Sep 30, 2010

Tips Menghadapi Situasi Kompetitif di Kantor

Tips Menghadapi Situasi Kompetitif di Kantor
Geniuslifetips menyajikan artikel dan tips Pengembangan Diri. Setiap orang sukses selalu  melalui proses pengembangan diri, entah dengan membaca, mencoba hal baru meminta dan menerima saran, bahkan dengan berolahraga, semua dilakukan untuk meningkatkan potensi.

Pengembangan diri merupakan bentuk perwujudan dari aktualisasi diri, yaitu proses untuk mewujudkan dirinya yang terbaik  sejalan dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.

Setiap individu mempunyai kekuatan yang bersumber dari dirinya, namun banyak orang yang merasa tidak mempunyai kemampuan apa-apa, merasa dirinya tidak berguna dan tidak mampu  mencapai aktualisasi diri.

Nah, sekarang cara menghadapi situasi kompetitif di kantor? Berikut ini tipsnya:

Waspada terhadap orang-orang yang sepertinya hidup karena kompetisi di kantor. Bisa-bisa Anda malah makan hati karenanya. Bisa dikatakan, bahwa para pekerja jaman sekarang jauh lebih kompetitif dibandingkan para karyawan 10 tahun lalu. Mengapa jaman sekarang sulit sekali untuk bisa bertahan kerja? Mungkin karena kondisi ekonomi yang tak menentu adalah salah satu alasannya. Ketika orang-orang takut akan ketidakpastian dalam pekerjaan, mereka cenderung ingin membuktikan kepada perusahaan bahwa mereka patut dipertahankan. Tekanan untuk bisa "perform" pun makin tinggi di antara para karyawan.

Meski kompetisi untuk bisa terus "perform" memang perlu untuk meningkatkan motivasi dan produktivitas, tetapi terlalu banyak tekanan bisa menghalangi kerjasama dan hasil tim. Berikut adalah lima kompetitor di kantor yang seringkali merusak kerjasama tim:

1. Si Tukang Ngebut
Laiknya pembalap, orang ini akan melakukan apa pun untuk melakukan segalanya secepatnya. Ketika manager meminta tim untuk menyiapkan ide untuk proyek baru, orang ini selalu menjadi yang pertama dalam merespons. Ketika Anda berada dalam tim yang sama dengan si tukang ngebut, jangan lupa untuk me-review ulang hasil kerjanya. Kecenderungan orang yang bekerja terlalu cepat dia seringkali melupakan detail dan perhatian yang diperlukan. Sedikit lebih waspada untuk mencek kesalahan selalu lebih baik jika bekerja dengan orang-orang semacam ini.

2. Si Penyendiri
Tipe ini justru sangat menjaga idenya bagai harta karun. Dia cenderung ingin menyelesaikan proyek sendirian, bukan team player. Ia juga tak begitu suka kerja kelompok. Ketika Anda kebagian kelompok bersama tipe yang seperti ini, berikan dia ruang sedikit. Namun, pastikan Anda tetap bisa berkomunikasi dengannya. Jangan lupa untuk mencek dengan orang ini secara rutin. E-mail perkembangan atau tawaran untuk membantu biasanya cukup untuk membuat si dia merasa bahwa Anda adalah orang yang bisa dipercaya.

3. Si Superstar
Tak ada tantangan yang cukup besar untuk orang semacam ini. Orang ini senang berusaha untuk mendapatkan proyek-proyek besar. Ketika aura positifnya cukup membantu, apa yang inginkan hanya lah kemungkinan untuk mencoba menggapai tantangan yang tinggi saja. Bekerja dengan superstar? Lebih baik berikan tongkat kepemimpinan padanya. Minta kehadirannya pada rapat staf berikutnya. Asalkan peran Anda tak hilang secara keseluruhan, Anda bisa minta teman tersebut untuk menjadi motivator dan menjadi jembatan bagi rekan-rekan kerja lain.

4. Pengangkat Beban
Orang ini seringkali menawarkan diri untuk menangani proyek ekstra, demi terlihat baik di mata manager. Anda bisa belajar sesuatu dari orang ini. Tingkahnya tak hanya membantu dia untuk terlihat bagus di mata manajer, tetapi juga sekaligus membuatnya terpacu untuk belajar hal-hal baru. Jika Anda mengikuti langkahnya, berhati-hatilah untuk tidak mengambil tanggung jawab yang tak sanggup Anda emban. Mencoba mengerjakan terlalu banyak bisa membuat pekerjaan utama Anda tak terselesaikan, dan bisa mengarah ke kelelahan. Ujung-ujungnya malah membuat kinerja Anda buruk.

5. Si Penyabotase
Orang seperti ini akan melakukan segalanya untuk bisa selangkah lebih maju, seperti menerima pujian sendirian untuk proyek bersama. Tidak sportifnya orang seperti ini justru membuat keburukannya sendiri terlihat, yakni; dengan membuat orang lain terlihat buruk, ia berpikir bahwa dirinya terlihat lebih baik. Sebisa mungkin jauhi orang seperti ini. Jika Anda berada dalam situasi ini, sebaiknya laporkan kepada atasan Anda situasi yang sedang berlangsung.

Tips menghadapi situasi kompetitif di kantor:
Pertama, fokus pada hasil kerja Anda sendiri ketimbang aksi kolega Anda, dan pastikan Anda yakin bahwa atasan Anda sudah tahu kontribusi Anda pada tim. Dengan begini, Anda menempatkan diri pada tempat yang positif dan menjaga integritas diri dengan menghindari drama di tempat kerja. Juga usahakan untuk tak terlalu mengkhawatirkan tingkah rekan kerja Anda. Ingatlah, bahwa para kompetitor ini bisa saja membuat dirinya menjadi musuh dirinya sendiri.

Jika memang ada salah seorang rekan kerja Anda melangkah terlalu jauh, misalnya, dengan tidak memberikan informasi yang Anda perlukan untuk proyek bersama, sebaiknya tanyakan langsung pada yang bersangkutan. Anda bisa set rapat untuk membicarakan hal tersebut dengan si oknum tersebut. Atau jika Anda tak nyaman dengan ide tersebut, Anda bisa bicarakan dengan manager. Usahakan untuk tidak mengucapkan hal-hal pribadi yang tak berhubungan dengan pekerjaan tentang orang itu.
Artikel Terkait

2 comments:

  1. Bagi anda yang suka klak-klik dapat duit, berikut ada PTC rekomendasi saya :
    http://tinyurl.com/254rhj4 <---- PTC Indo go internasional
    http://tinyurl.com/2e4kr74 <---- instan payout
    http://tinyurl.com/36dxd6d <---- $ 0.03 per klik
    http://tinyurl.com/26rqds8 <---- baru lounching
    http://tinyurl.com/2frcsqw <---- low payout
    http://tinyurl.com/cashviews <--- new site
    http://tinyurl.com/rxbux <--- Admin onbux
    http://twitprofit.com?r=ptcrahim@gmail.com

    ReplyDelete