Oct 14, 2010

Cara Menyeimbangkan Karier dan Rumah Tangga

Cara Menyeimbangkan Karier dan Rumah Tangga
Stres dan rasa bersalah sering menghantui kaum perempuan yang memiliki peran ganda sebagai ibu sekaligus wanita karier. Apalagi jika Anda harus bekerja penuh waktu dan meninggalkan sang buah hati di rumah bersama pengasuh.

Namun, jangan jadikan kekhawatiran dan perasaan bersalah tersebut menghalangi langkah Anda untuk menjadi ibu sekaligus pekerja teladan. Berikut ini adalah sejumlah kiat untuk menyeimbangkan kehidupan rumah tangga dan pekerjaan Anda:

Berbagi tugas
Jangan menanggung sendiri beban pekerjaan rumah tangga Anda. Sebaliknya, ajak suami untuk berbagi tugas dan tanggung jawab mengurus rumah dan anak-anak. Partisipasi sang ayah misalnya, membantu merawat anak yang sakit atau menggantikan Anda yang berhalangan hadir ke acara pembagian rapor di sekolah.

Selain itu, tugas Anda juga akan menjadi jauh lebih ringan jika bisa mendelegasikan berbagai tetek-bengek urusan rumah tangga kepada pembantu yang dipercaya.

Jadwal fleksibel
Jika merasa sangat stres, minta atasan untuk mengatur kembali jadwal kerja Anda dan diskusikan jika Anda memerlukan tambahan waktu libur selama satu hari (jika mungkin dan tidak melanggar kebijakan). Hal ini mungkin akan berdampak pada pemotongan gaji, namun sepadan dengan waktu yang dapat Anda habiskan bersama keluarga tercinta.

Akan tetapi, jika permintaan tersebut tidak mungkin diajukan, coba pilih satu malam atau akhir pekan ketika Anda dapat memfokuskan perhatian hanya kepada keluarga. Matikan laptop, tinggalkan ponsel di rumah, dan ajak buah hati bermain di taman bermain atau tempat rekreasi keluarga. Selagi menjadi ibu yang hebat bagi anak-anak, Anda sekaligus dapat mengisi ulang energi sehingga bisa bekerja dengan pikiran segar minus stres pada keesokan hari.

Temukan perspeksif
Ketika berada di kantor, Anda barangkali setengah mati berharap saat ini sedang berada di rumah bersama buah hati. Akan tetapi, sebenarnya belum tentu Anda akan merasa lebih puas jika berada di rumah sepanjang waktu. Menurut Dr. Leon Hoffman, Direktur Pacella Parent Child Center, banyak wanita karier berharap dirinya menghabiskan waktu di rumah bersama anak-anak, namun ketika di rumah mereka berharap bisa kembali bekerja di kantor.

Intinya, menjadi seorang ibu memang pekerjaan yang berat. Tetapi jika Anda berhasil menemukan perspektif dari situasi tersebut, dan yakin dengan alasan Anda bekerja atau memilih tinggal di rumah, Anda dapat melewati hari terberat sekali pun tanpa terlalu merasa bersalah.

Kurangi stres
Kabar baik bagi ibu yang bekerja. Sebuah penelitian menunjukkan, anak-anak yang pergi ke tempat penitipan anak tidak ditakdirkan untuk menjadi anak nakal. Sebuah studi yang mengukur perkembangan lebih dari 6.000 anak menemukan, anak-anak dengan ibu yang bekerja di luar rumah tidak mengalami kerusakan permanan akibat ketidakhadiran ibunya.

Sementara itu, menurut Ellen Galinsky, Presiden Families and Work Institute, lebih banyak anak memilih orang tuanya tidak merasa terlalu stres dan lelah, daripada menghabiskan waktu bersama mereka selama 7x24 jam.

Di dalam edisi terbaru The American Psychoanalyst, Galinsky menulis, ''Anak-anak peduli dengan kondisi orang tua yang tidak terlalu stres karena mereka peduli dengan waktu yang dihabiskan bersama.'' Jadi, daripada terus khawatir memikirkan berapa jam yang dapat Anda habiskan bersama buah hati Anda, lebih baik fokuskan perhatian untuk bersenang-senang bersama keluarga apabila Anda sedang bersama mereka.
Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...