Oct 20, 2010

Fakta Mobil Anda Penuh Bakteri

Fakta Mobil Anda Penuh Bakteri
Mengemudi sambil mengemil – makan makanan ringan – beresiko bagi keselamatan jiwa Anda dan kesehatan. Karenanya, sebaiknya dihentikan mulai sekarang.

Banyak kasus, pengemudi terkejut ketika meminum kopi ternyata masih sangat panas, atau saus burger – hotdog tumpah, muncrat mengenai baju dan jok, sehingga Anda kaget, panik, dan kemudian kemudi terganggu. Merusak konsentrasi di jalan, dan berpotensi membahayakan jiwa Anda dan keluarga.

Di sisi lain, dari segi kesehatan, Anda berisiko mengalami keracunan makanan dan infeksi kulit karena dengan adanya makanan dalam mobil Anda, ternyata sekaligus mengundang banyak bakteri.

Dalam sebuah pengujian terhadap tingkat kebersihan mobil keluarga, para ilmuwan menemukan rentetan kuman seperti Staphylococcus dan Bacillus cereus pada aksesoris mobil.

Menurut ilmuwan, yang dikutip conectique.com, infeksi kuman staphylococcal dapat ditularkan dari orang ke orang dan dapat mengakibatkan infeksi kulit seperti impetigo dan keracunan makanan.

Sedangkan bacillus cereus adalah sebuah bakteri yang membentuk spora, yang tertidur sampai kondisi disekitarnya menjadi ideal untuk bakteri aktif kembali.

Kondisi dikatakan ideal ketika mobil dalam keadaan panas (menyelakan pemananas mobil, memarkir mobil di tempat yang terkena sinar matahari atau meninggalkan makanan di mobil yang memungkinkan bakteri berkembang.Bakteri ini membahayakan karena dapat menyebabkan mual, muntah dan diare.

Pengujian dilakukan tim ilmuwan pada gagang pintu mobil, roda kemudi, tongkat persneling, tombol kontrol radio, di bawah kursi dan di alas/karpet mobil, tempat barang-barang belanjaan sering diletakan.

Mereka menggunakan kapas untuk mengambil sampel kuman dan mengujinya di laboratorium.

Hasil penelitian menunjukan bahwa bakteri Staphylococcus terdeteksi pada gagang pintu mobil, roda kemudi dan di bawah kursi. Sementara bakteri Bacillus cereus ditemukan menempel pada gagang pintu, tongkat persneling, alas/karpet mobil dan di bawah kursi. Bakteri ini dibawa masuk ke dalam kendaraan melalui sepatu yang digunakan penumpang mobil atau kaki dari hewan peliharaan.

Melalui sebuah survei yang dilakukan pengemudi untuk Halfords, diketahui bahwa sekitar 70 persen pengemudi melakukan aktivitas makan atau minum di dalam mobil, sementara setengah dari responden mengaku jarang membersihkan bagian dalam mobil atau kurang dari sebulan sekali.

Hampir setengah respodnen juga mengatakan sering menumpahkan makanan atau minuman dalam mobil. Bahkan sepertiga dari mereka mengaku sering membawa hewan peliharaan mereka dalam mobil.

“Meskipun banyak strain bakteri yang tidak berbahaya, namun beberapa diantaranya dapat menyebabkan penyakit yang mengganggu. Banyak orang yang takut makan di toilet karena kotor, namun mereka juga harus menyadari bahwa makan di belakang kemudi yang terkontaminasi dapat menimbulkan risiko kesehatan yang sama,” ujar Dr Anthony Hilton, seorang pakar mikrobiologi di Aston University.

“Sangatlah penting, terutama saat cuaca menjadi lebih hangat, untuk memastikan orang-orang tidak meninggalkan sisa-sisa makanan di dalam mobil mereka, karena bakteri dapat berkembang bahkan pada remah-remah kecil. Hewan peliharaan Anda yang di bawa masuk ke dalam mobil juga dapat memberikan sumbangan terhadap kemunculan mikro-organisme yang berbahaya,” lanjutnya kemudain, seperti yang dilansir dari Telegraph.

Lebih lanjut ia memperingatkan bagi Anda yang memperlakukan mobil seperti rumah, sering makan atau minum di dalam mobil, sudah seharusnya mempertahankan kebersihan mobil sebagaimana Anda menjaga kebersihan dalam ruang makan.
Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment