, tidak usah ikut menggunjingkan orang lain.

Berpakaian dengan tepat
Meski tak perlu berpakaian seperti pria, namun, Anda harus mengetahui pakaian apa yang masih terbilang sopan dan tidak di kantor Anda. Kantor berisi sekumpulan pria, sehingga, akan lebih bijaksana jika Anda mengenakan pakaian yang tidak "mengundang" tendensi. Jangan mengenakan kaus atau rok ketat, namun dress atau rok yang sopan masih bisa ditolerir, jangan terlalu banyak mengumbar kulit atau lekuk tubuh.

Perhatikan tingkah Anda
Beberapa perempuan di kantor bisa menjadi agresif berlebihan seakan ingin membuktikan bahwa mereka sama berharganya seperti rekan kerja pria lain. Di luar pekerjaan, biasanya perempuan tersebut bukan perempuan agresif, tetapi ketika di kantor, saat mereka menjadi orang yang sangat menyebalkan, mereka menjadi seperti orang yang palsu. Jika Anda adalah wanita yang cerdas, percaya diri, di dunia kerja yang didominasi pria, tunjukkan kebolehan Anda. Kepandaian dan hasil kerja Anda seharusnya bisa menunjukkan itu semua, bukan dengan menjadi orang yang merecoki orang lain.

Cari mentor
Jika ada dalam struktur perusahaan Anda, seorang wanita yang sudah mencapai posisi tinggi, cobalah temui ia dan berbincang dengannya. Tanyakan mengenai pekerjaan dan profesi ini. Siapa tahu ia bisa menjadi mentor Anda.

Jangan menjadi sekretaris
Lihat jabatan Anda. Di posisi apa? Jika Anda diterima bekerja bukan sebagai sekretaris, jangan mau dianggap sebagi notulen saja dalam struktur kantor. Seandainya Anda sudah menjadi sekretaris, coba cari cara untuk bisa meniti karier lebih tinggi lagi. Jangan menyerah di posisi asisten orang lain.

Selalu lakukan yang terbaik
Wanita yang bekerja di dunia lelaki biasanya harus bekerja lebih keras untuk membuktikan dirinya sendiri. Kadang, ada kantor yang menerima karyawan perempuan supaya terlihat tidak memilih gender dan lebih beragam, meski si perempuan tidak memiliki kualitas yang setara. Supaya Anda tidak mengisi posisi kursi kosong saja, selalu belajarlah untuk menjadi lebih baik.

Bergabung
Jangan menutup diri untuk pergi bersama teman-teman sekantor, tentu ke acara yang Anda tahu memungkinkan untuk Anda datangi. Pergi dengan teman-teman kantor akan membantu Anda dan mereka melepaskan ketegangan dan saling mengenal di luar kantor.

Bertahan
Diskriminasi gender bisa terjadi di mana pun dan cara Anda menghadapinya bisa memengaruhi masa depan Anda. Jika ada yang merendahkan kompetensi Anda, bertahanlah pada pendapat Anda. Dorong ego Anda dan lebih percaya diri. Pada saat-saat tertentu, Anda mungkin akan merasa rendah diri dan tak kuat bertahan, namun, jangan menyerah. Refleksikan diri pada hal-hal positif dari hasil pekerjaan Anda untuk mengembalikan kepercayaan diri.
Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment