Oct 7, 2010

Anak Hiperaktif adalah Karena Gangguan Genetik

Anak Hiperaktif adalah Karena Gangguan Genetik.
Anak hiperaktif atau ADHD (attention-deficit/hyperactivity disorder) diderita 3-5 persen anak-anak di seluruh dunia. Ilmuwan menemukan bukti penyebab
ADHD yang selama ini diduga pola asuh atau pola makan yang buruk ternyata adalah gangguan genetik.

Peneliti telah mengamati peta gen lebih dari 1.400 anak dan menemukan bahwa anak dengan ADHD memiliki potongan kecil DNA yang digandakan atau hilang.

Anita Thapar, seorang profesor psikiatri anak dan remaja dari Cardiff University yang juga memimpin studi ini mengungkapkan bahwa penelitian harus dapat membantu menghilangkan mitos bahwa ADHD disebabkan oleh pengasuhan yang buruk atau pola makan buruk akibat terlalu banyak konsumsi gula.

"Hasil ini menarik, karena memberikan kita bukti hubungan genetik langsung dengan ADHD. Sekarang kita bisa mengatakan bahwa ADHD adalah penyakit genetik dan otak anak yang mengembangkan kondisi ini berbeda dengan otak anak-anak lainnya," ungkapnya, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (30/9/2010).

ADHD lebih sering terjadi pada anak laki-laki. Anak dengan ADHD akan memiliki kegelisahan berlebih, impulsif, mudah terganggu dan sering mengalami kesulitan baik di rumah atau sekolah.

Hingga kini tidak ada obat untuk menyembuhkannya, tapi gejala yang muncul bisa diminimalisir melalui kombinasi obat dan terapi perilaku.

Tim dari Cardiff University menganalisis genom dari 366 anak dengan ADHD yang dibandingkan dengan 1.047 sampel anak-anak tanpa ADHD untuk menemukan variasi dalam genetikanya.

Studi ini menemukan adanya tumpang tindih (overlap) antara segmen DNA yang dihapus atau didupliaksi yang dikenal sebagai copy number variants (CNVs) lebih umum pada anak-anak dengan ADHD dibandingkan anak-anak lain. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet.

Nigel Williams yang mengerjakan studi ini menuturkan overlap ditemukan di sebuah wilayah tertentu pada kromosom 16 yang telah dikaitkan dengan skizofrenia dan gangguan kejiwaan yang mencakup sejumlah gen, termasuk salah satu yang dikenal memainkan peran dalam perkembangan otak.

"Dengan adanya hasil penelitian ini akan dapat membantu mengungkapkan dasar dari kondisi biologis ADHD. Hal ini sangat penting untuk membantu mengembangkan pengobatan baru yang lebih baik dan jauh lebih efektif," ujar Prof Thapar.
Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment