Oct 25, 2010

Jalan Kaki Bermanfaat Sehatkan Mental

Jalan Kaki Bermanfaat Sehatkan Mental
Para peneliti mengatakan orang-orang lanjut usia yang rutin berjalan kaki memiliki risiko lebih kecil menderita gangguan mental.

Berjalan secara rutin bahkan diyakini bisa mengusir pikun.

Hasil pengamatan terhadap otak menunjukan orang lanjut usia yang berjalan antara 9 sampai 14 km per minggu memiliki lebih banyak jaringan otak di bagian penting.

Studi yang dilakukan Universitas Pittsburgh terhadap 299 orang menunjukan mereka memiliki risiko kecil terkena penyusutan otak yang berkaitan dengan gangguan ingatan.

Penelitian itu dimuat di Jurnal Neurologi. Relawan, yang berusia sekitar 78 tahun, diperiksa apakah memiliki tanda kerusakan kognitif atau gila.

Tim peneliti juga mengakses hasil pemantauan otak sejak empat tahun sebelumnya sebagai ukuran jumlah grey matter dari otak mereka.

Penelitian ini menemukan berbagai bagian dari otak dan diketahui menyusut pada sejumlah orang ketika mereka berusia lanjut.

Masing-masing dari mereka diberikan pertanyaan seputar aktivitas jalan kaki yang menjadi rutinitas sejak berusia 60 tahunan.

Hasil penelitian menunjukan mereka yang berjalan kaki antara 9 sampai 14 km - setiap minggu memiliki volume grey matter yang baik.

Empat tahun setelah pengamatan, 40% dari kelompok dapat diukur kerusakan kognitif atau gangguan jiwa.

Setelah dibandingkan, mereka yang lebih sering berjalan kaki memiliki risiko yang lebih kecil mengalami gangguan mental.

"Jika latihan secara rutin di usia pertengahan dapat meningkatkan kesehatan otak dan meningkatkan kemampuan berpikir dan daya ingat di masa depan, maka itu merupakan alasan bagi orang di segala usia untuk melakukan latihan," kata Dr Kirk Erickson, kepala peneliti.

Susanne Sorensen, dari komunitas Alzheimer, mengatakan penelitian ini kembali membuktikan kesehatan jiwa membuat otak sehat.

"Walaupun keterkaitan telah ditemukan antara kurang latihan dan jaringan otak, kami membutuhkan lebih banyak riset untuk mengetahui mengapa latihan fisik mungkin berdampak pada otak," kata Sorensen.

"Langkah terbaik untuk mengurangi risiko adalah latihan secara rutin, konsumsi makanan sehat, tidak merokok, dan mengecek tekanan darah dan kadar kolesterol," tambahnya.
Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment