Oct 18, 2010

Tips Bekerja di Rumah

Tips Bekerja di Rumah
Dengan semakin pesatnya teknologi internet dan komputer,kini banyak karyawan yang bisa mengerjakan pekerjaannya di luar kantor, termasuk di rumah.

Namun, butuh siasat khusus agar bekerja di rumah bisa sama produktifnya dengan bekerja di kantor. Umumnya,pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah mengandalkan koneksi internet.Pekerjaan seperti penulis lepas atau usaha pemasaran atau toko online sangat membutuhkan kecepatan akses internet. Selain itu,kondisi rumah yang kondusif juga diperlukan. Meski begitu,mereka yang bekerja di rumah perlu memiliki kontrol yang kuat terhadap dirinya.

Pasalnya, jika tidak ia akan lebih banyak mengurusi urusan pribadi di rumah dibanding bekerja. Karena itulah,walaupun terdengar menyenangkan, bekerja di rumah perlu juga strategi khusus agar target yang ingin diraih bisa tercapai. Yang pasti, apa pun pekerjaan yang Anda lakukan di rumah, apakah bekerja untuk diri sendiri,telekomuter, atau sekadar pekerjaan sampingan,ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar suasana bekerja bisa lebih nyaman dan berujung pada karya yang gemilang. Berikut saran Sally Allen, seorang professional organizer, untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman di rumah, seperti dikutip dari Womensmedia.com.

Pilih tempat yang tepat

Lokasi dan suasana kerja seperti apakah yang Anda inginkan? Apakah Anda lebih suka bekerja di tempat yang privat atau terisolasi, atau di tempat yang memudahkan Anda melakukan berbagai aktivitas sekaligus? Pencahayaan mana yang lebih disukai, apakah cahaya alami yang langsung dari jendela atau dari pencahayaan lampu? Pertanyaan berikutnya,apakah Anda butuh pintu khusus untuk masuk-keluarklienataukonsumen?

Apakah butuh merenovasi rumah untuk memenuhi ruang kerja idaman.Kalau ya,apakah ada dana untuk mewujudkannya? Pikirkan baik-baik jawabannya karena ini adalah langkah awal untuk bisa melakukan pekerjaan dengan baik. Jangan lupa juga untuk mendiskusikan keinginan Anda dengan keluargakarenahaltersebutmenyangkut kenyamanan mereka juga.

Rencanakan desain ruangan

Jika telah menemukan tempat, saatnya merancang desain dan interior ruangan. Menurut Sally, ada baiknya meja kerja Anda posisikan sedemikian rupa agar bisa melihat siapa saja orang yang keluar- masuk ruangan.Jika meja kerja membelakangi pintu,kata Sally, Anda akan sulit berkonsentrasi dan cenderung merasa tak nyaman. Sally menyarankan agar desain ruangan berbentuk L atau paralel.

Tapi yang pasti,jangan sampai bentuk apa pun yang dipilih menyulitkan lalu lalang orang keluar-masuk atau berpindah tempat. Saran lainnya, pilih kursi yang nyaman untuk Anda, baik berat, ketinggian, dan tingkat kenyamanannya. Untuk kursi tamu, jangan pilih yang terlalu nyaman, kecuali memang Anda ingin konsumen berlama- lama di kantor Anda.

Tempat penyimpanan

Pikirkan juga di mana akan menaruh lemari untuk menyimpan berkas-berkas jika memang ada. Jika berkas tak terlalu banyak, cukup taruh di kotak yang terlalu memakan banyak tempat. Ingat, tempatkan masing-masing berkas sesuai fungsinya,di kotak yang berbeda. Taruh lemari atau kotak tersebut di tempat yang mudah Anda jangkau,tanpa harus berjalan jauh dan membuang waktu.

Pencahayaan lampu

Jika Anda menggunakan lampu untuk ruang kerja, gunakan lampu yang nyaman sesuai dengan sinar yang Anda butuhkan.Lampu yang terlalu terang akan membuat mata Anda sakit, begitu juga dengan lampu yang terlalu gelap. Yang pasti,letak lampu juga harus diperhitungkan. Jangan sampai letak lampu justru membuat bayangan atau refleksi yang mengganggu kerja Anda. Kalau perlu, tambahkan tanaman agar ruang kerja lebih terasa hangat dan nyaman.

Gunakan saluran telepon khusus

Jika saat bekerja Anda membutuhkan banyak komunikasi melalui telepon,sebaiknya buat saluran telepon sendiri. Selain agar tidak mencampur adukkan urusan rumah dengan pekerjaan,juga untuk menciptakan citra profesional di mata konsumen dan klien. Gunakan telepon yang memiliki fasilitas lengkap, misalnya tombol mute, hold,dan speaker. Perhatikan juga penempatan telepon yang sesuai dengan posisi duduk Anda. Pastikan saat Anda menelepon, posisi telepon tidak menyilang dengan posisi tubuh Anda. Jika Anda ingin menampilkan kesan yang lebih profesional lagi, gunakan voice message di telepon Anda.

Perhatikan produktivitas

Menurut penulis buku Working From Home, Paul dan Sarah Edwards, orang yang bekerja untuk dirinya sendiri adalah orang yang paling produktif. Penelitian juga menunjukkan bahwa produktivitas kerja di rumah meningkat 15%- 25% daripada bekerja di kantor. Meski begitu, masalah utama bagi pekerja di rumah ialah soal kemampuan melakukan manajemen waktu. Karena itulah, pastikan bahwa tidak ada hal di rumah yang bisa mengacaukan konsentrasi kerja Anda, misalnya anak atau televisi. Intinya, semakin disiplin Anda, maka semakin tinggi produktivitas Anda.

Buatlah jadwal kerja yang realistis

Coba diskusikan dengan keluarga, jadwal kerja seperti apa yang realistis jika dihubungkan dengan berbagai aktivitas yang harus dilakukan untuk urusan pribadi atau rumah. Jika jadwal sudah dibuat, kabarkan kepada seluruh keluarga dan pastikan Anda dan mereka mematuhinya. JikaAnda telekomuter,buatlah jadwal kerja yang sistematis bersama bos Anda.

Laporkan jadwal kerja Anda sehari-hari kepada pihak kantor agar koordinasi tetap berjalan lancar. Intinya, dengan perencanaan dan pengorganisasian yang matang, bekerja di rumah benar-benar bisa menawarkan kenyamanan, kesenangan, dan profesionalitas kerja yang diinginkan.
Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment