Jul 22, 2010

8 Pintu Surga Untuk Anda

"Surga mempunyai 8 buah pintu". HR. Muslim.
Masuk surga adalah dambaan setiap orang. Namun untuk mencapainya tidaklah mudah. Allah SWT selalu menguji iman kita, karena tidaklah seorang muslim masuk surga kecuali dia selalu menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya dan sabar serta tabah dalam menjalani semua ujian.

Sesuai dengan hadits "Surga mempunyai 8 buah pintu" (HR. Muslim), kita umat muslim diperkenankan masuk surga dari mana saja diantara 8 pintunya, tentu sesuai dengan amal ibadah kita selama hidup di dunia.

Salah satu amal ibadah adalah bagi yang rajin shadaqah atau infaq, selalu menyisihkan setiap rejeki yang anda terima untuk diberikan kepada kaum dhuafa, silakan masuk surga dari salah satu pintunya.

Dikutip dari berbagai sumber, inilah 8 buah pintu surga, silakan diamalkan;
Pintu Pertama Syahadatain.
Syahadatain menjadi pondasi awal bagi manusia yang sungguh-sungguh berniat menapaki jalan kebenaran. Jalan lurus menuju kebenaran llahiyah. Jalan ketundukan dan kepasrahan kepada Tuhan sejati. Ikrar suci ini, ibarat kertas merupakan blangko kosong. Di sinilah, Islam sebagai agama terakhir dalam perjalanan panjang kenabian dan kerasulan sejak Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa sampai Muhammad menformulasikan ajaran sucinya dalam rukun-rukun ketundukan (Islam).
Rukun Islam yang 5 (lima) Syahadatain, Shalat, Puasa, Zakat dan Haji harus kita lakukan untuk kesempurnaan kedirian (kejiwaan) sebagai manusia. Kita butuh menjalankan tiang-tiang suci Islam ini secara baik dan benar. Untuk menuju kualitas Islam yang paripurna, kita butuh upgrading wawasan dan ilmu. Beragama mesti naik kelas dan kualitas. Di sinilah integrasi wawasan disiplin-disiplin klasik Islam seperti akidah, fiqh, tafsir, tasawuf dan filsafat menjadi sangat penting. Bahkan wawasan berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial, psikologi dan komunikasi sangat membantu meningkatkan implementasi keislaman kita. Insya Allah kita menjadi muslim yang paripurna (muslim kaffah).

Pintu Kedua Mendirikan Shalat.
Rasul Muhammad SAW bersabda "Maka, barangsiapa yang tergolong rajin shalat, ia akan diseru dari pintu shalat.(HR Bukhari-Muslim). Islam meminta kita mendirikan shalat. Rukun kedua ini merupakan wahana komunikasi ke dalam diri kita dan kepada pusat orientasi kita. Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang merupakan wahana penjernihan (purifikasi) dan penyucian hati, akal dan seluruh anggota tubuh menghadapi pusat rotasi kehidupan. Itulah Allah. Tuhan yang Maha Esa. Ruh. saat kita shalat mendorong kita untuk munajal dan dialog dengan sumber keberadaan kita. Shalat juga merupakan sarana komunikasi dengan "Dzat" Maha suci, qudus dan damai. Kesungguhan memahami gerakan dan doa dalam shalat akan menghasilkan cara dan langkah hidup lurus. Pelaku shalat akan mengabdi kepada nilai-nilai kemanusian dan kcpapaan atau kefakiran dan kemiskinan sosial-kemasyarakatan.

Pintu ketiga pintu puasa.
Mari kita cermati pentingnya puasa dalam pandangan Islam. Diriwayatkan dalam Bukhari-Muslim dari Abu Hurairah. Rasul bersabda Allah berfirman (Hadis Qudsi): Setiap amal anak Adam (manusia) itu membawa manfaat bagi dirinya sendiri kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku sendirilah yang akan membalasanya. Puasa itu adalah perisai. Apabila pada hari dimana salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor dan gaduh. Jika seorang memakinya atau memusuhinya. hendaklah ia mengatakan : "sesungguhnya aku sedang berpuasa". Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang sedang berpuasa di sisi Allah lebih harum dari pada bau minyak kasturi. Bagi orang yang berpuasa ada dua masa kegembiraan, dimana ia sangat bergembira pada waktu itu ketika ia berbuka puasa ia bergembira, dan ketika ia bertemu Tuhannya, ia bergembira karena pahala puasanya.

