Sep 29, 2010

Tips Agar Anak Berani Mengeluarkan Pendapat

Tips Agar Anak Berani Mengeluarkan Pendapat.
Geniuslifetips menyajikan aneka Tips Keluarga. Dalam sebuah keluarga, peranan orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak sangat mempengaruhi perkembangan anak hingga masa depannya nanti.

Begitu pula sebagai orang yang lebih muda sudah selayaknya menghormati dan menghargai yang lebih tua. Dalam hal ini melatih kesabaran adalah hal yang sangat penting saat menghadapi masalah baik dengan orang yang lebih tua, maupun saat kita mencoba memecahkan masalah yang berkaitan dengan anak-anak kita.

Dan jangan lupa bahwa kita adalah teladan bagi anak-anak kita. Hendaknya kita selalu berhati-hati dalam bersikap dan mengambil tindakan, jangan sampai anak kita meniru hal-hal negatif yang kita lakukan.

Usahakan untuk selalu memberikan yang terbaik buat keluarga. Perhatian dan pengorbanan yang kita lakukan dengan ikhlas, niscaya dicatat sebagai amal dan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Agar anak dapat berkembang dengan baik di kemudian hari, bagaimana cara agar anak berani mengeluarkan pendapat?

Menyampaikan pendapat merupakan perilaku terpuji. Tidak semua orang berani berpendapat. Oleh karena itu, berpendapat dalam sebuah forum harus dilatih sejak dini, agar kelak ketika dewasa, terbiasa menyampaikan pendapat dengan baik tanpa menyinggung perarasaan orang lain.

Berikut tips agar anak berani mengeluarkan pendapat :
1. Memberikan perhatian serius dan kontak mata ketika anak menyampaikan pendapat atau perasaannya.
2. Mendengarkan dengan sabar tentang apa yang coba diutarakannya. Kemampuan anak dalam memilih kosa kata lebih lambat daripada orang dewasa.
3. Mendengarkan tanpa memotong pembicaraan. Jangan menyela sebelum ia selesai berbicara. Sulit memang untuk menyimak dan menangkap isi pembicaraannya, tapi hargai hak mereka untuk berbicara dan memberi pendapat.
4. Menunjukkan ketertarikan ketika anak berbicara. Mintalah anak untuk berpendapat tentang hal yang dilakukannya. Bila Anda menunjukkan ketertarikan akan ide dan perasaannya, tentu ia akan merasa nyaman memberikan pendapatnya pada Anda.
5. Memperhatikan hal menarik yang diungkapkan anak. Dalam obrolannya, ada suatu hal yang membuat Anda tertarik. Gali dengan pertanyaan baru tentang hal menarik itu, maka anak akan merasa dihargai akan merangsang kepercayaan dirinya dalam berpendapat.
6. Merefleksikan perasaan kita pada anak. Kunci sukses mengobrol dengan anak adalah menempatkan diri kita pada ’sepatu’ lawan bicara. Gunakan gaya empati saat berbicara dengan anak. Caranya bisa dengan membantu anak mengenali perasaannya
sendiri. Misalnya, ”Mama ngerti kenapa kamu sebal sama gurumu itu”.
7. Mempertegas hal-hal yang disampaikan anak dengan bahasa kita. Kosa kata kita yang beragam akan membantunya mengenali konsep dan ide.
Artikel Terkait

3 comments: