Sep 28, 2010

Mengatasi Sifat Pemalu Anak

Mengatasi Sifat Pemalu Anak.
Geniuslifetips menyajikan aneka Tips Keluarga. Dalam sebuah keluarga, peranan orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak sangat mempengaruhi perkembangan anak hingga masa depannya nanti.

Begitu pula sebagai orang yang lebih muda sudah selayaknya menghormati dan menghargai yang lebih tua.

Dan jangan lupa bahwa kita adalah teladan bagi anak-anak kita. Hendaknya kita selalu berhati-hati dalam bersikap dan mengambil tindakan, jangan sampai anak kita meniru hal-hal negatif yang kita lakukan.

Usahakan untuk selalu memberikan yang terbaik buat keluarga. Pengorbanan terbaik apapun yang kita lakukan dengan ikhlas, niscaya dicatat sebagai amal dan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Kadang orang tua khawatir saat menghadapi anak yang cenderung pemalu, minder dan menemui kesulitan saat harus bersosialisasi. Karakter pemalu adalah bawaan lahir yang melekat pada seorang anak. Sedangkan minder atau rendah diri muncul karena bentukan sosial. Sifat pemalu akan bertambah bila anak jarang diajak bersosialisasi oleh orangtuanya. Sebaliknya karakter ini pun bisa dilunakkan oleh lingkungan.

Berikut tips mengatasi sifat pemalu anak :
1. Cari tahu sumber penyebab rasa malu
Perhatikan di mana buah hati sering merasa malu dan menarik diri, disekolah? Di sekitar rumah? Atau hampir di setiap kesempatan di luar rumah? Umumnya anak memerlukan bimbingan interaksi sosial, khususnya tentang percakapan umum dengan lingkungannya.

2. Berikan contoh perilaku yang baik saat bersosialisasi.
Berilah contoh, seperti memulai ucapan salam dan menjabat tangan saat bertemu dengan orang lain. jangan lupa perkenalkan mereka dengan anak.

3. Ajarkan teknik bersosialisasi
Undanglah kerabat atau teman bermain yang seusia anak, lalu tunjukkan cara memperlakukan teman atau tamu dengan baik.

4. Ajarkan untuk berani mengambil resiko
Abak yang pemalu umumnya mudah merasa cemas, takut salah, takut ditertawakan, takut menyinggung orang lain dan lain-lain. Ajarkanlah untuk tidak terlalu mencemaskan hal-hal tersebut, selama tidak merugikan dirinya dan orang lain.

5. Bantu proses perubahan secara bertahap

6. Bantu memilih bakat atau hobi yang sesuai minatnya
Biasanya anak pemalu cepat mengambil kesimpulan yang kadang digeneralisir. Misalnya setelah mencoba bulutangkis dan dia tidak suka anak bisa mengambil kesimpulan saya tidak suka olahraga. Maka bersabarlah dalam menggali bakat dan hobinya.
7. Bantu anak menata emosi
Beri rasa nyaman bagi perasaannya, sebab umumnya anak pemalu sangat sensitif dan mudah putus asa.

8. Ajarkan toleransi dan menghargai orang lain
Beri pengertian bahwa setiap orang belum tentu melakukan hal-hal yang benar. Hal ini bisa dimulai orang tua dengan mentolerir kesalahan anak dan tetap memberikan penghargaan terhadap dirinya.
Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...