Jul 24, 2010

Ibuku Perpustakaan Pertamaku

Ibuku Perpustakaan Pertamaku.
Hubungan antara ibu dan anak sudah dimulai sejak anak masih dalam kandungan. Lalu setelah anak lahir, ibu juga yang pertama kali berperan dalam mendidik anak.
Status ibu bisa dibedakan menjadi dua, yaitu ibu secara biologis dan ibu secara psikologis. Secara biologis berarti ibu yang mengandung dan melahirkan anak tersebut, sedangkan secara psikologis berarti ibu yang hanya membesarkan anak tersebut.

Perpustakaan adalah sumber informasi. Oleh karena itu, peran ibu bisa diaplikasikan sebagai sumber informasi bagi anak. Ibu harus kreatif, inovatif, dan poraktif dalam menjalankan fungsinya sebagai perpustakaan pertama bagi pertumbuhan anak. Artinya, seorang ibu harus bisa menjadi subyek pertama yang berperan dalam memberikan berbagai macam kebutuhan informasi pengetahuan bagi anak-anak.

Ibu merupakan perpustakaan dan orang pertama yang mengenalkan anak akan suatu hal. Misalnya, bagaimana berperilaku sopan kepada orang lain, bagaimana seorang anak perempuan menghadapi menstruasi, bagaimana caranya membaca, hingga pendidikan seks bagi anak-anak.

Ibu harus memanamkan budaya membaca pada anak, dengan memberikan pemahaman kepada anak bahwa membaca adalah jendela dunia. Sehingga ketika ibu mampu mengantarkan anak menjadi gemar membaca, maka anak diharapkan mampu belajar secara mandiri.

Ibu juga harus memprioritaskan keluarga terlebih dulu daripada yang lain, terlebih bagi ibu yang bekerja. Pada awalnya proses belajar tingkah laku anak biasanya bertambah melalui peniruan model kelauarga. Anak mereaksi secara emosional terhadap anggota keluarga. Dengan begitu kebiasaan apa yang dilakukan oleh anggota keluarga terutama ibu terekam oleh anak.

Oleh sebab itu penting bagi ibu untuk selalu menjaga sikap dan perilaku agar bisa manjadi suri tauladan bagi anak-anak.
Artikel Terkait

2 comments:

  1. Yeah absolutely right!!!
    first seen ,first example....

    ReplyDelete
  2. Wah...luarbiasa sekali..
    saya suka artikel ini..
    Ditunggu postingan luarbiasa berikutnya...

    > KOMUD <

    ReplyDelete