Aug 18, 2010

Memahami Dunia Anak

Memahami Dunia Anak.
Geniuslifetips menyajikan aneka Tips Keluarga. Dalam sebuah keluarga, peranan orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak sangat mempengaruhi perkembangan anak hingga masa depannya nanti.

Begitu pula sebagai orang yang lebih muda sudah selayaknya menghormati dan menghargai yang lebih tua.

Dan jangan lupa bahwa kita adalah teladan bagi anak-anak kita. Hendaknya kita selalu berhati-hati dalam bersikap dan mengambil tindakan, jangan sampai anak kita meniru hal-hal negatif yang kita lakukan.

Usahakan untuk selalu memberikan yang terbaik buat keluarga. Pengorbanan terbaik yang kita lakukan dengan ikhlas, niscaya dicatat sebagai amal dan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Setiap orang tua pasti ingin agar buah hatinya kelak tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, kreatif, mandiri, dan bertaqwa. Harapan untuk menjadikan mereka yang terbaik, untuk kebaikan anak itu sendiri. Untuk mewujudkan hal tersebut, orang tua perlu memahami dunia anak dengan baik. Sebab, dunia mereka berbeda dengan dunia orang dewasa. Anak-anak memiliki pribadi yang unik. Kadang kita merasa tingkah mereka lucu, tapi itulah dunia mereka. Sebagai orang tua harus memahami kreatifitas anak-anak dan mengarahkannya ke hal-hal yang positif.

Berikut ini kiat memahami dunia anak yang perlu kita ketahui, yaitu:

1. Suka meniru
Entah kita sadar atau tidak, apa yang kita ucapkan, kita lakukan, tentu akan ditiru anak-anak. Makanya kita sebagai orang tua harus memberikan contoh nyata atau keteladanan yang baik pada anak-anak.
Anak-anak adalah cermin orang tuanya. Tapi bukan hanya dari orang tua saja, anak-anak akan meniru dari lingkungan sekitar atau media lain seperti televisi. Orang tua harus selektif dalam hal ini.

2. Dunia anak adalah dunia bermain
Dengan demikian, hampir semua kegiatannya adalah bermain. Bermain sambil belajar (belajar sambil bermain), mengeksprolasi benda-benda yang ada di sekitar mereka merupakan kegiatan yang menyenangkan. Arahkan pada permainan yang merangsang pertumbuhan otak dan fisiknya. Perhatikan dalam memilih mainan untuk anak-anak ataupun memilih permainan anak.

3. Masih berkembang
Anak-anak masih berkembang baik secara fisik maupun phikis. Dengan melalui beberapa tahap, akan membentuk kepribadian anak itu sendiri.

4. Anak-anak tetaplah anak-anak
Mereka belum dewasa, maka jangan dibandingkan dengan orang dewasa. Baik dari pola pikirnya, apalagi dari fisiknya. Biarkan mereka menikmati dunia anaknya.

5. Kreatif
Selain tumbuh dan berkembang, anak-anak adalah pribadi yang kreatif, suka bertanya, rasa ingin tahu yang tinggi, suka berimajinasi. Kalau anak bertanya tentang sesuatu, jawablah sesuai usia anak. Penjelasan yang berbelit-belit akan susah diterima anak.
Sampaikanlah dengan bahasa anak-anak, bahasa yang mudah di mengerti, sesuai kemampuan mereka dalam menerima informasi baru. Anda tidak perlu bosan dengan pertanyaannya yang berulang kali. Justru, Andalah yang seharusnya memahami dunia anak dengan baik. Ciptakan rumah sebagai tempat untuk memancing kreativitas anak

6. Ketika ada permasalahan, jangan buru-buru menyalahkan anak. Lebih baik Anda dan pasangan Anda berintrospeksi terlebih dahulu. Pilihlah kata-kata yang tepat bila ingin mengkritik anak. Perhatikan juga nada bicara Anda

7. Perbanyak membaca buku atau bacaan lain yang bermanfaat, untuk lebih memahami dunia anak, atau bisa juga melihat program acara yang berkaitan dengan pola asuh.

8. Kenali karakter anak. Setiap anak itu unik. Anda tidak perlu membanding-bandingkannya dengan yang lain. Yang perlu Anda lakukan adalah membantu mengenali potensinya dan mengarahkannya. Tidak ada salahnya memberi reward pada anak, seperti pujian, hadiah, dan lain sebagainya.

9. Untuk lebih memahami dunia anak, buka diri dengan teman-teman yang lebih berpengalaman sekedar berbagi cerita atau diskusi. Bila diperlukan, Anda dapat pergi berkonsultasi dengan Psikolog. Tidak perlu malu. Psikolog bukanlah tempat bagi anak yang bermasalah saja

10. Libatkan anak ketika Anda dan pasangan akan membuat peraturan di rumah. Seperti, membiasakan anak memperkenalkan teman-temannya pada Anda, selaku orang tua. Meski demikian, jangan paksakan keinginan Anda. Dan, Anda harus konsekuen dengan hasil perjanjian antara orang tua dan anak.
Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment