• The Most Beautiful Places To Visit in Indonesia

    Indonesia, with thousands of islands, is the largest archipelago in the world. Wondering what to see in Indonesia? See its wonderful beaches and active volcanoes are a major draw for the tourists. One is sure to find everything here in Indonesia, whether they are here for a relaxing vacation or to experience adventure. .

  • Bali Indonesia Land of the Gods

    Also known as the Land of the Gods, Bali appeals through its sheer natural beauty of looming volcanoes and lush terraced rice fields that exude peace and serenity. It is also famous for surfers’ paradise! Bali enchants with its dramatic dances and colorful ceremonies, its arts, and crafts, to its luxurious beach resorts and exciting nightlife. And everywhere, you will find intricately carved temples.

  • Kim Kardashian’s Transformation Over the Years P

    Kim was born on October 21, 1980 in Los Angeles, California, the daughter of Robert and Kris. She has an older sister, Kourtney, a younger sister, Khloé, and a younger brother, Rob. Their mother is of Dutch, English, Irish, and Scottish ancestry, while their father was a third-generation Armenian-American.

  • The 15 Scariest Haunted Houses in the US and The Stories Behind Them

    As much as many of us think we know how we'd react if we saw a genuine apparition, we don't really know until it happens to us. Perhaps you like to think you would be brave, but you might just freak out. And that is not unusual. It's our instinctive fight-or-flight response in the face of the unknown kicking in. We have seen experienced ghost hunters scream and run out of a room at the slightest noise or movement.

  • 16 Tips to Get Beautiful Glowing Skin

    Glowing skin that feels smooth is something we all strive for and it’s about much more than just appearance. Glowing skin signals good health. The skin is the largest organ in the body and has the important job of protecting the body from harmful, external influences.

.... CLICK 1X ....
loading...

Membangun Sikap Kompetitif

Membangun Sikap Kompetitif.
Geniuslifetips menyajikan artikel dan tips Pengembangan Diri. Setiap orang sukses selalu melalui proses pengembangan diri, entah dengan membaca, mencoba hal baru meminta dan menerima saran, bahkan dengan berolahraga, semua dilakukan untuk meningkatkan potensi.

Pengembangan diri merupakan bentuk perwujudan dari aktualisasi diri, yaitu proses untuk mewujudkan dirinya yang terbaik  sejalan dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.

Setiap individu mempunyai kekuatan yang bersumber dari dirinya, namun banyak orang yang merasa tidak mempunyai kemampuan apa-apa, merasa dirinya tidak berguna dan tidak mampu mencapai aktualisasi diri.

Bagi anda yang sedang mencari pekerjaan, atau yang sudah berkerja dan ingim meningkatkan karir, anda yang baru saja memulai bisnis, sedang mengembangkan bisnis atau anda sedang berusaha memperbaiki diri untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, silakan simak berbagai artikel dan tips tentang Pengembangan Diri ini, yang dikutip dan dirangkum dari berbagai sumber, semoga dapat bermanfat.

Di tempat kerja ada terlalu banyak orang yang siap bersaing dengan Anda untuk mendapatkan yang terbaik. Para kompetitor akan saling berlomba untuk mempersiapkan diri mereka buat mencapai hal-hal tertinggi dibidangnya. Mereka akan berusaha melampaui kualitas diri Anda melalui pengembangan kualitas diri mereka ke arah yang lebih baik. Salah satu kekuatan kompetitif yang paling penting untuk dikembangkan adalah perilaku kerja dan mind set sukses. Jika Anda tetap bekerja dengan cara-cara lama tanpa mau memperbaiki setiap kekurangan yang ada pada diri Anda, maka janganlah pernah memiliki mimpi dan harapan yang besar. Sebab, mimpi dan harapan besar adalah milik dari orang-orang yang mau berjuang keras untuk mempersiapkan dirinya menjadi pribadi yang berkualitas tinggi, yang pantas dihargai dengan berbagai jabatan, kekuasaan, dan kekayaan.

Berikut ini ada 5 rahasia yang perlu Anda renungkan dan menyerapnya secara bijaksana :
1. Jadilah Diri Sendiri Yang Positif.
Pastikan Anda mampu memahami dan mengetahui jati diri sejati Anda. Pastikan Anda mengetahui tentang perubahan-perubahan yang harus Anda lakukan agar diri Anda mampu menjadi diri sejati yang diperkaya dengan nilai-nilai kebijaksanaan hidup. Pastikan Anda mampu memiliki pikiran positif, emosi positif, etika dan moral kehidupan yang positif, kemampuan berkomunikasi dengan keluarga dan semua pihak lain yang positif, dan kemampuan mengelola kekayaan dan keuangan yang positif.

2. Tingkatkan Standar Diri Anda
Pastikan Anda mampu meningkatkan kualitas, ukuran, dan mutu diri Anda yang sesuai dengan harapan pasar atau bisnis yang terkait dengan pekerjaan Anda. Anda harus meningkatkan semua standar diri Anda untuk kemudian disesuaikan dengan standar-standar tertinggi dibidang pekerjaan yang Anda tekuni. Pastikan juga sikap dan perilaku Anda selalu terfokus untuk meningkatkan kualitas dan kinerja diri Anda secara maksimal.

3. Jangan Memiliki Keyakinan Yang Sempit
Jadilah pribadi yang berwawasan luas, yang mampu menyerap semua kebaikan kehidupan melalui sistem keyakinan dan kepercayaan diri Anda yang luas. Jadilah seperti matahari yang mampu menyinari setiap bagian kehidupan di bumi ini secara adil dan penuh cinta kasih, tanpa membeda-bedakannya. Jadi, walaupun mungkin Anda mampu meningkatkan standar kehidupan Anda secara hebat, tapi bila tidak mampu merubah sistem keyakian dan kepercayaan diri Anda yang sempit, Anda tetap akan mengalami kesulitan untuk menjadi pribadi berkualitas yang diperkaya dengan kebijaksanaan kehidupan. Anda tetap akan hidup dalam kotak sempit sesuai keyakinan dan kepercayaan Anda. Untuk itu, saatnya Anda menjadi pribadi cemerlang yang mampu memahami realitas kehidupan, yang mampu memahami perubahan, yang mampu memahami masa depan yang lebih cemerlang buat kebahagian Anda dan keluarga Anda.

4. Rubah Strategi Anda Dalam Meraih Sukses
Anda tidak boleh kaku dan fanatik dengan sebuah cara atau pun strategi, tapi Anda harus selalu melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap nilai-nilai kehidupan yang Anda gunakan buat menciptakan strategi Anda di semua aspek kehidupan Anda. Pahami semua situasi dan kondisi yang ada, lalu sesuaikan semua strategi Anda tersebut pada situasi dan kondisi yang ada. Pastikan Anda adalah seorang pembelajar yang selalu cerdas memahami setiap persoalan melalui kekuatan intuisi dan kekuatan empati Anda.

5. Satukan Diri Anda Kepada Kekuatan Tuhan
Sesungguhnya tidak ada seorang manusia pun yang pintar dan hebat. Semua kepintaraan dan kehebatan itu hanyalah titipan Tuhan kepada manusia dan kehidupan. Sehebat apa pun upaya kita, kita wajib berdoa dan selalu berdoa sambil minta restu dan petunjuk dari Tuhan. Dekatkan diri kepada Tuhan. Kerjakan semua mimpi, cita-cita, harapan, ambisi, dan keinginan sambil mengingat kebesaran Tuhan.
Share:

Tips Menghadapi Situasi Kompetitif di Kantor

Tips Menghadapi Situasi Kompetitif di Kantor
Geniuslifetips menyajikan artikel dan tips Pengembangan Diri. Setiap orang sukses selalu  melalui proses pengembangan diri, entah dengan membaca, mencoba hal baru meminta dan menerima saran, bahkan dengan berolahraga, semua dilakukan untuk meningkatkan potensi.

Pengembangan diri merupakan bentuk perwujudan dari aktualisasi diri, yaitu proses untuk mewujudkan dirinya yang terbaik  sejalan dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.

Setiap individu mempunyai kekuatan yang bersumber dari dirinya, namun banyak orang yang merasa tidak mempunyai kemampuan apa-apa, merasa dirinya tidak berguna dan tidak mampu  mencapai aktualisasi diri.

Nah, sekarang cara menghadapi situasi kompetitif di kantor? Berikut ini tipsnya:

Waspada terhadap orang-orang yang sepertinya hidup karena kompetisi di kantor. Bisa-bisa Anda malah makan hati karenanya. Bisa dikatakan, bahwa para pekerja jaman sekarang jauh lebih kompetitif dibandingkan para karyawan 10 tahun lalu. Mengapa jaman sekarang sulit sekali untuk bisa bertahan kerja? Mungkin karena kondisi ekonomi yang tak menentu adalah salah satu alasannya. Ketika orang-orang takut akan ketidakpastian dalam pekerjaan, mereka cenderung ingin membuktikan kepada perusahaan bahwa mereka patut dipertahankan. Tekanan untuk bisa "perform" pun makin tinggi di antara para karyawan.

Meski kompetisi untuk bisa terus "perform" memang perlu untuk meningkatkan motivasi dan produktivitas, tetapi terlalu banyak tekanan bisa menghalangi kerjasama dan hasil tim. Berikut adalah lima kompetitor di kantor yang seringkali merusak kerjasama tim:

1. Si Tukang Ngebut
Laiknya pembalap, orang ini akan melakukan apa pun untuk melakukan segalanya secepatnya. Ketika manager meminta tim untuk menyiapkan ide untuk proyek baru, orang ini selalu menjadi yang pertama dalam merespons. Ketika Anda berada dalam tim yang sama dengan si tukang ngebut, jangan lupa untuk me-review ulang hasil kerjanya. Kecenderungan orang yang bekerja terlalu cepat dia seringkali melupakan detail dan perhatian yang diperlukan. Sedikit lebih waspada untuk mencek kesalahan selalu lebih baik jika bekerja dengan orang-orang semacam ini.

2. Si Penyendiri
Tipe ini justru sangat menjaga idenya bagai harta karun. Dia cenderung ingin menyelesaikan proyek sendirian, bukan team player. Ia juga tak begitu suka kerja kelompok. Ketika Anda kebagian kelompok bersama tipe yang seperti ini, berikan dia ruang sedikit. Namun, pastikan Anda tetap bisa berkomunikasi dengannya. Jangan lupa untuk mencek dengan orang ini secara rutin. E-mail perkembangan atau tawaran untuk membantu biasanya cukup untuk membuat si dia merasa bahwa Anda adalah orang yang bisa dipercaya.

3. Si Superstar
Tak ada tantangan yang cukup besar untuk orang semacam ini. Orang ini senang berusaha untuk mendapatkan proyek-proyek besar. Ketika aura positifnya cukup membantu, apa yang inginkan hanya lah kemungkinan untuk mencoba menggapai tantangan yang tinggi saja. Bekerja dengan superstar? Lebih baik berikan tongkat kepemimpinan padanya. Minta kehadirannya pada rapat staf berikutnya. Asalkan peran Anda tak hilang secara keseluruhan, Anda bisa minta teman tersebut untuk menjadi motivator dan menjadi jembatan bagi rekan-rekan kerja lain.

4. Pengangkat Beban
Orang ini seringkali menawarkan diri untuk menangani proyek ekstra, demi terlihat baik di mata manager. Anda bisa belajar sesuatu dari orang ini. Tingkahnya tak hanya membantu dia untuk terlihat bagus di mata manajer, tetapi juga sekaligus membuatnya terpacu untuk belajar hal-hal baru. Jika Anda mengikuti langkahnya, berhati-hatilah untuk tidak mengambil tanggung jawab yang tak sanggup Anda emban. Mencoba mengerjakan terlalu banyak bisa membuat pekerjaan utama Anda tak terselesaikan, dan bisa mengarah ke kelelahan. Ujung-ujungnya malah membuat kinerja Anda buruk.

5. Si Penyabotase
Orang seperti ini akan melakukan segalanya untuk bisa selangkah lebih maju, seperti menerima pujian sendirian untuk proyek bersama. Tidak sportifnya orang seperti ini justru membuat keburukannya sendiri terlihat, yakni; dengan membuat orang lain terlihat buruk, ia berpikir bahwa dirinya terlihat lebih baik. Sebisa mungkin jauhi orang seperti ini. Jika Anda berada dalam situasi ini, sebaiknya laporkan kepada atasan Anda situasi yang sedang berlangsung.

Tips menghadapi situasi kompetitif di kantor:
Pertama, fokus pada hasil kerja Anda sendiri ketimbang aksi kolega Anda, dan pastikan Anda yakin bahwa atasan Anda sudah tahu kontribusi Anda pada tim. Dengan begini, Anda menempatkan diri pada tempat yang positif dan menjaga integritas diri dengan menghindari drama di tempat kerja. Juga usahakan untuk tak terlalu mengkhawatirkan tingkah rekan kerja Anda. Ingatlah, bahwa para kompetitor ini bisa saja membuat dirinya menjadi musuh dirinya sendiri.

Jika memang ada salah seorang rekan kerja Anda melangkah terlalu jauh, misalnya, dengan tidak memberikan informasi yang Anda perlukan untuk proyek bersama, sebaiknya tanyakan langsung pada yang bersangkutan. Anda bisa set rapat untuk membicarakan hal tersebut dengan si oknum tersebut. Atau jika Anda tak nyaman dengan ide tersebut, Anda bisa bicarakan dengan manager. Usahakan untuk tidak mengucapkan hal-hal pribadi yang tak berhubungan dengan pekerjaan tentang orang itu.
Share:

Cara Memberikan Pendidikan Seks Kepada Anak

Cara Memberikan Pendidikan Seks Kepada Anak.
Geniuslifetips menyajikan aneka Tips Keluarga. Dalam sebuah keluarga, peranan orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak sangat mempengaruhi perkembangan anak hingga masa depannya nanti.

Begitu pula sebagai orang yang lebih muda sudah selayaknya menghormati dan menghargai yang lebih tua. Dalam hal ini melatih kesabaran adalah hal yang sangat penting saat menghadapi masalah baik dengan orang yang lebih tua, maupun saat kita mencoba memecahkan masalah yang berkaitan dengan anak-anak kita.

Dan jangan lupa bahwa kita adalah teladan bagi anak-anak kita. Hendaknya kita selalu  berhati-hati dalam bersikap dan mengambil tindakan, jangan sampai anak kita meniru hal-hal negatif yang kita lakukan.

Usahakan untuk selalu memberikan yang terbaik buat keluarga. Perhatian dan pengorbanan yang kita lakukan dengan ikhlas, niscaya dicatat sebagai amal dan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Yang terpenting bagi kita adalah, bahwa kita tidak saja ingin dipahami, tetapi ada baiknya mencoba untuk mengerti dengan apa yang dibutuhkan oleh keluarga. Dengan berhati-hati dan memikirkan dengan sungguh-sungguh apa yang akan kita sampaikan dan bagaimana cara memenuhi kebutuhan keluarga, semoga Allah SWT senantiasa memberikan jalan dan kemudahan bagi kita.

Tema kali ini adalah bagaimana Cara Memberikan Pendidikan Seks Kepada Anak?

Berikut ini beberapa tahapan umur dan cara memberikan pendidikan seks sesuai dengan tingkat usia anak :

* Balita (1-5 tahun)
Pada usia ini, Anda bisa mulai menanamkan pendidikan seks. Caranya cukup mudah, yaitu dengan mulai memperkenalkan kepada si kecil organ-organ seks miliknya secara singkat. Tidak perlu memberi penjelasan detail karena rentang waktu atensi anak biasanya pendek.
Misalnya saat memandikan si kecil, Anda bisa memberitahu berbagai organ tubuh anak, seperti rambut, kepala, tangan, kaki, perut, dan jangan lupa penis dan vagina atau vulva. Lalu terangkan perbedaan alat kelamin dari lawan jenisnya, misalnya jika si kecil memiliki adik yang berlawanan jenis.
Selain itu, tandaskan juga bahwa alat kelamin tersebut tidak boleh dipertontonkan dengan sembarangan, dan terangkan juga jika ada yang menyentuhnya tanpa diketahui orang tua, maka si kecil harus berteriak keras-keras dan melapor kepada orang tuanya. Dengan demikian, anak-anak Anda bisa dilindungi terhadap maraknya kasus kekerasan seksual dan pelecehan seksual terhadap anak.

* Usia 3-10 tahun
Pada usia ini, anak biasanya mulai aktif bertanya tentang seks. Misalnya anak akan bertanya dari mana ia berasal. Atau pertanyaan yang umum seperti bagaimana asal-usul bayi. Jawaban-jawaban yang sederhana dan terus terang biasanya efektif.
Contoh #1: "Bayi berasal dari mana?" Anda bisa menjawab dari perut ibu. Atau Anda bisa tunjukkan seorang ibu yang sedang hamil dan menunjukkan lokasi bayi di perut ibu tersebut.
Contoh #2: "Bagaimana bayi keluar dari perut Ibu?" Anda bisa menjawab bayi keluar dari lubang vagina atau vulva supaya bisa keluar dari perut ibu.
Contoh #3: "Mengapa bayi bisa ada di perut?" Anda bisa menjawab bahwa bayi di perut ibu karena ada benih yang diberikan oleh ayah kepada ibu. Caranya adalah ayah memasukkan benih tersebut menggunakan penis dan melalui vagina dari ibu. Itu yang dinamakan hubungan seks, dan itu hanya boleh dilakukan oleh pria dan wanita yang telah menikah.

* Usia Menjelang Remaja
Saat anak semakin berkembang, mulai saatnya Anda menerangkan mengenai haid, mimpi basah, dan juga perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada seorang remaja. Anda bisa terangkan bahwa si gadis kecil akan mengalami perubahan bentuk payudara, atau terangkan akan adanya tumbuh bulu-bulu di sekitar alat kelaminnya.

* Usia Remaja
Pada saat ini, seorang remaja akan mengalami banyak perubahan secara seksual. Anda perlu lebih intensif menanamkan nilai moral yang baik kepadanya. Berikan penjelasan mengenai kerugian seks bebas seperti penyakit yang ditularkan dan akibat-akibat secara emosi.

Menurut penelitian, pendidikan seks sejak dini akan menghindari kehamilan di luar pernikahan saat anak-anak bertumbuh menjadi remaja dan saat dewasa kelak. Tidak perlu tabu membicarakan seks dalam keluarga. Karena anak Anda perlu mendapatkan informasi yang tepat dari orang tuanya, bukan dari orang lain tentang seks.

Karena rasa ingin tahu yang besar, jika anak tidak dibekali pendidikan seks, maka anak tersebut akan mencari jawaban dari orang lain, dan akan lebih menakutkan jika informasi seks didapatkan dari teman sebaya atau Internet yang informasinya bisa jadi salah. Karena itu, lindungi anak-anak Anda sejak dini dengan membekali mereka pendidikan mengenai seks dengan cara yang tepat.
Share:

Cara Melatih Kecakapan Emosional Anak

Cara Melatih Kecakapan Emosional Anak.
Geniuslifetips menyajikan aneka Tips Keluarga. Dalam sebuah keluarga, peranan orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak sangat mempengaruhi perkembangan anak hingga masa depannya nanti.

Begitu pula sebagai orang yang lebih muda sudah selayaknya menghormati dan menghargai yang lebih tua. Dalam hal ini melatih kesabaran adalah hal yang sangat penting saat menghadapi masalah baik dengan orang yang lebih tua, maupun saat kita mencoba memecahkan masalah yang berkaitan dengan anak-anak kita.

Dan jangan lupa bahwa kita adalah teladan bagi anak-anak kita. Hendaknya kita selalu  berhati-hati dalam bersikap dan mengambil tindakan, jangan sampai anak kita meniru hal-hal negatif yang kita lakukan.

Usahakan untuk selalu memberikan yang terbaik buat keluarga. Perhatian dan pengorbanan yang kita lakukan dengan ikhlas, niscaya dicatat sebagai amal dan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Berikut ini silakan simak artikel tentang Cara Melatih Kecakapan Emosional Anak.

Psikolog John Gottman dalam bukunya yang bertajuk Raising An Emotionally Intelligent Child menyatakan, jika Anda ikut membantu anak Anda memahami dan mengatasi berbagai perasaan yang dirasakan

nya, maka Anda telah ikut membantu meningkatkan kecakapan emosionalnya (EQ).
Seorang anak yang memiliki kecakapan emosional yang tinggi akan lebih mampu dan lebih baik mengelola perasaannya, mampu memahami dan berhubungan dengan orang lain secara lebih baik serta mampu membentuk perkawanan yang lebih kuat dan erat dibanding anak yang memiliki kecakapan emosional yang rendah.

Sejumlah pakar menyatakan, anak-anak yang memiliki kecakapan emosional yang tinggi cenderung akan menjadi orang dewasa yang lebih bertanggungjawab, percaya diri dan berhasil di bidangnya.
Akan tetapi, persoalannya, bagaimana Anda dapat dengan tepat ikut membantu meningkatkan kecerdasan emosional anak Anda tersebut ? 
John Gottman menyodorkan sejumlah langkah sebagai berikut.
# Dengarkan dengan penuh empati
Curahkan perhatian Anda sepenuhnya terhadap apa yang sedang anak Anda rasakan. Ketika dia rewel saat Anda telah meninggalkannya karena suatu urusan, misalnya, tanyakan kepadanya apakah hal inilah yang telah membuatnya dia rewel.
# Bantu mengungkapkan perasaan
Dengan keterbatasan kosa kata yang dimilikinya, anak usia 12-24 bulan seringkali mengalami kesulitan dalam mengungkapkan perasaan yang dialaminya. Dalam hal ini, Anda dapat membantunya menemukan kosa kata atau kalimat yang cocok untuk menggambarkan perasaan yang sedang dialaminya. Jika seumpamanya, dia terlihat murung karena tidak bisa main di luar, mungkin Anda bisa bilang kepadanya, "Oh, kamu sedih ya sayang, karena tidak bisa main di luar."
# Ajari pemecahan yang wajar
Ketika anak Anda "ngambek" kepada seseorang, ajarilah dia mengetahui batas-batas kemarahan yang wajar. Lynne Namka, seorang spesialis pengelola kemarahan, menyarankan, bantulah anak untuk mengungkapkan rasa marahnya dengan kata-kata atau ucapan yang wajar. Anak harus mulai diberi pemahaman bahwa adalah wajar untuk marah namun tidak berlebihan, seperti melempar benda atau menyerang orang lain.
# Hindari ucapan keras dan kasar
Anda tidak perlu menutupi rasa marah atau rasa tidak suka Anda di depan anak Anda. Namun, perasaan Anda tersebut tidak perlu diungkapkan dengan emosi yang meledak-ledak yang disertai dengan kata-kata atau ucapan yang keras dan kasar. "Mama sedih kalau kamu begitu" jauh lebih baik Anda ungkapkan daripada "Kamu jelek dan membuat mama marah!" Hindari pula cercaan yang sangat berlebihan karena pada akhirnya justru akan membuat anak kehilangan rasa percaya diri.

Setiap orangtua menginginkan anak-anaknya memiliki IQ (Intelligence Question) dan EQ (Emotional Question) yang baik. Kecerdasan pikiran, mutlak harus dipelajari untuk memberi fondasi anak agar mampu berargumen, mengambil keputusan, dan mencari solusi terbaik atas permasalahan yang muncul. Sedangkan, kecerdasan emosi dibutuhkan agar anak dapat membentuk karakter baik dalam dirinya.

Salah satu cara paling efektif dalam mengembangkan kecerdasan otak dan emosi anak adalah dengan bermain. Mengapa permainan dapat melatih jiwa kepemimpinan anak? Yakni apabila unsur-unsur dalam permainan tersebut mengajarkan tentang keberanian, tanggung jawab, logika, cara mengatur strategi, memecahkan masalah, bekerjasama, melatih ketangkasan, konsentrasi, membangun kreativitas, melatih kepercayaan diri, dan nilai positif lainnya.

Mengenali kecerdasan otak dan mental menjadi bagian terpenting dalam pembentukan karakter seorang anak. Cara meningkatkan hal itu bisa dilakukan sambil bermain. Banyak bentuk permainan yang ditawarkan untuk menggali kecerdasan tersebut antara lain permainan ladang jebakan, adu suit, sarang laba-laba, kanal api.

Bermain, membutuhkan orang lain sebagai teman atau lawan. Bermain peran seperti ini jelas dibutuhkan seorang anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Anak-anak mungkin akan bertengkar selama menjadi musuh. Kemudian dalam sekejap, akrab kembali sebagai teman. Inilah salah satu proses pembentukan emosi.

Pembentukan emosi anak juga dapat dilakukan ketika ia dapat bekerjasama dengan teman-temannya. Sebab, kerjasama merupakan cara ia melatih kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Share:

Tips Mengatasi Alergi Pada Anak

Tips Mengatasi Alergi Pada Anak.
Geniuslifetips menyajikan aneka Tips Kesehatan. Kesehatan adalah kenikmatan luar biasa yang
diberikan oleh Allah SWT kepada makhluknya. Sudah sepantasnya kita senantiasa mensyukuri nikmat kesehatan yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita.

Begitu pentingnya kesehatan itu sehingga Rasulullah SAW memberikan pesan kepada kita untuk senantiasa memanfaatkan dan memperhatikan lima perkara sebelum datangnya lima perkara:
"Ambillah lima perkara sebelum datangnya lima perkara, yaitu hidupmu sebelum datang ajalmu, jagalah kesehatanmu sebelum datang sakitmu, manfaatkan sebaik-baiknya kesempatanmu sebelum datang kesibukanmu, manfaatkan masa mudamu sebelum datang waktu tuamu, manfaatkanlah waktu kayamu sebelum datang waktu fakirmu. (HR. Ahmad dan Baihaqi)"

Salah satu dari lima pesan Rasulullah SAW tersebut, adalah agar kita selalu menjaga kesehatan, sebelum datangnya waktu sakit. Marilah kita benar-benar menjaga kesehatan kita dan orang-orang yang kita cintai, agar terhindar dari penyakit.

Berikut ini serba-serbi tentang alergi pada anak.

Jika anak terdiagnosis mengalami alergi dalam ruangan, maka sebagai orangtua perlu untuk mengurangi/ menghindarkan si kecil terhadap pajanan alergen.
Berikut tipsnya:
- Secara teratur bersihkan karpet dari debu dengan menggunakan vacuum cleaner, terutama yang menggunakan sistem penyaringan yang tinggi, sehingga membuat udara menjadi bersih dan aman dari kotoran debu.
- Untuk alergi debu atau tungau, hindari penggunaan karpet terutama di dalam kamar anak. Mengapa? karena karpet banyak menyimpan debu. Begitu juga dengan boneka kain atau berbulu. Bersihkan dengan rutin dan sebaiknya tidak disimpan di kamar si
kecil. Selain itu, cuci tirai/gorden, juga sprai, selimut dan keset secara berkala.
- Bila memelihara hewan, jangan tempatkan di kamar anak, melainkan di kandang khusus sehingga kontak anak dengan hewan peliharaan tersebut diminimalkan.
- Bila anak mengalami alergi spora jamur, usahakan agar ruangan tidak lembab, jaga kamar si kecil bersih dan kering.
- Selain itu, obat-obatan juga dapat meringankan gejala alergi yaitu golongan dekongestan, antihistamin, dan steroid. Hanya saja, obat-obatan sebaiknya tidak digunakan dalam jangka panjang.

Jika gejala tidak dapat diatasi dengan pengobatan, dokter mungkin menyarankan membawa anak untuk menjalani immunotherapy guna membantu menurunkan reaksi terhadap alergen. Alergi merupakan salah satu penyakit anak-anak yang paling umum. Jika anak Anda menderita gangguan alergi, kemungkinan ini ‘diwariskan’ dari orangtua atau dari kerabat terdekat. Para ilmuwan percaya bahwa alergi disebabkan oleh kombinasi antara faktor keturunan dan lingkungan.Karenanya, tidak mengherankan bila pertama kali anak-anak mengalami alergi terhadap sesuatu yang berada di lingkungan rumah, seperti: hewan piaraan, debu, makanan tertentu, kutu, atau jamur. Pada akhirnya, anak-anak akan mengalami allergen musiman (zat yang memicu reaksi alergi) seperti serbuk bunga dan bisa menjadi alergi itu sendiri.

Alergi pada masa kanak-kanak umumnya adalah asma, hay fever (alergi yang disebabkan allergen tertentu, misalnya serbuk bunga), biduran, dermatitis kontak, dan alergi makanan.

CARA MENGENAL ALERGI PADA ANAK
Waspadai gejala-gejala alergi sebagai berikut:
HAY FEVER
* Bersin-bersin, pilek, sesak, gatal-gatal dan hidung berair.
* Mata berair, gatal, merah atau membengkak.
* Batuk, perdarahan hidung, atau rasa sakit di seputar hidung bagian luar.
* Lingkaran hitam di bawah mata.
* Mendengkur pada malam hari dan bernapas melalui mulut.
* Merasa lelah karena umumnya tidak bisa tidur nyenyak pada malam hari.
* Meludah terus menerus.
* Sakit kepala tanpa demam.

ASMA
* Napas berbunyi, tidak bisa bernapas dan dada sesak sehabis berolah raga atau setelah terkena allergen.
* Kulit lebam, mengantuk, detak jantung cepat 
* Bentuk dada agak melebar (sering disebut dengan istilah ‘dada merpati’).

BIDURAN
* Ruam-ruam kulit terasa gatal, berwarna merah dan membengkak dengan bagian tengah berwarna pucat. Tersebar baik di sekujur tubuh maupun pada satu bagian saja, misalnya wajah. Lokasinya bisa berpindah-pindah. Hilang biduran di satu tempat,muncul biduran di bagian tubuh lainnya.

DERMATITIS KONTAK
* Kulit melepuh kecil-kecil, berwarna merah, namun tidak terlalu gatal; alergi biasanya hilang bila penyebabnya hilang.

ALERGI MAKANAN
* Bibir bengkak.
* Rasa geli di seputar mulut atau tenggorokan.
* Muntah.
* Perut kembung.
* Diare.
* Usus besar bekerja lebih aktif.
* Perut mulas.

APA YANG MESTI DICERITAKAN KE DOKTER?
Informasi penting artinya untuk dapat menemukan penyebab alergi yang menyerang anak Anda. Laporan Anda mesti lengkap: gejala, kelainan yang muncul, riwayat medis anak (pra kelahiran, waktu kelahiran dan setelah kelahiran), riwayat alergi dalam keluarga, kondisi lingkungan, termasuk informasi mengenai hewan piaraan dan tanaman yang ada di rumah, Riwayat makanan secara lengkap, kondisi emosi dan sosial masa lalu dan masa kini.
Jika informasi tidak cukup, dokter akan meminta Anda untuk mulai mencatat secara rutin reaksi alergi anak. Jika reaksi alergi ini terjadi hanya pada masa tertentu selama satu tahun, misalnya, maka penyebabnya mungkin serbuk atau jamur musiman.
Jika reaksi alergi terjadi hanya bila mengunjungi orang yang memiliki hewan piaraan, mungkin penyebabnya adalah bulu binatang.

PENCEGAHAN
Pengobatan yang paling ampuh terhadap penyakit alergi adalah dengan menghindari zat-zat penyebab alergi. Meskipun alergi pada masa kanak-kanak tidak bisa dicegah secara total, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah dan mengurangi terjadinya alergi:
* Hindarkan si anak dari makanan yang berpotensi menyebabkan alergi: putih telur, susu sapi, sereal gandum, dan madu. Hindari pula makanan-makanan padat sampai usianya mencapai 6 bulan. Secara bertahap kenalkan beberapa makanan baru, mulailah dengan makanan lunak (sereal beras atau gandum).
* Bersihkan seluruh rumah dan terutama tempat tidur si kecil supaya sebisa mungkin terbebas dari debu.
* Kosongkan dan bersihkan ruang tidur bayi, lepas semua karpet yang menempel di lantai, gantilah dengan lantai kayu atau linolium.
* Usahakan untuk mengisi ruang tidur si kecil dengan satu tempat tidur saja dan tutuplah kasur dan boks bayi dengan menggunakan plastik anti debu. Beralihlah menggunakan bantal dakron atau bantal karet, gunakan selimut dari bahan katun dan bukan dari bahan perca atau kapas.
* Bersihkan ruangan setiap hari. Saat membersihkan, buka semua pintu dan jendela agar udara segar masuk, kemudian tutup kembali. Saat membersihkan debu, gunakan kain basah atau berminyak supaya debu tidak terbang kemana-mana, semua mainan harus disingkirkan dari kamar si kecil.
* Jika mungkin, gantilah semua perabot yang berlapis kain dengan perabot yang terbuat dari bahan yang bisa dilap, seperti lapisan kayu, vinil, atau kulit.
* Mungkin Anda perlu memasang ‘penyedot’ ruangan terutama di dapur dan di kamar mandi.
* Hindarkan anak dari binatang piaraan.
* Jangan ijinkan orang merokok dalam ruangan, karena perokok pasif bisa memperburuk gejala-gejala alergi.
* Konsultasikan dengan dokter untuk memberikan suntikan alergi pada anak Anda.
* Berbagai produk susu ditambahkan pada banyak jenis makanan untuk berbagai alasan dan Anda tentu tidak bisa cepat mengenali karena tidak dicantumkan pada kemasan. Salah satu di antaranya adalah kasein, suatu bentuk protein susu yang bisamenimbulkan alergi makanan.
Share:

Tips Agar Anak Berani Mengeluarkan Pendapat

Tips Agar Anak Berani Mengeluarkan Pendapat.
Geniuslifetips menyajikan aneka Tips Keluarga. Dalam sebuah keluarga, peranan orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak sangat mempengaruhi perkembangan anak hingga masa depannya nanti.

Begitu pula sebagai orang yang lebih muda sudah selayaknya menghormati dan menghargai yang lebih tua. Dalam hal ini melatih kesabaran adalah hal yang sangat penting saat menghadapi masalah baik dengan orang yang lebih tua, maupun saat kita mencoba memecahkan masalah yang berkaitan dengan anak-anak kita.

Dan jangan lupa bahwa kita adalah teladan bagi anak-anak kita. Hendaknya kita selalu berhati-hati dalam bersikap dan mengambil tindakan, jangan sampai anak kita meniru hal-hal negatif yang kita lakukan.

Usahakan untuk selalu memberikan yang terbaik buat keluarga. Perhatian dan pengorbanan yang kita lakukan dengan ikhlas, niscaya dicatat sebagai amal dan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Agar anak dapat berkembang dengan baik di kemudian hari, bagaimana cara agar anak berani mengeluarkan pendapat?

Menyampaikan pendapat merupakan perilaku terpuji. Tidak semua orang berani berpendapat. Oleh karena itu, berpendapat dalam sebuah forum harus dilatih sejak dini, agar kelak ketika dewasa, terbiasa menyampaikan pendapat dengan baik tanpa menyinggung perarasaan orang lain.

Berikut tips agar anak berani mengeluarkan pendapat :
1. Memberikan perhatian serius dan kontak mata ketika anak menyampaikan pendapat atau perasaannya.
2. Mendengarkan dengan sabar tentang apa yang coba diutarakannya. Kemampuan anak dalam memilih kosa kata lebih lambat daripada orang dewasa.
3. Mendengarkan tanpa memotong pembicaraan. Jangan menyela sebelum ia selesai berbicara. Sulit memang untuk menyimak dan menangkap isi pembicaraannya, tapi hargai hak mereka untuk berbicara dan memberi pendapat.
4. Menunjukkan ketertarikan ketika anak berbicara. Mintalah anak untuk berpendapat tentang hal yang dilakukannya. Bila Anda menunjukkan ketertarikan akan ide dan perasaannya, tentu ia akan merasa nyaman memberikan pendapatnya pada Anda.
5. Memperhatikan hal menarik yang diungkapkan anak. Dalam obrolannya, ada suatu hal yang membuat Anda tertarik. Gali dengan pertanyaan baru tentang hal menarik itu, maka anak akan merasa dihargai akan merangsang kepercayaan dirinya dalam berpendapat.
6. Merefleksikan perasaan kita pada anak. Kunci sukses mengobrol dengan anak adalah menempatkan diri kita pada ’sepatu’ lawan bicara. Gunakan gaya empati saat berbicara dengan anak. Caranya bisa dengan membantu anak mengenali perasaannya
sendiri. Misalnya, ”Mama ngerti kenapa kamu sebal sama gurumu itu”.
7. Mempertegas hal-hal yang disampaikan anak dengan bahasa kita. Kosa kata kita yang beragam akan membantunya mengenali konsep dan ide.
Share:

Mendidik Anak Dengan Positive Parenting

Mendidik Anak Dengan Positive Parenting.
Geniuslifetips menyajikan aneka Tips Keluarga. Dalam sebuah keluarga, peranan orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak sangat mempengaruhi perkembangan anak hingga masa depannya nanti.

Begitu pula sebagai orang yang lebih muda sudah selayaknya menghormati dan menghargai yang lebih tua. Dalam hal ini melatih kesabaran adalah hal yang sangat penting saat menghadapi masalah baik dengan orang yang lebih tua, maupun saat kita mencoba memecahkan masalah yang berkaitan dengan anak-anak kita.

Dan jangan lupa bahwa kita adalah teladan bagi anak-anak kita. Hendaknya kita selalu berhati-hati dalam bersikap dan mengambil tindakan, jangan sampai anak kita meniru hal-hal negatif yang kita lakukan.

Usahakan untuk selalu memberikan yang terbaik buat keluarga. Perhatian dan pengorbanan yang kita lakukan dengan ikhlas, niscaya dicatat sebagai amal dan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Dalam sebuah presentasi, dr. Adriana menyampaikan bahwa positive parenting, yakni pola pengasuhan anak yang menekankan pada sikap positif. Menurutnya, positive parenting bisa dilakukan dengan membantu anak merasa bangga atas dirinya dengan menunjukkan sikap positif dan penuh kasih sayang. Tak lupa pula untuk memberi perhatian lebih saat anak mengikuti aturan, memberi bantuan, dan menunjukkan afeksi. Sementara dalam pembentukan disiplin, orangtua mengajarkannya dengan konsisten dan konsekuensi yang jelas.

Langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk mengasuh anak dengan cara positive parenting menurut dr. Adriana adalah:
1. Mengenali Perkembangan Anak
Kenali kemampuan anak, baik kemampuan kognitif, keterampilan fisik, perkembangan emosi, caranya berinteraksi dengan orang lain, juga masalah-masalah khusus yang dihadapinya.

2. Meluangkan Waktu Berkualitas
Orangtua sebaiknya mau membuka diri untuk mengetahui dunia si kecil. Agar bisa mencoba melihat dunia dari kacamatanya. Cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menyediakan waktu khusus bagi anak, memberikan perhatian penuh saat meluangkan waktu berkualitas tersebut, isi dengan kegiatan menyenangkan, dan dilakukan dengan rutin. Dr. Adriana menyarankan untuk menciptakan waktu khusus sebelum tidur dengan membacakan dongeng sebelum tidur bagi anak yang masih balita. Atau bagi anak yang sudah remaja, cobalah sesekali membaca buku yang ia sedang baca, misal chicklit atau novel.

3. Memberi Dukungan dan Pujian
Tak hanya orang dewasa yang butuh diberikan pujian dan dukungan. Anak-anak pun seperti itu. Mereka butuh afirmasi dan apresiasi, terlebih dari orang yang mereka anggap penting. Dr. Adriana juga menekankan, saat akan memberikan pujian, pastikan tujuannya tepat dan spesifik. Kenali pula karakter anak, hal ini sangat penting, pada saat ingin menyampaikan pujian pada anak pun amat perlu untuk menyesuaikan cara Anda dengan karakternya. Ada anak yang suka dipuji langsung, tapi tidak di hadapan banyak orang, dan sebaliknya. Dukungan dan pujian merupakan cara untuk mengarahkan tapi tidak memaksa anak, plus merupakan cara untuk memberikan semangat agar bangkit kembali ketika ia sedang terjatuh.

4. Menjadi Model yang Baik
Bagaimana ia bisa percaya atas apa perkataan dan nasihat orangtuanya jika Anda tidak melakukan sendiri apa yang diperintahkan kepadanya? Ketika Anda ingin anak bisa berlaku sesuai yang diinginkan, sebaiknya Anda tidak hanya bicara tetapi mencontohkan dengan tingkah laku. Cobalah untuk membuka diri dan tidak "jaim" kepada anak, agar ia terbiasa untuk berdiskusi dan bertanya dengan Anda. Dengan memberi contoh yang baik, Anda juga sekaligus mendorongnya untuk menjadi anak teladan.

5. Memberikan Konsekuensi Logis
Dr. Adriana menyarankan agar Anda tidak terlalu mengekang anak. Ketika Anda sudah memberitahukan konsekuensi dari tindakan-tindakan tertentu dan ia tetap melakukan tindakan tersebut, asalkan masih dalam batas yang aman, biarkan ia merasakan konsekuensi tersebut. Kadang hal ini diperlukan untuk meredam rasa penasaran si kecil. Pastikan sangsi atau konsekuensi tersebut masih dalam batasan logis dan bisa dimengerti oleh si anak. Ini akan membantu si kecil belajar bertingkah laku. Cara ini tergolong cukup efektif.

6. Fokus Pada Tingkah Laku Positif
Jangan hanya melarang. Berikan pujian atau reward atas tindakan-tindakan positif yang baik dari si kecil. Saat akan memberikan reward, pastikan dalam bentuk yang tepat dan benar-benar disukai si kecil. Mencoba tawar-menawar dengan si kecil untuk melakukan sesuatu yang ia suka dengan tindakan yang Anda tahu sulit untuk ia lakukan akan menjadi motivasi baginya. Namun, jangan sampai untuk segala hal harus diberikan iming-iming. Abaikan tingkah laku negatif dari anak yang memancing konflik berulang.

7. Bersikap Tegas
Terapkan aturan secara konsisten. Tegurlah anak jika ia berbuat salah dan itu merupakan hal aturan yang sudah disepakati. Jangan lupa untuk bersikap adil pada semua anggota keluarga.

8. Tanamkan Nilai-nilai
Ajarkan nilai-nilai penting dalam kehidupan, seperti sopan santun, tolong-menolong, berbagi, saling mengasihi, dan toleransi. Caranya? Berikan contoh konkret dengan menjadi model. Cara lainnya bisa juga dengan pergi menjalankan ritual agama bersama keluarga.

9. Lakukan Diskusi dan Negosiasi
Diskusi dan negosiasi adalah hal yang wajar dilakukan. Saat seperti ini, penting untuk menghargai pendapat anak dan fleksibel dalam menerapkan aturan. Dengarkan pendapat si anak dan mencoba mencari pemecahan permasalahan bersama. Ajar anak untuk bekerja sama dan menghargai pendapat orang lain. Untuk anak yang sudah besar, bicarakan konsekuensi jika ada negosiasi seputar aturan.

10. Ciptakan Komunikasi Efektif
Yang namanya komunikasi efektif dengan lawan bicara, butuh kesepakatan. Dalam hubungan personal, tentu komunikasi akan lebih efektif jika terjadi dalam dua arah. Selain Anda harus bisa menyampaikan pesan dengan jelas dan berharap ia bisa mengerti, Anda juga harus bisa mendengarkan dengan hati. Mendengarkan dengan hati adalah berusaha menangkap apa yang dirasakan oleh si anak, dengan tidak emosi, fokus dan konsentrasi kepadanya, tidak terbagi dengan hal-hal lain.

11. Disiplin Jelas & Konsisten
Ketika membuat aturan di dalam keluarga, pastikan aturannya cukup jelas dan fleksibel, juga terdapat kesepakatan di antara keluarga. Jika orangtua ada ketidaksepakatan, pastikan tidak bertengkar di depan anak. Jika ada konsekuensi, beritahukan dan sepakai sejak awal. Hal-hal semacam ini akan membantu mendorong anak untuk mandiri.

Dr. Adriana menyimpulkan, dalam hal aturan, jika disampaikan dengan jelas dan sudah disepakati bersama, lalu dijalankan dengan konsisten, akan menjadi hal yang positif.
Share:

Tips Agar Anak Tidak Konsumtif

Tips Agar Anak Tidak Konsumtif.
Geniuslifetips menyajikan aneka Tips Keluarga. Dalam sebuah keluarga, peranan orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak sangat mempengaruhi perkembangan anak hingga masa depannya nanti.

Begitu pula sebagai orang yang lebih muda sudah selayaknya menghormati dan menghargai yang lebih tua. Dalam hal ini melatih kesabaran adalah hal yang sangat penting saat menghadapi masalah baik dengan orang yang lebih tua, maupun saat kita mencoba memecahkan masalah yang berkaitan dengan anak-anak kita.

Dan jangan lupa bahwa kita adalah teladan bagi anak-anak kita. Hendaknya kita selalu berhati-hati dalam bersikap dan mengambil tindakan, jangan sampai anak kita meniru hal-hal negatif yang kita lakukan.

Usahakan untuk selalu memberikan yang terbaik buat keluarga. Perhatian dan pengorbanan yang kita lakukan dengan ikhlas, niscaya dicatat sebagai amal dan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Namun bila anak sering merengek minta ini, minta itu dan semua ingin dituruti, apa yang harus kita lakukan?
1. Beri penjelasan 
Jelaskan kepada anak alasan anda membeli sesuatu. Katakan kepada anak, barang tersebut memang kebutuhan. Jangan takut membicarakan mengenai uang. Bila anda tidak mampu membelikan barang permintaannya, katakan dengan terus terang.

2. Batasi melihat TV
Batasi memnonton TV. Pesan yang disampaikan oleh iklan sering menyesatkan cara berpikir anak-anak. Bantu anak anda dalam mengartikan pesan yang disampaikan oleh iklan-iklan di TV.

3. Ajak beraktivitas
Ajak anak anda menyukai hal-hal yang bukan berupa benda. Lakukan kegiatan yang melibatkan seluruh keluarga, misalnya naik sepeda, jalan pagi, dll.

4. Jauhi sifat konsumtif
Tidak perlu pesat ulang tahun yang mengeluarkan biaya besar. Buat persetujuan keluarga dalam menentukan biaya untuk membeli kado seperti kado ulang tahun, hadiah lebaran.

5. Ajari mengatur uang
Beri anak uang saku dan bantu mereka megatur keuangan. Berdasarkan hasil penelitian terhadap terhadap anak usia 9-14 tahun, terlihat, anak yang mendapat uang saku lebih dapat menghemat daripada anak-anak yang tidak mendapatkan uang saku.

6. Jangan dimanjakan
Jangan tunjukkan cinta melalui benda. Membiasakan memanjakan anak-anak dengan benda, hanya akan membentuk anak menjadi konsumtif. Yakinkan anak bahwa mereka dicintai sebagaimana apa adanya mereka.
Share:

Tips Memperlakukan Anak Dengan Baik

Tips Memperlakukan Anak Dengan Baik.
Geniuslifetips menyajikan aneka Tips Keluarga. Dalam sebuah keluarga, peranan orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak sangat mempengaruhi perkembangan anak hingga masa depannya nanti.

Begitu pula sebagai orang yang lebih muda sudah selayaknya menghormati dan menghargai yang lebih tua. Dalam hal ini melatih kesabaran adalah hal yang sangat penting saat menghadapi masalah baik dengan orang yang lebih tua, maupun saat kita mencoba memecahkan masalah yang berkaitan dengan anak-anak kita.

Dan jangan lupa bahwa kita adalah teladan bagi anak-anak kita. Hendaknya kita selalu berhati-hati dalam bersikap dan mengambil tindakan, jangan sampai anak kita meniru hal-hal negatif yang kita lakukan.

Usahakan untuk selalu memberikan yang terbaik buat keluarga. Pengorbanan terbaik apapun yang kita lakukan dengan ikhlas, niscaya dicatat sebagai amal dan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Kali ini mari membahas tentang memperlakukan anak dengan baik. Bagaimana caranya?

Mulailah menganggap anak remaja sebagai teman dan akuilah ia sebagai orang yang akan berangkat dewasa. Seringkali orangtua tetap memperlakukan anak remaja mereka seperti anak kecil, meskipun mereka sudah berusaha menunjukkan bahwa keberadaan mereka sebagai calon orang dewasa.

* Hargai perbedaan pendapat dan ajaklah berdiskusi secara terbuka. Nasihat yang berbentuk teguran atau yang berkesan menggurui akan tidak seefektif forum diskusi terbuka. Tidak ada yang lebih dihargai oleh para remaja selain sosok orangtua bijak yang bisa dijadikan teman.

*Tetaplah tegas pada nilai yang anda anut walaupun anak remaja anda mungkin memiliki pendapat dan nilai yang berbeda. Biarkan nilai anda menjadi jangkar yang kokoh di mana anak remaja anda bisa berpegang kembali setelah mereka lelah membedakan dan mempertanyakan alternatif nilai yang lain. Larangan yang kaku mungkin malah akan menyebabkan sikap pemberontakan dalam diri anak anda.

* Jangan malu atau takut berbagi masa remaja anda sendiri. Biarkan mereka mendengar dan belajar apa yang mendasari perkembangan diri anda dari pengalaman anda. Pada dasarnya, tidak ada anak remaja yang ingin kehilangan orangtuanya.

* Mengertilah bahwa masa remaja untuk anak anda adalah masa yang sulit. Perubahan mood sering terjadi dalam durasi waktu yang pendek, jadi anda tidak perlu panik jika anak remaja anda yang biasanya riang tiba-tiba bisa murung dan menangis lalu tak lama kemudian kembali riang tanpa sebab yang jelas.

* Jangan terkejut jika anak anda bereksperimen dengan banyak hal, misalnya mencat rambutnya menjadi biru atau ungu, memakai pakaian serba sobek, atau tiba-tiba ber bungee-jumping ria. Selama hal-hal itu tidak membahayakan, mereka layak mencoba masuk ke dalam dunia yang berbeda dengan dunia mereka saat ini. Berikanlah ruang pada mereka untuk mencoba berbagai peran yang cocok bagi masa depan mereka. Ada remaja yang menurut tanpa membantah keinginan orangtua mereka dalam menentukan peran mereka, misalnya jika kakek sudah dokter, ayah dokter, kelak iapun “diharapkan dan disiapkan” untuk menjadi dokter pula. Namun ada juga anak remaja yang memang tidak ingin masuk ke dalam dunia yang sama dengan orangtua mereka. Dalam hal ini janganlah memaksakan anak mengikuti kehendak orangtua. Anak hanya titipan, ia milik masa depan dan kita milik masa lalu.

* Kenali teman-teman anak remaja anda. Bertemanlah dengan mereka jika itu memungkinkan. Namun waspadalah jika anak anda sangat tertutup dengan dunia remajanya. Mungkin ia tidak/ kurang mempercayai anda atau ada yang disembunyikannya.
Share:

Mengatasi Sifat Pemalu Anak

Mengatasi Sifat Pemalu Anak.
Geniuslifetips menyajikan aneka Tips Keluarga. Dalam sebuah keluarga, peranan orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak sangat mempengaruhi perkembangan anak hingga masa depannya nanti.

Begitu pula sebagai orang yang lebih muda sudah selayaknya menghormati dan menghargai yang lebih tua.

Dan jangan lupa bahwa kita adalah teladan bagi anak-anak kita. Hendaknya kita selalu berhati-hati dalam bersikap dan mengambil tindakan, jangan sampai anak kita meniru hal-hal negatif yang kita lakukan.

Usahakan untuk selalu memberikan yang terbaik buat keluarga. Pengorbanan terbaik apapun yang kita lakukan dengan ikhlas, niscaya dicatat sebagai amal dan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Kadang orang tua khawatir saat menghadapi anak yang cenderung pemalu, minder dan menemui kesulitan saat harus bersosialisasi. Karakter pemalu adalah bawaan lahir yang melekat pada seorang anak. Sedangkan minder atau rendah diri muncul karena bentukan sosial. Sifat pemalu akan bertambah bila anak jarang diajak bersosialisasi oleh orangtuanya. Sebaliknya karakter ini pun bisa dilunakkan oleh lingkungan.

Berikut tips mengatasi sifat pemalu anak :
1. Cari tahu sumber penyebab rasa malu
Perhatikan di mana buah hati sering merasa malu dan menarik diri, disekolah? Di sekitar rumah? Atau hampir di setiap kesempatan di luar rumah? Umumnya anak memerlukan bimbingan interaksi sosial, khususnya tentang percakapan umum dengan lingkungannya.

2. Berikan contoh perilaku yang baik saat bersosialisasi.
Berilah contoh, seperti memulai ucapan salam dan menjabat tangan saat bertemu dengan orang lain. jangan lupa perkenalkan mereka dengan anak.

3. Ajarkan teknik bersosialisasi
Undanglah kerabat atau teman bermain yang seusia anak, lalu tunjukkan cara memperlakukan teman atau tamu dengan baik.

4. Ajarkan untuk berani mengambil resiko
Abak yang pemalu umumnya mudah merasa cemas, takut salah, takut ditertawakan, takut menyinggung orang lain dan lain-lain. Ajarkanlah untuk tidak terlalu mencemaskan hal-hal tersebut, selama tidak merugikan dirinya dan orang lain.

5. Bantu proses perubahan secara bertahap

6. Bantu memilih bakat atau hobi yang sesuai minatnya
Biasanya anak pemalu cepat mengambil kesimpulan yang kadang digeneralisir. Misalnya setelah mencoba bulutangkis dan dia tidak suka anak bisa mengambil kesimpulan saya tidak suka olahraga. Maka bersabarlah dalam menggali bakat dan hobinya.
7. Bantu anak menata emosi
Beri rasa nyaman bagi perasaannya, sebab umumnya anak pemalu sangat sensitif dan mudah putus asa.

8. Ajarkan toleransi dan menghargai orang lain
Beri pengertian bahwa setiap orang belum tentu melakukan hal-hal yang benar. Hal ini bisa dimulai orang tua dengan mentolerir kesalahan anak dan tetap memberikan penghargaan terhadap dirinya.
Share:

Bila Si Kecil Mengompol Bagian 2

Bila Si Kecil Mengompol.
Geniuslifetips menyajikan aneka Tips Keluarga. Dalam sebuah keluarga, peranan orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak sangat mempengaruhi perkembangan anak hingga masa depannya nanti.

Begitu pula sebagai orang yang lebih muda sudah selayaknya menghormati dan menghargai yang lebih tua. Dalam hal ini melatih kesabaran adalah hal yang sangat penting saat menghadapi masalah baik dengan orang yang lebih tua, maupun saat kita mencoba memecahkan masalah yang berkaitan dengan anak-anak kita.

Dan jangan lupa bahwa kita adalah teladan bagi anak-anak kita. Hendaknya kita selalu  berhati-hati dalam bersikap dan mengambil tindakan, jangan sampai anak kita meniru hal-hal  negatif yang kita lakukan.

Usahakan untuk selalu memberikan yang terbaik buat keluarga. Pengorbanan terbaik apapun yang kita lakukan dengan ikhlas, niscaya dicatat sebagai amal dan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Baca artikel sebelumnya di sini.

Mengompol juga dapat disebabkan oleh faktor organik yang merupakan suatu penyakit yaitu Diabetes Insipidus dimana penyakit ini ditandai dengan sering kencing (poliuria) sehingga anak selalu mengompol bila tidur, juga disertai keinginan untuk minum terus (palidipsia). Tanda-tanda lain dari penyakit ini adalah anak lekas marah, sangat letih, dan terdapat keadaan gizi yang kurang baik seperti kegemukan (obesitas) atau sangat kurus (cachexia).

Kebiasaan anak mengompol bukan dari faktor makanan sebagai pemicunya, kemungkinan faktor minuman yang berlebihan diwaktu bermain di sekolah atau dengan teman-temannya di rumah karena aktifitas anak yang banyak mengeluarkan keringat seperti bermain bola.

Dan tidak kalah pentingnya untuk selalu diingatkan kebersihan dini sebelum naik ketempat tidur dengan ke kamar mandi untuk buang air kecil dan mencuci anggota badannya serta pakaian tidur yang tidak terlalu tipis sehingga anak tidak kedinginan waktu tidur.

Penanggulangan
Untuk penanggulangan anak mengompol dapat diambil langkah-langkah sebagai berikut:
1. Pembatasan jumlah minuman pada waktu malam hari.
2. Orang tua jangan menghukum anak yang ngompol karena dapat menimbulkan gangguan psikologis yang justru akan memperberat ngompol.
3. Membangunkan anak setelah beberapa jam tidur dan dibawa ke kamar mandi untuk kencing.
4. Memasang alarm di tempat tidur, sehingga bila anak ngompol, basah, alarm berbunyi, sehingga anak terbangun dan anak merasa terganggu oleh bunyi alarm dan menjadi tidak ngompol lagi. Dengan cara ini orang tua tahu jam berapa anak biasanya ngompol, sehingga dapat membangunkan dan menyuruh anak kencing beberapa saat sebelum alarm berbunyi.
5. Pengobatan psikologis untuk mencari dan mengatasi faktor psikologis yang diduga menjadi penyebab ngompol.
6. Gunakan obat-obatan, hanya jika benar-benar diperlukan.
7. Bila anak tidur ngorok karena ada pembesaran kelenjar tonsil dan adenoid, maka ia perlu diperiksakan ke dokter spesialis THT untuk kemungkinan dilakukan operasi pembuangan tonsil dan adenoid.
Share:

Bentuk Kecerdasan Anak dengan Mainan

Bentuk Kecerdasan Anak dengan Mainan.
Geniuslifetips menyajikan aneka Tips Keluarga. Dalam sebuah keluarga, peranan orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak sangat mempengaruhi perkembangan anak hingga masa depannya nanti.

Begitu pula sebagai orang yang lebih muda sudah selayaknya menghormati dan menghargai yang lebih tua. Dalam hal ini melatih kesabaran adalah hal yang sangat penting saat menghadapi masalah baik dengan orang yang lebih tua, maupun saat kita mencoba memecahkan masalah yang berkaitan dengan anak-anak kita.

Dan jangan lupa bahwa kita adalah teladan bagi anak-anak kita. Hendaknya kita selalu  berhati-hati dalam bersikap dan mengambil tindakan, jangan sampai anak kita meniru hal-hal negatif yang kita lakukan.

Usahakan untuk selalu memberikan yang terbaik buat keluarga. Pengorbanan terbaik apapun
yang kita lakukan dengan ikhlas, niscaya dicatat sebagai amal dan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Permainan yang kita berikan pada anak haruslah yang dapat memicu perkembangan otak hingga membentuk kecerdasan optimal. Dan sebenarnya tak perlu permainan yang sulit untuk merangsang kecerdasan anak.
Semua kecerdasan ini pasti ada, hanya saja kadar atau tingkat dominasinya berbeda-beda pada setiap anak.
Bahkan dari sebuah permainan, kita bisa menemukan sekaligus merangsang potensi kecerdasan anak kita. Dan permainan itu adalah :

1. Kecerdasan bahasa (Word Smart)
Kecerdasan ini meliputi kemampuan anak dalam merangkai kata, baik dalam tulisan maupun perkataan. Anak dengan kecerdasan bahasa yang tinggi akan lebih suka dengan permainan seperti bercerita atau mendongeng, membaca buku, scrabble, menulis, dan menyukai bahasa asing. Maka tak heran jika anak dengan kecerdasan bahasa akan lebih cepat dan sering berbicara, terutama dengan kata-kata baru.

2. Kecerdasan matematis (Logic Smart)
Anak dengan kecerdasan ini akan menikmati permainan komputer, bermain detektif, teka-teki, atau proyek sains sederhana. Sebabnya, anak dengan kecerdasan matematis yang tinggi akan memiliki konsep matematika, sains, dan pemecahan masalah yang baik karena melibatkan logika.

3. Kecerdasan spasial (Picture Smart)
Biasanya akan ditandai dengan suka berjalan-jalan dan menikmati pemandangan, plus memilki ingatan yang kuat. Sebab segala yang menarik perhatiannya akan disimpan dalam imajinasinya. Maka tak heran jika sering disebut sebagai ‘si mata super’. Imajinasi dan daya ingat yang kuat akan membuatnya mengekspresikan ide dalam bentuk seni, desain, atau eksperimen.

4. Kecerdasan Musikal (Musical Smart)
Kecerdasan musikal meliputi kemampuan anak dalam mengapresiasi musik, bernyanyi, memainkan alat musik, atau bahkan menikmati tayangan musikal. Coba perhatikan apakah anak ikut bersenandung setiap kali orang-orang di sekitarnya bernyanyi? Jika iya, coba kenalkanlah dengan alat musik.

5. Kecerdasan Kinesitetik (Body Smart)
Ciri utamanya adalah lincah, gesit, dan cekatan maka kemampuannya dalam melakukan segala sesuatu yang melibatkan tubuhnya akan sangat piawai dilakukan. Olahraga, ketrampilan, seni tari, atau drama, adalah beberapa kegiatan yang melibatkan kecerdasan kinestetik.

Ajak anak membuat seekor domba dari sebutir telur ayam yang direbus. Rekatkan kapas, mata mainan pada telur rebus, serta hias menyerupai seekor domba lucu. Permainan ini melibatkan olah tubuhnya sehingga merangsang kecerdasannya.

6. Kecerdasan Interpersonal (People Smart)
Inti dari kecerdasan ini adalah kemampuan bersosialisasi. Mudah bergaul, memahami pikiran, dan peka terhadap perasaan orang lain menjadi ciri dari anak yang dominan kecerdasan interpersonalnya.
Kita bisa merangsang kecerdasannya dengan mengajak membuat wayang sumpit.

Caranya dengan menggunting gambar dari buku atau hasil gambar sendiri, lalu tempelkan di atas karton dan potong mengikuti bentuk gambar. Ambil sumpit dan tempelkan di bagian belakang gambar dan wayang sumpit pun siap dimainkan. Ketika anak memainkannya dengan orang lain, itu akan menjadi media melatih kecerdasan interpersonalnya.

7. Kecerdasan Intrapersonal (Self Smart)
Anak dengan kecerdasan intrapersonal yang dominan akan ditandai dengan memahami diri sendiri, bisa mengekspresikan perasaan, keinginan, dan mengetahui kemampuannya. Anak ini juga mampu menyemangati diri sendiri, mempunyai kepercayaan yang tinggi serta menghargai dirinya sendiri.

Anita menyarankan kita bisa mengajaknya membuat boneka dari styrofoam. Bentuk berbagai pola binatang atau orang menggunakan pensi, kemudian gunting, dan hiasi pola tersebut untuk kemudian ditempelkan pada sedotan. Saat anak berhasil menyelesaikan boneka pertamanya, ia akan merasa pintar dan percaya diri. Kepercayaan inilah yang nantinya akan menularkan keberanian lainnya.

8. Kecerdasan Naturalis (Nature Smart)
Jika anak kita sangat menyukai segala hal yang berkaitan dengan alam dan aktivitas di luar ruangan, maka kecerdasan yang dominan pada anak kita adalah nature smart. Itu mengapa mengajaknya untuk berkenalan dengan binatang, tanaman, dan alam semesta adalah hal-hal yang mampu menarik perhatiannya.
Share:

Olahraga Jalan Bisa Meningkatkan Kecerdasan

Olahraga Jalan Bisa Meningkatkan Kecerdasan.
Geniuslifetips menyajikan aneka Tips Kesehatan. Kesehatan adalah kenikmatan luar biasa yang diberikan oleh Allah SWT kepada makhluknya. Sudah sepantasnya kita senantiasa mensyukuri nikmat kesehatan yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita.

Begitu pentingnya kesehatan itu sehingga Rasulullah SAW memberikan pesan kepada kita untuk senantiasa memanfaatkan dan memperhatikan lima perkara sebelum datangnya lima perkara:
"Ambillah lima perkara sebelum datangnya lima perkara, yaitu hidupmu sebelum datang ajalmu, jagalah kesehatanmu sebelum datang sakitmu, manfaatkan sebaik-baiknya kesempatanmu sebelum datang kesibukanmu, manfaatkan masa mudamu sebelum datang waktu tuamu, manfaatkanlah waktu kayamu sebelum datang waktu fakirmu. (HR. Ahmad dan Baihaqi)"

Salah satu dari lima pesan Rasulullah SAW tersebut, adalah agar kita selalu menjaga kesehatan, sebelum datangnya waktu sakit.

Ilmuwan menunjukkan bahwa olahraga jalan dengan kecepatan sedang 40 menit selama tiga kali seminggu dapat meningkatkan kecerdasan.

Hal ini karena jalan sedang dapat meningkatkan hubungan antara sirkuit otak, memerangi penurunan fungsi otak yang terkait dengan penuaan dan bahkan meningkatkan kinerja dalam tugas-tugas penalaran.

Untuk menyelidiki hal tersebut, peneliti mengumpulkan partisipan usia 18 sampai 35 tahun dan 59 sampai 80 tahun yang menjalani gaya hidup sehat sebelum studi, setidaknya melakukan aktivitas fisik 30 menit atau lebih selama enam bulan sebelumnya.

"Hampir tak ada satu orang pun yang otaknya hanya aktif pada satu daerah. Jaringan otak memang berkurang seiring dengan usia, tapi efek olahraga jalan bisa memperlambat proses tersebut," ujar Professor Art Kramer, pemimpin penelitian, seperti dilansir dari Dailymail, Selasa (31/8/2010).

Tim peneliti menemukan bahwa orang tua yang lebih fit cenderung memiliki konektivitas yang lebih baik di daerah otak tertentu, terutama yang bertanggungjawab pada tugas perencanaan, prioritas, strategi dan multitasking.

Lalu peneliti mengukur konektivitas otak dan kinerja pada tugas-tugas kognitif di awal penelitian selama enam bulan dan satu tahun setelah kegiatan berjalan dilakukan.

Hasilnya, pada akhir tahun, konektivitas jaringan otak meningkat secara signifikan di otak pejalan kaki. Pejalan kaki mengalami peningkatan signifikan koneksi dalam otak yang membantu dalam pelaksanaan tugas-tugas kompleks dan kognitif.

"Semakin tinggi konektivitas maka semakin baik kinerja pada beberapa tugas kognitif, terutama yang kita sebut tugas kontrol eksekutif, yaitu hal-hal seperti perencanaan, penjadwalan, berurusan dengan ambiguitas, kerja memori dan multitasking," ujar Profesor Kramer.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Frontiers in Ageing Neuroscience.
Share:

Nutrisi Penurun Berat Badan

Nutrisi Penurun Berat Badan.
Geniuslifetips menyajikan artikel tentang Kesehatan. Kesehatan adalah kenikmatan luar biasa yang diberikan oleh Allah SWT kepada makhluknya. Sudah sepantasnya kita senantiasa mensyukuri nikmat kesehatan yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita.

Begitu pentingnya kesehatan itu sehingga Rasulullah SAW memberikan pesan kepada kita untuk senantiasa memanfaatkan dan memperhatikan lima perkara sebelum datangnya lima perkara:
"Ambillah lima perkara sebelum datangnya lima perkara, yaitu hidupmu sebelum datang ajalmu, jagalah kesehatanmu sebelum datang sakitmu, manfaatkan sebaik-baiknya kesempatanmu sebelum datang kesibukanmu, manfaatkan masa mudamu sebelum datang waktu tuamu, manfaatkanlah waktu kayamu sebelum datang waktu fakirmu. (HR. Ahmad dan Baihaqi)"

Salah satu dari lima pesan Rasulullah SAW tersebut, adalah agar kita selalu menjaga   kesehatan, sebelum datangnya waktu sakit.

Bagi orang yang ingin menurunkan berat badan, banyak jenis makanan yang menjadi pantangannya. Tapi ada beberapa makanan yang justru dapat membantu menurunkan berat badan.

Berikut 6 jenis makanan yang bisa membantu menurunkan berat badan:
1. Semangka
Semangka banyak mengandung vitamin A dan C, juga mengandung lycopene yang dapat mengurangi risiko kanker, penyakit jantung dan gangguan penglihatan yang berkaitan dengan usia. Satu cangkir semangka potong dadu hanya mengandung kurang dari 50 kalori. Artinya, selain sehat semangka juga tidak berbahaya bagi berat badan.

2. Alpukat
Alpukat mengandung lemak tak jenuh tunggal yang sehat untuk jantung, juga merupakan alternatif sehat untuk membantu menurunkan kolesterol buruk (LDL). Buah serbaguna ini juga dapat menurunkan berat badan. Asalkan makannya tidak ditambah gula, susu atau coklat.

3. Ubi jalar
Ubi jalar seukuran kepalan tangan dapat memenuhi kebutuhan vitamin A harian Anda dan juga menyediakan 4 gram serat. Selain itu, ubi jalar memiliki kalori yang lebih sedikit dibandingkan dengan kentang atau ubi lainnya, sehingga makanan ini dapat membantu menurunkan berat badan.

4. Ikan salmon
Sama dengan lemak ikan seperti tuna, makarel, dan ikan trout danau, lemak ikan salmon merupakan sumber asam lemak Omega-3 yang telah terbukti mengurangi risiko penyakit jantung. Dengan 160 kalori per 4 ons, salmon panggang atau kukus merupakan menu pilihan utama bagi orang yang ingin menurunkan berat badan.

5. Raspberry
Satu porsi cangkir raspberry segar mengandung hanya 60 kalori. Ini merupakan salah satu hidangan penutup yang sehat dan membantu menjaga bentuk tubuh. Raspberry juga merupakan sumber vitamin B, flavonoid, serat dan vitamin C.

6. Bawang
Satu cangkir bawang cincang mengandung 60 kalori, yang baik untuk ukuran tubuh Anda. Menggunakan bawang dalam tumisan dan sup merupakan cara terbaik untuk mengintegrasikan kuersetin dalam makanan. Kuersetin diketahui memiliki anti inflamasi (peradanga) dan antioksidan, serta terbukti menjadi pelindung terhadap berbagai penyakit, termasuk kanker.
Share:

Mengawasi Pergaulan Anak

Mengawasi Pergaulan Anak.
Geniuslifetips menyajikan aneka Tips Keluarga. Dalam sebuah keluarga, peranan orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak sangat mempengaruhi perkembangan anak hingga masa depannya nanti.

Begitu pula sebagai orang yang lebih muda sudah selayaknya menghormati dan menghargai yang lebih tua. Dalam hal ini melatih kesabaran adalah hal yang sangat penting saat menghadapi masalah baik dengan orang yang lebih tua, maupun saat kita mencoba memecahkan masalah yang berkaitan dengan anak-anak kita.

Dan jangan lupa bahwa kita adalah teladan bagi anak-anak kita. Hendaknya kita selalu  berhati-hati dalam bersikap dan mengambil tindakan, jangan sampai anak kita meniru hal-hal negatif yang kita lakukan.

Usahakan untuk selalu memberikan yang terbaik buat keluarga. Pengorbanan terbaik apapun  yang kita lakukan dengan ikhlas, niscaya dicatat sebagai amal dan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Perilaku seorang anak tidak hanya dipengaruhi oleh orang tua dan guru. Salah satu faktor besar yang mempengaruhi perilaku anak adalah lingkungan pergaulan atau teman.

Berikut tips mengawasi pergaulan anak :
1. Harus tahu dimana anak sehari-hari berada. Kenalilah teman-temannya dan kegiatannya sehari-hari.

2. Peka terhadap perubahan tingkah laku anak yang terjadi; perubahan yang terjadi merupakan tanda bagi anda untuk menanyakan mengapa hal itu terjadi.

3. Waspada terhadap orang dewasa atau remaja yang memberikan perhatian secara berlebihan atau memberikan hadiah yang mahal kepada anak kita.

4. Ajari anak untuk percaya terhadap perasaannya sendiri, dan yakinkan mereka bahwa mempunyai hak untuk berkata TIDAK mengenai sesuatu yang tidak menyenangkan.

5. Perhatikan ketakutan-ketakutan yang dirasakan anak dan bicarakan bersama.

6. Ajarkan pada mereka bahwa tidak ada orang yang akan mendekati atau memegang mereka dengan cara yang tidak senonoh. Jika ada yang melakukannya, anak-anak harus segera melaporkannya kepada orang tua.

7. Harus berhati-hati terhadap pengasuh atau orang dewasa lainnya yang anak-anak kita.
Share:

Memilih Sekolah Untuk Anak

Memilih Sekolah Untuk Anak.
Geniuslifetips menyajikan aneka Tips Keluarga. Dalam sebuah keluarga, peranan orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak sangat mempengaruhi perkembangan anak hingga masa depannya nanti.

Begitu pula sebagai orang yang lebih muda sudah selayaknya menghormati dan menghargai yang lebih tua. Dalam hal ini melatih kesabaran adalah hal yang sangat penting saat menghadapi masalah baik dengan orang yang lebih tua, maupun saat kita mencoba memecahkan masalah yang berkaitan dengan anak-anak kita.

Dan jangan lupa bahwa kita adalah teladan bagi anak-anak kita. Hendaknya kita selalu  berhati-hati dalam bersikap dan mengambil tindakan, jangan sampai anak kita meniru hal-hal negatif yang kita lakukan.

Usahakan untuk selalu memberikan yang terbaik buat keluarga. Pengorbanan terbaik apapun yang kita lakukan dengan ikhlas, niscaya dicatat sebagai amal dan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Sekarang marilah kita membahas mengenai bagaimana cara memilih sekolah untuk anak.

Memilih sekolah untuk anak bukan hal yang sepele, karena sekolah akan ikut berperan dalam membentuk karakter anak.

Berikut tips memilih sekolah untuk anak, agar kita tidak menyesal di kemudian hari :
1. Pahami Visi dan Misi Sekolah
Ini sangatlah penting. Sesuaikah visi misi sekolah dengan visi misi kita dalam mendidik anak? Hal ini penting supaya apa yang kita tanamkan pada anak kita dengan apa yang diajarkan oleh guru di sekolah bisa selaras.
Sekolah yang memiliki kualitas baik tentu saja memiliki visi dan misi yang jelas, terukur dan realistis. Pernyataan visi dan misi ini dapat dipotret dari beberapa aspek, antara lain aspek keagamaan, akademis, mental, perilaku, kecakapan hidup, kemandirian, dan kewirausahaan.

2. Kurikulum Pembelajaran
Kurikulum bisa dikatakan sebagai jantungnya pendidikan. Kurikulum berisi tentang perencanaan pembelajaran yang menyangkut semua kegiatan yang dilakukan dan dialami peserta didik dalam perkembangan, baik formal maupun informal guna mencapai tujuan pendidikan.

3. Gedung dan Fasilitas
Komponen pendidikan yang tidak kalah pentingnya adalah bangunan fisik, ruang kelas, taman, perpustakaan, laboratorium, sarana olahraga dan kesenian, arena bermain, kantin, perlengkapan kelas, sampai dengan alat peraga edukasi yang dimiliki. Sekolah yang nyaman, akan menjadikan anak lebih betah dalam belajar.

4. Lokasi Sekolah dan Lingkungan
Lokasi yang dimaksud dapat dipandang dari jarak sekolah ke rumah, lingkungan sekitar dan sarana transportasinya. Bisa dibayangkan seorang anak yang kelelahan saat sampai di sekolah, sehingga mengikuti pelajaran tidak optimal.

5. Biaya Pendidikan
Sekolah-sekolah favorit biasanya biayanya mahal, tentu harus diikuti dengan pendidikan yang berkualitas. Orang tua hendaknya sudah mampu mengukur kemampuannya secara ekonomi, termasuk anggaran lain di luar program sekolah seperti uang saku, transportasi, perlengkapan sekolah dan lain-lain.

6. Tenaga Gurunya
Guru merupakan ujung tombak dalam pengajaran di sekolah, dari mana mereka berasal dan seberapa besar minat mereka pada pendidkan dapat menjelaskan kualitas pendidikan yang akan dihasilkan.

7. Kegiatan Alternatif
Kurikulum nasinal menjadi acuan semua sekolah baik negeri maupun swasta, namun aktivitas yang ditawarkan sering kali berbeda, sekolah swasta menawarkan aktivitas yang khas dan tujuan yang khas pula.

8. Lihat Prestasi dan Keberhasilan Alumninya
Sekolah yang baik, selain unggul di dalam proses pembelajaran, juga unggul pada hasilnya. Yang disebut prestasi tidak hanya secara akademik, tetapi juga non akademik baik siswa, guru maupun institusinya.
Share:
loading...

Random Posts