Jul 28, 2010

Mencegah Pedofil Beraksi

Mencegah Pedofil Beraksi.
Geniuslifetips menyajikan aneka Tips Keluarga. Dalam sebuah keluarga, peranan orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak sangat mempengaruhi perkembangan anak hingga masa depannya nanti.

Jangan lupa bahwa kita adalah teladan bagi anak-anak kita. Hendaknya kita selalu berhati-hati dalam bersikap dan mengambil tindakan, jangan sampai anak kita meniru hal-hal negatif  yang kita lakukan.

Usahakan untuk selalu memberikan yang terbaik buat keluarga. Pengorbanan terbaik apapun yang kita lakukan dengan ikhlas, niscaya dicatat sebagai amal dan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Namun dengan semua pengorbanan dan perhatian yang kita curahkan untuk keluarga, terutama anak, kadang kita masih saja kecolongan, akibat dari perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Belakangan ini kita dikejutkan oleh sosok Baukeni atau Babe, seorang pedofil (penderita pedofilia) yang tega menyodomi dan memutilasi lebih dari 13 anak.

Richard Lanyon, psikolog dari Arizona State University mengelompokkan pedofil dalam tiga tipe.
1. Pedofil Tipe Situational Molester
Pedofil ini masih mempunyai ketertarikan seksual dengan orang dewasa. Hanya saja dalam situasi tertentu, mereka memiliki hasrat pedifilia dan melakukan tindakan pedofilia sebagai upaya mengatasi rasa tertekan.

2. Pedofil Tipe Preference Molester
Pedofil yang hanya tertarik secara seksual terhadap anak-anak. Kalaupun mereka menikah, hanya untuk menutupi kondisi mereka yang sebenarnya. Mereka tidak merasa ada yang salah dengan pedofilia, bahkan menganggap masyarakat yang bersikap berlebihan.

Biasanya pedofil Situational Molester dan Preference Molester menyalurkan hasrat pedofilinya terhadap anggota keluarga atau tetangga. Kedua tipe ini tidak bersikap sadis terhadap korbannya. Mereka cenderung membujuk atau mengancam anak tanpa kekerasan fisik.

3. Pedofil Tipe Child Rapist atau Pedofil Sadistis
Pedofil ini biasanya sangat kasar dan tidak segan-segan melakukan kekerasan fisik kepada korban bahkan sampai memperkosa ataupun membunuh korban. Ingat perilaku Babe. Biasanya mereka mengalami gangguan kepribadian antisosial atau psikopat. Mereka tidak memiliki rasa bersalah ataupun kepedulian terhadap para korbannya.

Penting bagi kita untuk melindungi anak dari bahaya pedofil.
Beberapa hal ini perlu diajarkan kepada anak :
1. Melapor kepada orangtua atau pengasuh jika ada orang yang menyentuh alat kelaminnya, menyuruhnya untuk menjaga rahasia, ingin mengganti pakaiannya padahal pakaian anak tidak kotor ataupun basah, membuka pakaiannya sendiri, meminta anak menyentuhnya, atau mengajaknya masuk ke kamar mandi padahal anak tidak ingin buang air.
2. Menolak bila ada yang melakukan hal-hal itu kepadanya, meski anak mengenal si pelaku

Orangtua harus peka terhadap perubahan yang terjadi pada anak :
1. Apakah anak jadi enggan masuk toilet, mengeluhkan sakit pada alat kelaminnya, atau menolak untuk digendong dengan alasan sakit meski ia tidak dapat menyebutkan bagian tubuh yang sakit?
2. Cari tahu penyebabnya bila anak yang tadinya ceria namun kini rewel, gelisah, dan mudah menangis, apalagi bila hal ini ditampilkan saat berhadapan dengan orang tertentu yang sebelumnya cukup akrab dengannya.
3. Tanyakan lebih lanjut bila anak menghindari tempat-tempat tertentu yang sebelumnya ia sukai.
4. Tanyakan lebih lanjut bila anak kini bersembunyi tiap kali melihat orang yang sebelumnya cukup dekat dengannya.

Bagaimana kita harus bersikap bila suami, ayah, paman, atau anggota keluarga lainnya adalah pedofil? Jangan ambil resiko. Pedofil tidak seketika sadar ketika perilakunya sudah diketahui orang lain :
Langkah pertama, amankan anak-anak.
Langkah kedua : pemulihan keluarga perlu segera dilakukan. Mintalah orang yang kompeten (konselor atau psikolog) untuk membantu proses pemulihan. Anak yang menjadi korban dan anggota keluarga lain perlu disiapkan sebelum dihadapkan dengan pedofil. pedofil juga harus ditangani terpisah sebelum dipertemukan dengan anggota keluarga yang lain.
Langkah ketiga, ambil langkah terbaik selanjutnya. Terus hidup bersama pedofil tidak perlu dijadikan pilihan jika memang mengancam keselamatan anak dan keutuhan keluarga.
Artikel Terkait

1 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...