Sep 29, 2010

Tips Mengatasi Alergi Pada Anak

Tips Mengatasi Alergi Pada Anak.
Geniuslifetips menyajikan aneka Tips Kesehatan. Kesehatan adalah kenikmatan luar biasa yang
diberikan oleh Allah SWT kepada makhluknya. Sudah sepantasnya kita senantiasa mensyukuri nikmat kesehatan yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita.

Begitu pentingnya kesehatan itu sehingga Rasulullah SAW memberikan pesan kepada kita untuk senantiasa memanfaatkan dan memperhatikan lima perkara sebelum datangnya lima perkara:
"Ambillah lima perkara sebelum datangnya lima perkara, yaitu hidupmu sebelum datang ajalmu, jagalah kesehatanmu sebelum datang sakitmu, manfaatkan sebaik-baiknya kesempatanmu sebelum datang kesibukanmu, manfaatkan masa mudamu sebelum datang waktu tuamu, manfaatkanlah waktu kayamu sebelum datang waktu fakirmu. (HR. Ahmad dan Baihaqi)"

Salah satu dari lima pesan Rasulullah SAW tersebut, adalah agar kita selalu menjaga kesehatan, sebelum datangnya waktu sakit. Marilah kita benar-benar menjaga kesehatan kita dan orang-orang yang kita cintai, agar terhindar dari penyakit.

Berikut ini serba-serbi tentang alergi pada anak.

Jika anak terdiagnosis mengalami alergi dalam ruangan, maka sebagai orangtua perlu untuk mengurangi/ menghindarkan si kecil terhadap pajanan alergen.
Berikut tipsnya:
- Secara teratur bersihkan karpet dari debu dengan menggunakan vacuum cleaner, terutama yang menggunakan sistem penyaringan yang tinggi, sehingga membuat udara menjadi bersih dan aman dari kotoran debu.
- Untuk alergi debu atau tungau, hindari penggunaan karpet terutama di dalam kamar anak. Mengapa? karena karpet banyak menyimpan debu. Begitu juga dengan boneka kain atau berbulu. Bersihkan dengan rutin dan sebaiknya tidak disimpan di kamar si
kecil. Selain itu, cuci tirai/gorden, juga sprai, selimut dan keset secara berkala.
- Bila memelihara hewan, jangan tempatkan di kamar anak, melainkan di kandang khusus sehingga kontak anak dengan hewan peliharaan tersebut diminimalkan.
- Bila anak mengalami alergi spora jamur, usahakan agar ruangan tidak lembab, jaga kamar si kecil bersih dan kering.
- Selain itu, obat-obatan juga dapat meringankan gejala alergi yaitu golongan dekongestan, antihistamin, dan steroid. Hanya saja, obat-obatan sebaiknya tidak digunakan dalam jangka panjang.

Jika gejala tidak dapat diatasi dengan pengobatan, dokter mungkin menyarankan membawa anak untuk menjalani immunotherapy guna membantu menurunkan reaksi terhadap alergen. Alergi merupakan salah satu penyakit anak-anak yang paling umum. Jika anak Anda menderita gangguan alergi, kemungkinan ini ‘diwariskan’ dari orangtua atau dari kerabat terdekat. Para ilmuwan percaya bahwa alergi disebabkan oleh kombinasi antara faktor keturunan dan lingkungan.Karenanya, tidak mengherankan bila pertama kali anak-anak mengalami alergi terhadap sesuatu yang berada di lingkungan rumah, seperti: hewan piaraan, debu, makanan tertentu, kutu, atau jamur. Pada akhirnya, anak-anak akan mengalami allergen musiman (zat yang memicu reaksi alergi) seperti serbuk bunga dan bisa menjadi alergi itu sendiri.

Alergi pada masa kanak-kanak umumnya adalah asma, hay fever (alergi yang disebabkan allergen tertentu, misalnya serbuk bunga), biduran, dermatitis kontak, dan alergi makanan.

CARA MENGENAL ALERGI PADA ANAK
Waspadai gejala-gejala alergi sebagai berikut:
HAY FEVER
* Bersin-bersin, pilek, sesak, gatal-gatal dan hidung berair.
* Mata berair, gatal, merah atau membengkak.
* Batuk, perdarahan hidung, atau rasa sakit di seputar hidung bagian luar.
* Lingkaran hitam di bawah mata.
* Mendengkur pada malam hari dan bernapas melalui mulut.
* Merasa lelah karena umumnya tidak bisa tidur nyenyak pada malam hari.
* Meludah terus menerus.
* Sakit kepala tanpa demam.

ASMA
* Napas berbunyi, tidak bisa bernapas dan dada sesak sehabis berolah raga atau setelah terkena allergen.
* Kulit lebam, mengantuk, detak jantung cepat 
* Bentuk dada agak melebar (sering disebut dengan istilah ‘dada merpati’).

BIDURAN
* Ruam-ruam kulit terasa gatal, berwarna merah dan membengkak dengan bagian tengah berwarna pucat. Tersebar baik di sekujur tubuh maupun pada satu bagian saja, misalnya wajah. Lokasinya bisa berpindah-pindah. Hilang biduran di satu tempat,muncul biduran di bagian tubuh lainnya.

DERMATITIS KONTAK
* Kulit melepuh kecil-kecil, berwarna merah, namun tidak terlalu gatal; alergi biasanya hilang bila penyebabnya hilang.

ALERGI MAKANAN
* Bibir bengkak.
* Rasa geli di seputar mulut atau tenggorokan.
* Muntah.
* Perut kembung.
* Diare.
* Usus besar bekerja lebih aktif.
* Perut mulas.

APA YANG MESTI DICERITAKAN KE DOKTER?
Informasi penting artinya untuk dapat menemukan penyebab alergi yang menyerang anak Anda. Laporan Anda mesti lengkap: gejala, kelainan yang muncul, riwayat medis anak (pra kelahiran, waktu kelahiran dan setelah kelahiran), riwayat alergi dalam keluarga, kondisi lingkungan, termasuk informasi mengenai hewan piaraan dan tanaman yang ada di rumah, Riwayat makanan secara lengkap, kondisi emosi dan sosial masa lalu dan masa kini.
Jika informasi tidak cukup, dokter akan meminta Anda untuk mulai mencatat secara rutin reaksi alergi anak. Jika reaksi alergi ini terjadi hanya pada masa tertentu selama satu tahun, misalnya, maka penyebabnya mungkin serbuk atau jamur musiman.
Jika reaksi alergi terjadi hanya bila mengunjungi orang yang memiliki hewan piaraan, mungkin penyebabnya adalah bulu binatang.

PENCEGAHAN
Pengobatan yang paling ampuh terhadap penyakit alergi adalah dengan menghindari zat-zat penyebab alergi. Meskipun alergi pada masa kanak-kanak tidak bisa dicegah secara total, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah dan mengurangi terjadinya alergi:
* Hindarkan si anak dari makanan yang berpotensi menyebabkan alergi: putih telur, susu sapi, sereal gandum, dan madu. Hindari pula makanan-makanan padat sampai usianya mencapai 6 bulan. Secara bertahap kenalkan beberapa makanan baru, mulailah dengan makanan lunak (sereal beras atau gandum).
* Bersihkan seluruh rumah dan terutama tempat tidur si kecil supaya sebisa mungkin terbebas dari debu.
* Kosongkan dan bersihkan ruang tidur bayi, lepas semua karpet yang menempel di lantai, gantilah dengan lantai kayu atau linolium.
* Usahakan untuk mengisi ruang tidur si kecil dengan satu tempat tidur saja dan tutuplah kasur dan boks bayi dengan menggunakan plastik anti debu. Beralihlah menggunakan bantal dakron atau bantal karet, gunakan selimut dari bahan katun dan bukan dari bahan perca atau kapas.
* Bersihkan ruangan setiap hari. Saat membersihkan, buka semua pintu dan jendela agar udara segar masuk, kemudian tutup kembali. Saat membersihkan debu, gunakan kain basah atau berminyak supaya debu tidak terbang kemana-mana, semua mainan harus disingkirkan dari kamar si kecil.
* Jika mungkin, gantilah semua perabot yang berlapis kain dengan perabot yang terbuat dari bahan yang bisa dilap, seperti lapisan kayu, vinil, atau kulit.
* Mungkin Anda perlu memasang ‘penyedot’ ruangan terutama di dapur dan di kamar mandi.
* Hindarkan anak dari binatang piaraan.
* Jangan ijinkan orang merokok dalam ruangan, karena perokok pasif bisa memperburuk gejala-gejala alergi.
* Konsultasikan dengan dokter untuk memberikan suntikan alergi pada anak Anda.
* Berbagai produk susu ditambahkan pada banyak jenis makanan untuk berbagai alasan dan Anda tentu tidak bisa cepat mengenali karena tidak dicantumkan pada kemasan. Salah satu di antaranya adalah kasein, suatu bentuk protein susu yang bisamenimbulkan alergi makanan.
Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...