Oct 7, 2010

Mendidik Anak dengan Down Syndrome

Mengasuh anak dengan down syndrome memang susah-susah gampang. Perlu kesabaran, ketabahan, dan ketulusan hati untuk dapat menghadapi anak berkebutuhan khusus ini.

Memiliki anak yang sempurna dan sehat, baik fisik maupun mental, tentu harapan semua orangtua. Namun, sering kali pasangan suami istri dititipkan anak oleh Tuhan yang memiliki kekurangan. Misalnya, terdeteksi menderita down syndrome.

Down syndrome adalah kelainan genetik yang terjadi pada kromosom No21 pada berkas q22 gen SLC5A3, yang dapat dikenal dengan melihat manifestasi klinis yang cukup khas. Anak-anak dengan down syndrome memang langsung bisa dilihat perbedaannya dengan anak normal. Wajah mereka bundar seperti bulan purnama (moon face), dengan mata sipit yang ujungujungnya tertarik ke atas.

Sampai saat ini, belum diketahui apa penyebab kerusakan kromosom No21 yang menjadi pemicu kelainan genetis penyebab down syndrome ini. Namun, diperkirakan ada beberapa faktor yang berperan, seperti usia ibu yang sudah cukup lanjut, terpapar ultrasound USG lebih dari 400 kali, pengaruh alkohol, obat-obatan China, dan lain-lain.

Anak-anak down syndrome punya tiga karakter khas, yaitu secara intelektual rendah, secara mental terbelakang, dan secara fisik mereka juga lemah. Sebagai orangtua dari seorang anak dengan down syndrome, Anda memainkan peran penting dalam membantu dia untuk mencapai potensi terbaiknya.

Memiliki anak dengan down syndrome memang penuh tantangan dan juga pencapaian. Rasa frustrasi dan menyerah yang terus naik turun sering kali membuat orangtua kelelahan. Yang paling penting bersabarlah dan terus dorong anak untuk berusaha berjalan dan menguasai keterampilan perkembangan anak lain, seperti membolak-balikkan tubuh, duduk, berdiri dan berbicara.

Anak Anda kemungkinan akan membutuhkan waktu yang lebih banyak dibandingkan anak-anak lain untuk mencapai kejadian penting tersebut. Seperti juga hasil penelitian yang dilakukan di Kansas State University and Texas Tech University, Amerika Serikat.

Dari survei yang dilakukan secara onlineterhadap orang tua yang mempunyai anak dengan down syndrome, mereka mengaku memiliki perasaan negatif ketika mengetahui bahwa anak mereka menderita down syndrome. Namun, kebanyakan kasus akhirnya berubah menjadi sukacita dan tetap bertahan.

“Mayoritas orangtua merasa bahwa (memiliki anak down syndrome) mengejutkan. Mereka lantas depresi, sedih, berkabung, shock, merasa takut, marah, kecewa, dan tak berdaya,” tutur Briana
Nelson Goff, dekan untuk urusan akademik di Fakultas Ekologi Manusia dan profesor di Bidang Studi Keluarga dan Pelayanan Manusia di Kansas State University seperti dikutip laman Babycenter.com.

Namun, setelah itu, banyak orangtua yang berhasil mengubah perasaan negatif menjadi positif. Survei sendiri dilakukan sejak Oktober 2009,dan berhasil menghimpun 500 tanggapan.

“Para orangtua mengatakan, bahwa waktu untuk mengakrabkan diri dengan anak mereka adalah salah satu kunci yang paling penting untuk ketahanan mereka. Mereka harus mengambil waktu itu untuk menyadari apa yang mereka hadapi,yang kemudian membantu penyesuaian mereka,”ujar Goff.

Wajar apabila awal mengetahui anak menderita kelainan, orangtua sedih. Namun, dijamin, pencapaian selanjutnya, sangat signifikan dan menarik untuk dilihat. Jangan lupa, daftarkan anak Anda (sejak bayi sampai usia 3 tahun) dalam program intervensi awal. Program-program ini biasanya memiliki staf yang terlatih untuk memantau dan mendorong perkembangan anak Anda.

Bicarakan juga dengan tentang program yang anak Anda ikuti tersebut. Mencapai keterampilan dasar anak seperti belajar untuk makan sendiri dan memakai pakaian secara mandiri, memang sering memakan waktu lebih lama untuk anak-anak dengan down syndrome.

Karena itu, sisihkan waktu setiap hari untuk terus berlatih dan menjaga sikap positif ketika Anda membantu anak belajar menjalankan tugas- tugas ini. Dorong juga anak Anda untuk belajar, bersosialisasi, dan aktif secara fisik.Misalnya,mendaftarkan anak Anda di kelas dengan anak-anak lain pada usia yang sama.

Pikirkan cara-cara Anda untuk merangsang keterampilan berpikir anak Anda tanpa membuat tugas yang terlalu sulit. Anda tahu bahwa itu tantangan yang baik bagi anak Anda, dan kadang-kadang akhirnya memang berjalan tidak sesuai harapan.

Kebanyakan anak dengan down syndrome dapat dimasukkan ke dalam kelas reguler. Anak Anda mungkin perlu kurikulum yang diadaptasi dan kadang-kadang dapat menghadiri kelas khusus. Terus libatkan diri Anda dengan pendidikan anak Anda.

Anak-anak berkebutuhan khusus, seperti juga anak dengan down syndrome, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan. Undang-undang juga melindungi hak-hak Anda sebagai orang tua untuk diberi informasi yang lengkap tentang pendidikan anak Anda.

Ketika anak down syndrome memasuki masa pubertas, perawatan yang tepat dan kebersihan tubuh menjadi sangat penting. Penerimaan dari lingkungan dan harga diri dipengaruhi oleh seberapa baik Anda dan anak Anda menangani permasalahan ini.

Secara sosial, remaja dan orang dewasa dengan down syndrome memiliki kebutuhan yang sama seperti orang normal. Kebanyakan mereka ingin berkencan, bersosialisasi, dan menjalani hubungan dengan lain jenis.

Anda dapat membantu anak Anda dengan mengembangkan hubungan yang sehat dengan mengajarkan keterampilan sosial dan perilaku yang tepat. Dorong anak Anda untuk mengambil bagian dalam kegiatan sekolah dan masyarakat. Menyediakan kesempatan untuk membentuk persahabatan yang sehat adalah penting untuk kebahagiaan anak Anda dan menumbuhkan rasa memiliki.

Saat itu, ajarkan menghormati tubuhnya dan tubuh orang lain. Lalu, bicaralah secara terbuka tentang moral berbasis agama. Yang pasti, memberikan pendidikan seks yang jujur dan diberikan dengan cara yang tepat agar anak Anda mengerti. Anda harus mulai merencanakan untuk pengaturan masa depan anak Anda seterusnya selama masa remajanya.

Banyak orang dengan down syndrome hidup mandiri sebagai orang dewasa di rumah-rumah penitipan atau apartemen dengan pelayanan dukungan. Namun, rumah-rumah penitipan yang paling dan pusat komunitas memerlukan kemandirian tingkat dasar yang harus dia miliki, seperti makan, mandi, dan memakai pakaian sendiri.

Seorang dewasa dengan down syndrome akan mendapatkan manfaat saat bekerja di luar rumah dan melakukan kegiatan sosial. Memiliki gaya hidup aktif dengan belajar terus membuat siapa saja, termasuk orang dengan down syndrome, merasa lebih bersemangat dan merasa bahwa hidupnya bermakna.

Rumah penitipan orang dewasa mungkin bisa menjadi pilihan. Atau mengikuti olimpiade khusus dan kegiatan lain yang menekankan proses latihan juga bisa jadi pilihan. Anda harus mendorong hobi dan kecintaan dia, seperti dalam seni atau hobi seperti menggambar.

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...