Pintu keempat pintu zakat.
Sebuah hadis Nabi diriwayatkan oleh Ahmad dan Nasai tentang keharusan zakat "Zakat kepada orang miskin itu mendapatkan pahala zakat, sedangkan zakat kepada kaum kerabat akan mendapatkan (dua pahala), pahala silaturrahiem dan pahala zakat". Karena pentingnya peranan bagi kebutuhan sosial, zakat. Al-Quran menggandengkan perintah pelaksanaannya setelah perintah shalat. Aqim al-shalat wa atu al-zakat".

Pintu kelima pintu haji.
Diriwayatkan oleh Bukhari, Nabi Bersabda : "Barangsiapa melaksanakan haji di rumah ini (Baitullah Al Haram), tidak rafats dan tidak berbuat fasik, maka dia kembali seperti pada hari dilahirkan ibunya". (HR. Bukhari). Ibadah haji memiliki pahala yang besar. Ia merupakan kunci masuk surga. Berikut Hadis Nabi tentang kemuliaan haji atau umrah : "Antara umroh yang pertama dengan umroh kedua (terdapat) penghapusan dosa-dosa (yang dilakukan antara keduanya) dan haji mabrur tiada pahala kecuali surga". (HR. Bukhari). Dalam riwayat lain, Nabi agung bersabda Jihad yang paling afdhol ialah haji yang mabrur. (HR. Bukhari)

Pintu keenam Pintu amal kebaikan.
Semua amal kebaikan yang membawa manfaat bagi manusia dan kemanusiaan. Kita menyebutnya amal jariyah. Bisa shadaqah atau infaq. Islam dalam pemahaman kita semua merupakan agama aksi dan karya. Islam bukan sekadar kepercayaan (iman). Islam mengajarkan pengimannya niat, motivasi dan tekad-tekad untuk berbuat dan beramal kepada manusia. Agama ini memerintahkan pemeluknya untuk mengejawantahkan tekad hatinya dalam amal dan karya-karya yang bermanfaat bagi sesamanya. Islam mendorong pengimannya membuktikan dan merealisasikan isi hatinya dalam aksi dan karya-karya nyata.

Pintu ketujuh pintu akhlak.
Inilah mutiara yang hampir hilang dari kita sebagai muslim sekaligus manusia. Akhlak merupakan kedirian dan fitrah keberadaan kila di dunia, la merupakan tiang penyangga utama tata relasi kemanusian dan peradaban.
Tanpa akhlak, kehidupan akan hancur. Bila akhlak telah kita nistakan dan abaikan, kita tinggal menunggu hari kehancuran peradaban kita. Betapa pentingnya akhlak. Al-lmam Abul Qasim alias Abdul Karim al-Qusyairi dalam kitabnya At-Tahyir mengingatkan kita pentingnya akhlak. Beliau menyitir sabda RasuluUah: "Akhlak yang baik merupakan kalung ridha Allah Yang Maha mulia lagi Maha agung yang melingkar pada leher orang yang bersangkutan".
Kalung itu diikatkan pada rantai rahmat, dan rahmat itu diikatkan pada salah satu gerendel pintu surga. Sehingga, ketika akhlak yang baik tadi hendak lepas, ia ditarik oleh rantai dan dibawa masuk ke dalam surga lewat pintu tersebut. Sebaliknya, akhlak yang buruk adalah kalung murka Allah yang melingkar pada leher orang yang bersangkutan. Kalung itu diikatkan pada rantai siksa Allah. dan rantai itu diikatkan pada salah satu gerendel pintu neraka. Sehingga, ketika akhlak yang buruk tadi hendak lepas, ia segera ditarik oleh rantai dan dibawa masuk ke neraka lewat pintu tersebut."

Pintu kedelapan pintu jihad.
Jihad memerangi musuh agama adalah termasuk jihad kecil. Sedang yang dikatakan sebagai jihad besar, adalah memerangi hawa nafsu.
Ketika para sahabat bertanya "Apakah jihad akbar itu wahai Rasulullah?" Rasul menjawab "Yaitu jihad melawan hawa nafsu."
Jihad terberat dalam kehidupan sehari-hari memang tetap berada pada jihad memerangi musuh dalam diri kita. Musuh di luar kila tidak selalu tiap hari kita hadapi. Itupun, ruang, wilayah dan perang yang bagaimana akan kita klasifikasikan sebagai perang membela agama.
Sementara jihad sendiri memiliki makna dan implementasi yang luas. Mencari nafkah, berhaji, berjuang dengan tulisan merupakan ruang jihad yang tak kalah pentingnya dari makna jihad dalam arti perang dan angkat senjata.
Maka bila Anda memang memenuhi kriteria, silakan bersiap-siap memasuki surga dari pintu yang mana saja......
Artikel Terkait

9 comments:

  1. wah..makacih Infonya, dari kemarin cuma dapat judulnya ta[i belum ada penjelasannya

    ReplyDelete