Oct 18, 2010

Pencegahan Penyakit Kulit Saat Musim Hujan

Pencegahan Penyakit Kulit Saat Musim Hujan
Saat hujan datang, warga di Indonesia selalu dikhawatirkan dengan timbulnya banjir. Banjir sepertinya sudah menjadi 'teman' dengan masyarakat Indonesia. Tetapi masalahnya bukan hanya terletak pada banjirnya saja, masalah terpenting adalah timbulnya penyakit-penyakit yang dibawa oleh banjir. Selain demam berdarah dan diare, penyakit kulit juga merupakan penyakit bawaan banjir yang harus diwaspadai.

Salah satu masalah kulit yang sering timbul pada musim penghujan adalah infeksi jamur pada kulit. Penyakit ini, terutama sering muncul saat kondisi sedang lembab. Infeksi jamur ada yang menyerang lapisan kulit atas dan lapisan kulit bawah.

Infeksi yang menyerang lapisan kulit atas yang disebut mikosis superficialis cukup banyak di Indonesia dan menyerang masyarakat luas. Panu adalah salah satu mikosis superficialis yang masih sering terjadi. Panu (pitiriasis versikolor) adalah penyakit jamur yang mengenai lapisan kulit bagian atas, bersifat ringan, menahun dan biasanya tidak memberikan keluhan subjektif pada penderita. Sepintas, penyakit ini nampaknya sepele, namun ternyata sering menimbulkan masalah kosmetik bagi penderita, terlebih bila lokasinya di bagian wajah. Selain masalah kosmetik, pengobatan pada panu ini membutuhkan waktu cukup lama.

Panu disebabkan oleh spesies malassezia furfur. Pada kondisi kulit normal, terdapat flora normal (mikroorganisme yang secara normal ada dikulit manusia) yang berhubungan dengan munculnya panu ini yaitu Pityrosporom sp. Lalu, malassezia fufur merupakan bentuk spora, dan merupakan bentuk yang dapat menimbulkan penyakit bagi manusia. Bagaimana flora normal pada kulit bisa berubah menjadi patogen atau menimbulkan penyakit pada manusia, faktor-faktornya adalah sebagai berikut :

1. Faktor eksogen atau yang berasal dari luar tubuh manusia seperti kelembaban dan suhu yang tinggi, higiene perorangan kurang baik, dan pakaian yang terlalu tertutup.
2. Faktor endogen atau yang berasal dari tubuh manusia sendiri seperti kulit berminyak, keadaan tubuh yang cenderung lebih banyak berkeringat, faktor genetik juga berperan, dan kondisi daya tahan tubuh yang sedang menurun seperti pada penderita yang mendapat pengobatan steroid dalam jangka waktu lama.

Gejala penyakit panu adalah berupa bercak-bercak warna putih hingga kecoklatan, dapat berbentuk teratur atau tidak teratur, dan kadang disertai sisik halus di atasnya. Bercak itu akan tampak lebih jelas dan berpendar warna khusus jika dilihat di bawah lampu wood. Lokasi lesi terutama pada badan yaitu dada dan punggung, dan dapat menyerang ketiak, lipat paha dan lengan, tungkai atas, leher bahkan muka dan kulit kepala yang berambut. Karena kelainan ini biasanya tidak menimbulkan keluhan, maka seringkali penderita tidak menyadari timbulnya panu. Pada beberapa penderita, dapat merasakan keluhan gatal ringan terutama bila berkeringat pada lokasi lesi. Tatalaksana terutama yang paling penting adalah meminimalkan faktor-faktor predisposisi timbulnya panu sebagaimana yang sudah dipaparkan di atas.

Pada saat musim hujan saat ini, dimana kondisi lingkungan dan tubuh kita cenderung lembab, yang perlu diingat adalah menjaga agar tubuh tetap kering. Dianjurkan untuk tidak memakai pakaian yang masih lembab misalnya belum kering benar, atau memakai pakaian pada saat tubuh belum benar-benar kering sehabis mandi. Hal ini perlu diperhatikan karena kesembuhan dari panu tidak lepas dari perilaku sehat dari penderita itu sendiri.

Selain itu, obat antijamur juga harus diberikan dan digunakan secara tekun dan teratur. Obat jamur dapat berupa obat topikal maupun obat minum, tergantung dari kasus. Angka kekambuhan panu cukup tinggi, yaitu 40%-70%, sehingga kadang dibutuhkan obat pemeliharaan untuk mencegah kambuhnya kembali penyakit.

Jadi, cegah timbulnya penyakit kulit dengan menjaga kebersihan diri dengan baik dan jika sudah terkena, segera obati dengan obat antijamur.
Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...